CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 40


__ADS_3

Rangga terbangun dari tidurnya dan melihat astrid tidur dipelukannya. Rangga mencium kening astrid dengan senyum bahagia.


Mata sembab astrid masih berbekas dimatanya, dengan lembut rangga membelai rambut astrid dan mencium bibir merah astrid.


Astrid terbangun dari tidurnya, dan melihat rangga sudah tersenyum padanya. Tubuh kecilnya dipeluk erat oleh rangga.


"selamat pagi sayangku" rangga mencium bibir astrid lagi.


"aku kekamarku dulu ya sayang, kamu jangan lupa mandi dan kita sarapan bareng ya" rangga mencium kening astrid lagi dan ranggga bangun dari tempat tidur dan pergi kekamarnya lagi.


Astrid masih bingung dan merasa lagi bermimpi. Astrid masih mengingat kejadian malam itu.


Astrid merasakan kasih sayang rangga dan astrid merasa nyaman disampingnya. Beda dengan waktu bersama dengan dimas, selalu ada keraguan.


Astrid memakai gaun merah marun, membuat pesona astrid semakin terpancar dengan kulitnya yang putih cerah. Astrid memakai parfum paforitnya ke seluruh tubuhnya.


Ranggapun mengetuk pintu kamarnya dan lalu berdiri disamping astrid. Astrid duduk di meja rias sambil memakai bedak dan lipbalm warna pink.

__ADS_1


Rangga mencium rambut basah astrid, tercium aroma shampo di rambut astrid. Rangga mengambil sisir dan menyisir lembut rambut panjang astrid dengan senyum manisnya.


Astrid hanya memandangi rangga dari kaca, dia tidak pernah mendapatkan perlakuan itu dari dimas. dimas hanya mementingkan egonya saja.


" sayang kamu cantik banget hari ini" rangga menarik tubuh astrid dan tubuh merekapun berhadapan. Rangga lagi-lagi mencium bibir astrid.


Pegawai villa mengetuk pintu kamar astrid untuk mengantar sarapan mereka.


"masuk aja..." pegawaipun masuk dan meletakkan sarapan mereka di meja.


Rangga masih saja memeluk dan mencium bibir astrid.


Mereka menikmati sarapannya dengan nikmat.


" sayangku... aku nanti mau pergi sebentar mau ketemu klien, ga apa-apakan kamu aku tinggal sendiri disini"


astrid hanya menggangguk saja, habis sarapan rangga pergi kekantornya untuk menghadiri meeting dengan klien baru.

__ADS_1


selama 2jam meeting dengan klien, ranggapun pergi ke mall ternama disitu.


Rangga pergi ke toko mas berlian, ranggga memilih cincin berlian sesuai ukuran astrid. Harganyapun cukup fantastis tapi demi cintanya pada astrid, harga cincin itu tidaklah seberapa baginya. Rangga sudah menyiapkan semuanya untuk segera melamar astrid


Pintu diketuk, astrid membukakan pintu kamarnya, dia pikir rangga yang datang ternyata dimas. Dimas terpesona dengan kecantikan astrid. dimaspun mendekati astrid dan ingin memeluknya karena rindu, kali ini dimas memberanikan dirinya meminta maaf kepada astrid.


"stop dimas, , jangan mendekatiku" langkah dimaspun terhenti. "kita diluar saja kalau ada yang ingin kamu bicarakan" akhirnya dimas dan astrid berjalan ketepi pantai, mereka berdiri sambil memandangi ombak di pantai.


Dimas hanya memandangi wajah astrid, dimas melihat astrid jauh berubah. astrid memalingkan wajahnya dan tidak ingin melihat wajah dimas sama sekali.


"astrid... aku minta maaf padamu, aku tau kesalahanku cukup fatal. aku ingin kamu memaafkan aku dan memberiku kesempatan yang kedua kalinya" dimas bersujud dihadapannya


"dimas... aku sudah memaafkanmu, jauh sebelum kamu minta maaf padaku" astrid menangisi nasibnya.


"dulu aku begitu sangat mencintaimu dan mempercayaimu tapi kamu menghianatiku dan sudah mempermalukan keluarga besarku. seandainya kamu berubahpun, mencintaimu justru menyakitkan bagiku, bukan membuatku bahagia karena perasaanku akan selalu mencurigaimu karena kepercayaanku kau nodai" Astrid berusaha tegar didepan dimas


"astrid.. aku mencintaimu, berikan aku kesempatan untuk memperbaikinya" dimas menangisi perbuatannya.

__ADS_1


"maaf dimas,,, hatiku terlalu sakit dan pintu hatiku sudah tertutup untukmu. aku berharap dengan perpisahan ini menjadi awal bagiku untuk menjalani kehidupan baruku. kita tidak berjodoh dimas, siapapun kelak jodoh kita, aku hanya berdoa semoga keluargamu bahagia" astrid akhirnya melepaskan semua bebannya.


"ini terakhir kalinya kamu menemuiku, sampai kapanpun jangan kamu ganggu hidupku lagi" astrid pergi meninggalkan dimas dipinggir pantai dengan mengeluarkan air matanya


__ADS_2