
Ponsel Astrid berbunyi ternyata Yuli yang menelepon
" pagi Astrid,, uda bangun belum"tanya Yuli
" pagi juga Yuli, aku uda bangun" padahal Astrid masih tidur karena masih libur jadi bermalas-malasan dirumah.
"gimana kemaren, jadi jalan bareng ama Rangga??tanya Yuli penasaran.
"jadi, kalian sibukkan ama pacar kalian"Astrid merasa cemburu
"uda pengen punya pacar ya"Yuli menggoda temannya
" belum ada yang bisa meluluhkan hatiku hahahaaa.." Astrid tertawa
"iya hatimu seperti gunung es yang ga bisa meleleh"ledek Yuli kepada Astrid
"tau ga Yuli, kami ketemu sama Dimas di restoran semalem, dia ngeselin banget" Astrid curhat.
" masa sih, padahal Dimas itu baik lho anaknya?? Yuli membela Dimas
"baik apaan, rambutku ditarik ama dia dan meledekku dengan sebutan nenek sihirlah"Astrid dengan kekesalannya dia menceritakan kepada sahabatnya.
"hahahaha.... awas lho Astrid nanti kamu jadi suka ama dimas lho" Yuli memancing Astrid
__ADS_1
" amit-amit deh klo pacaran ama monster" Astrid menghindari ledekan Yuli
" Astrid kamu datang kerumahku ya, aku ga ada temen. aku tunggu ya" Yuli ajak Astrid
"baik nona manis" Astrid memuji Yuli sahabat dekatnya dan mengakhiri perbincangannya.
Astrid mandi dan bergegas pergi kerumah Yuli seperti biasa. Kalau akhir pekan pasti ngumpul bareng dengan bergiliran.
Disana sudah ada Dini, Andi, dan Hendri.
Yuli masih meledek Astrid tentang Dimas. Astrid dengan kesalnya menceritakan tingkah Dimas yang membuatnya emosi setiap ketemu.
"Astrid.. biasanya benci jadi cinta lho hahahaa.."Andi meledek Astrid padahal dia tau betul seperti apa karakter sahabatnya Dimas.
"siapa yang mau pacaran ama Dimas monster" Astrid masih saja kesal tanpa disadari kalau Dimas sudah ada dibelakangya.
"emang monsterkan...!!Astrid membalas
"aku ga bisa bayangin gimana jadinya monster pacaran sama nenek lampir, bisa hancur dunia ini hahahaaaa..."Andi meledek Astrid dan Dimas
"kalian itu kaya tom and jerry ya hahaaa....!! ledek Dini.
Para sahabatnya tertawa karena melihat tingkah Astrid dan Dimas.
__ADS_1
Astrid masih saja kesal" liatin aja Dimas, aku akan balas ya"kesal dalam hati Astrid.
"Astrid..kenapa kamu kalau marah bikin aku semakin penasaran"tanya dalam hati Dimas.
Akhirnya Dimas dan Astrid diam dengan pikiran mereka sendiri.
Yuli, Dini, Andi, Hendri dan Dimas pun berbincang sambil tertawa dengan candaan Dimas yang membuat perut Dini terpingkal-pingkal.
Dalam hati Dimas" koq Astrid ga ketawa sih, padahal lucu" dalam hati Dimas
"lucu juga Dimas ya, aku pikir dia seperti monster" dalam hati Astrid tapi pura-pura cuek.
Tiba-tiba Rangga sudah sampai dan bergabung dengan temannya dan mulailah ketegangan terjadi. Rangga dan Dimas sama-sama kaget kalau mereka dipertemukan kembali.
Rangga dan Dimas mulai cemburu dan merasa ada saingan.
"Astrid kamu disini ya, kamu uda lama datangnya" Rangga mencoba mencairkan suasana
" uda dari tadi kita disini, aku pikir kamu ga jadi datang"kata Astrid
"untung aja Rangga datang biar ada temanku ngobrol" jawab dalam hati Astrid
" uda ketinggalan banyak donk" Rangga sambil lirik Dimas dengan cemburu
__ADS_1
" ngapain sih Rangga pake acara datang, aku jadi ga bisa deket ama Astrid" dalam hati Dimas.
Rangga begitu asyiknya berbicara dengan Astrid layaknya orang lagi pacaran.