
Rangga dan Astrid sudah duduk di dalam pesawat kelas bisnis. Para penumpang memandangi dan ada yang berbisik melihat keserasian dan kemesraan mereka berdua.
Salah satu pramugari menghampiri rangga dan Astrid untuk menyodorkan makanan dan minuman. Disaat pesanan tiba sembari melayani, pramugari tersebutpun penasaran dan bertanya" "Pengantin baru ya pak,,,,,,,,? Kalian pasangan yang serasi ya, wajah bapak sama ibu mirip sekali. Pantas saja bapak sama ibu jodoh"
Astrid dan rangga kaget dan merekapun saling memandang. Tapi Rangga tidak tinggal diam " kami baru saja menikah dan habis honeymoon di bali"
Rangga menggemgam tangan astrid, wajah astrid memerah karena malu. "Semoga segera dapat momongan ya pak" pramugari memberikan ucapan selamat
"makasih ya bu" Rangga main mata kepada astrid, astrid hanya tersenyum melihat kekonyolan Rangga.
Sampai juga di bandara Soekarno, sudah ada supir pribadi rangga di bandara yang menjemput.
"pak rudi... Bapak naik taksi aja ke rumah sekalian bawa koper saya ya. saya mau antar astrid dulu ke rumahnya" Supir memberikan kunci dan membukakan pintu mobil untuk astrid.
Rangga dan astrid menuju ke rumah astrid, hampir sejam diperjalanan merekapun sampai. Mbok elly menbawa koper astrid dan astrid mengeluarkan cendra mata yang dibawa dari bali.
Mbok elly sudah menyiapkan makan malam untuk mereka. Selesai menikmati makan malam, merekapun duduk di kursi sofa sambil mengobrol.
"om dan tante, sau mau bicara serius" Rangga yakin dengan ucapannya.
__ADS_1
"ada apa nak, sepertinya serius?? Bambang dan retno menunjukkan wajah serius
Rangga menggemgam tangan astrid dan memandangnya dengan penuh kasih sayang "saya mau menikahi astrid om dan tante, dan saya ingin menjaga dan membahagiakan astrid sampai maut yang memisahkan"
Bambang dan retno saling pandang dan mereka kembali memandang rangga dan Astrid "kalian sudah yakin dengan pilihan kalian"
"saya sudah yakin dengan pilihanku dan saya tidak ingin menunggu lama om. kalau bisa secepatnya saja dilakukan acara pernikahannya" Rangga mengungkapkan dengan mantap.
"kamu astrid,,, apa kamu sudah siap untuk menikah dengan rangga" Astrid menunduk dan kemudian memandang orangtuanya
"Astrid sudah siap! Astrid meyakinkan orangtuanya
"Terimakasih om dan tante, saya akan membicarakan kepada orangtua saya tentang rencana pernikahan ini" rangga menggemgam erat tangan astrid
Bambang dan retno merasa bahagia melihat keputusan putrinya tidak salah.
Rangga pamit pulang ke rumahnya karena sudah malam.
Dengan bahagia rangga melajukan kenderaannya, rangga begitu semangat menjalani hari-harinya semenjak astrid ada di sisinya.
__ADS_1
Sampai dirumah langsung kekamarnya untuk mandi. Kemudian Rangga menghubungi orangtuanya.
"halo papa... apakabar mama dan papa" rangga menanyakan kabar kedua orangtuanya di singapura
"papa sama mama sehat nak, gimana kantor cabang baru" tanya fery
"semua lancar pa.., saya sudah di jakarta pah" rangga meyakinkan ayahnya.
"gimana kabar astrid,,," mama bertanya
"baik ma.." rangga sumbringah di tanya kabar astrid
"papa dan mama rangga mau bicara serius.." rangga menarik napas panjang
"sanya ingin menikahi astrid pah,,,!! papa dan mama kapan balik ke jakarta!! supaya acara lamarannya segera dilakukan" rangga mengucapkan dengan tegas
"wow... papa dan mama bahagia dengarnya nak! baiklah kami akan segera pulang ke jakarta minggu ini untuk melakukan lamaran kekeluarga bambang.
"makasih ya pa,, ma" merekapun mengakhiri perbincangan mereka malam itu.
__ADS_1