
Semakin melihat astrid berbicara dan tertawa didepan rangga semakin besar cemburu dimas. " ngapain aku datang kesini cuma liatin astrid ngobrol asyik ama rangga, bikin aku kesal. masa aku di cuekin gini" dimas bicara dalam hati
"****** kamu dimas, emank enak dicuekin dan ngatain aku nenek lampir" astrid pura-pura cuek dengan dimas
" spertinya dimas cemburu lihat aku dengan astrid berduaan?? rangga penasaran.
Andi melihat ekspresi dimas cemburu, walaupun andi mengajak dimas ngobrol tapi pikiran dimas masih dengan astrid. Dimas mulai kesal karena cemburu akhirnya pamit pergi dengan muka memerah.
" andi aku pulang duluan ya, aku ada kerjaan" andi diam dan heran dengan tingkah temannya. ga biasanya dia seperti itu, padahal dimas sendiri yang minta diajakin supaya bisa lebih dekat mengenal astrid karena dimas sudah lama suka dengan astrid. tanpa basa-basi dimas langsung pergi meninggalkan teman-temannya.
"mas andi kenapa dimas tiba-tiba pulang?? yuli penasaran karena bukan kebiasaannya
" katanya ada kerjaan mendadak" andi penasaran dan melihat respon astrid dan rangga.
" kenapa dimas buru-buru pulang"astrid antara penasaran dan senang"untung aja dimas pulang, dasar monster"astrid ngomel dalam hati.
__ADS_1
" dimas ada kerjaan katanya" yuli menjelaskan.
"baguslah dimasnya pulang, monsternya sudah pergi hahahhaaaa...."astrid merasa puas melihat dimas kesal.
yuli dan dini geleng-geleng lihat tingkah sahabatnya astrid.
di satus sisi ada yang merasa lega kalau dimas pergi yaitu rangga, dia merasa dimas adalah saingannya. Walaupun rangga tau kalau banyak yang mengejar astrid, tapi rangga tak pernah gentar. Rangga masih berharap dan berdoa agar astrid memberinya ruang dihatinya.
Asyik berbicara dan makan banyak makanan akhirnya, dini dan hendri pamit pulang duluan.
"heii.... ngelamunin apa nih. awas kesambet lho" yuli penasaran. astrid hanya senyum saja
"yuli kamu kenal dimas uda lama ya" astrid penasaran
"uda kenal dari dulu dan dia teman dekatnya mas andi"
__ADS_1
"kenapa dengan dimas..., kamu penasaran ya?? yuli memancing sahabatnya supaya terbuka
"masa penasaran ama monster"dalam hati astrid sebenarnya dia mulai penasaran dengan dimas tapi gengsi.
Dimas merasa cemburu dengan rangga karena saingannya terlalu berat. Dimas bukanlah anak orang kaya seperti rangga, dia hidup dikeluarga sederhana. Impiannya ingin menjadi arsitektur yang handal dan terkenal.
Dimas tak kuat melihat astrid tertawa didepan rangga, karena tak kuat menahan cemburu.
akhirnya dimas buru-buru pulang. Dimas tidak tau harus bicara apa sama astrid, dimas merasa mati kutu. dan astrid merasa dialah pemenangnya karena dimas pergi dengan kesal.
"yuli... dimas itu lucu tapi ngeselin" astrid masih menutupi kalau dia sebenarnya sudah mulai suka
"astrid.. sebenarnya kamu sukakan sama dimas tapi kamu gengsi..." astrid langsung terdiam
Karena sudah malam akhirnya rangga dan astrid pulang. rangga merasa senang karena berada disamping astrid. dalam benak astrid dia sudah mulai terusik dengan dimas "apa aku memang mulai suka sama dimas ya???, tapi dia bukan kriteriaku?? astrid bicara dalam hati. mobil ranggapun sampai didepan rumah astrid
__ADS_1
"makasi ya rangga uda anterin, sampai jumpa besok dikampus". astrid melambaikan tangannya dan mobil ranggapun pergi meninggalkan rumah kediaman astrid