
Telepon berbunyi ternyata dimas, akhirnya astrid merasa lega akhirnya kekasihnya meneleponnya, malah rangga yang berbalik menunjukkan wajah cemburu.
"iya sayangku..." astrid memanggil dimas mesra
"lagi dimana sayang, kamu jangan lupa makan siang ya" dimas ingin astrid tidak kwatir dengannya
" aku lagi meeting di perusahaan rangga sayang, ada proyek baru dari perusahaan rangga" dimas sepertinya cemburu dengan rangga
" jangan lupa makan siang ya sayang, kalau uda selesai meetingnya langsung pulang ya, aku hari ini sibuk ya sayang masih dilapangan lihat proyek" dimas cemburu dan memikirkan apa yang dilakukan rangga pada astrid.
" kamu juga jangan lupa makan siang ya, jaga kesehatan ya bybyby.." dimaspun mengakhiri teleponnya.
Astrid tersenyum karena perhatian kekasihnya, membuat api cemburu dihati rangga.
__ADS_1
" Rangga kita langsung ke topik aja, daritadi ngawur ceritanya" astrid senang melihat rangga cemburu. akhirnya merekapun membahas proyek yang ditawarkan Rangga dan proyeknya lumayan besar dan kerjasama keduanya disepakati dalam kontrak.
Rangga tertarik dengan produk perusahaan astrid dan designnya juga modern dan kualitas juga tidak bagus dengan brand ternama lainnya.
Rangga berharap inilah awal mendekatkan dirinya lebih dekat dengan astrid. Peluang bisnis juga menjanjikan dan pertemuan merekapun akan lebih sering.
" astrid meetingnya uda kelar, kita makin siang dulu sambil lita ngobrol solanya uda lama kita ga ketemu" astrid dan rangga pergi kerestoran untuk makan siang.
Kali ini astrid makan dengan rangga di restoran elit, tidak salah rangga membawanya kesana. Disana hanya kalangan elit yang makan disana, Astrid tidak sekaya Rangga. Walaupun Rangga bergelimang harta tapi Astrid hanya menggangapnya sahabat baik dan buka type cewek matrealistis.
Disaat menikmati makan siang berdua, tanpa disadari Rangga melihat Dimas duduk paling pojok dengan wanita cantik. Astrid dan dimas belum menyadari keberadaan mereka ada didalam restoran yang sama.
"Astrid.. dimas pacar kamu kerja dimana sekarang" Rangga penasaran dan berusaha meyakinkan apayang dia lihat tidak salah.
__ADS_1
" Dimas kerja diperusahaan bergerak dibidang jasa konstruksi, dia baru dipromosikan atasannya jadi manager diperusahaan itu dan sekarang kerjanya lebih sibuk dibandingkan dulu, dan sekarang dia lagi dilapangan bersama atasannya, katanya lagi ada proyek baru dikantornya" astrid dengan polosnya menceritakan kekasihnya ke rangga
Sebenarnya rangga mulai emosi karena dimas membohongi astrid tapi dia mencoba tidak membuat astrid bersedih.
"coba kamu telepon dimas, kali dia lagi istirahat sekalian tanya uda makan belum" Rangga mencoba meyakinkan apa yang dilihatnya.
Astrid mencoba menghubungumi dimas sesuai saran rangga, ternyata teleponnya tidak diangkat malah di tolak. wajah astrid mulai sedih karena tidak ada respon.
"dimas ga ada respon, mungkin dia sibuk! astrid mencoba mengerti dan berpikir positif. Rangga melihat dari jauh kalau dimas tidak mau mengangkat telepon astrid, diam-diam rangga mengambil foto dimas dengan wanita disampingnya.
Takut keburu Astrid melihat dimas disana bersama wanita lain, rangga menyudahi makan siangnya dan mengajak pergi dari restoran itu kembali kekantornya.
Mereka berdua masih membahas proyek barunya dan tak terasa sudah sore. Akhirnya Astrid pamit pulang, dan akan dijadwalkan lagi meeting dengan rangga.
__ADS_1
"kamu datang aja dulu ke showroom kita, biar kamu lihat furniture disana, aku pulang dulu ya, makasih ya rangga" Rangga mengantar astrid sampai didepan pintu, dan astridpun pergi meninggalkan rangga dengan mobil kesayangannya.