CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 43


__ADS_3

Rangga menikmati sarapannya dengan lahap. Rangga memandangi astrid hanya makan 2 sendok saja, rangga menambah porsi makan astrid lagi.


"Habisin makanannya sayang, lihat badanmu uda kurus makanya kamu gampang sakit!! Buruan sayang habisin makanannya, biar kamu kuat menerima kenyataan..."


"cieee.. gombal....!, tapi mulutku rasanya pahit"


"aku aja kalau sakit malah nambah makannya, makanya aku jarang sakit dan pasti cepat pulih kalau perut kita kenyang" akhirnya astrid dengan terpaksa menghabiskan makanannya dan meminum obatnya.


Mereka menghabiskan waktu dikamar saja, Astrid mencoba untuk istirahat di kamarnya. Rangga menyelesaikan pekerjaannya di laptopnya dan mengirimkannya via email


Rangga mencoba menelepon ayu " ayu... Astrid lagi sakit mungkin karena kelelahan, dia lagi istirahat di kamarnya. Jangan diganggu dulu, biar kamu yang handle semua. kalau bisa jangan sampai om dan tante tau ya biar ga khawatir" Akhirnya rangga menceritakan semua kejadian di bali dan bertemu dimas.


"Dimas itu ga tau diri banget ya, masih saja menunjukkan batang hidungnya. tapi memang aku akui selama putus dengan dimas, astrid menyibukkan dirinya dengan bekerja kadang ga makan, aku titip astrid ya rangga!!


Keduanyapun mengakhiri perbicaraan mereka.

__ADS_1


Rangga dan astrid sudah 4 hari di bali, hubungannya dengan astrid semakin dekat. Rangga memanggil manager yang kelola villanya melalui operator.


"Siang pak rangga, ada yang bisa saya bantu"


"saya mau makan malam spesial dengan astrid dan ingin melamarnya malam ini, bisa kamu atur supaya lebih romantis"


" siap pak... kami akan atur semuanya" sang managerpun kembali ke ruangannya dan menginstruksikan bawahannya.


Rangga masuk kekamar astrid dan memeluk astrid dari belakang dan mencium kepala astrid. "aku koq kangen terus ya sayang,,,, padahal baru berapa jam ga ketemu"


"daripada aku merayu wanita lain, mending kamu aku rayu" rangga mencium bibir astrid dan merekapun saling berbalas.


Rangga melepaskan ciumannya" kamu enak banget ya sayang, kamu itu yang pertama mencium bibirku ini. Harusnya kamu bahagia donk, kamu yang merawani bibirku ini" rangga mencium bibir astrid lagi.


"terus aku harus bilang wow... gitu! astrid menggoda rangga dan mencubit hidung mancungnya dan mendorong tubuh rangga. "aku susah napas,, badanku ketutupan karena badanmu yang gede"

__ADS_1


"Bilang aja kamu malu, malu... malu.. tapi mau" Rangga memeluknya lagi dari belakang. Rangga mendorong astrid duduk di tempat tidur dan meletakkan kepalanya di pangkuan astrid.


Rangga bermanja ria seperti anak kecil yang haus akan kasih sayang dari ibunya."sayang... nanti malam kita makan malam ya, kamu dandan yang cantik ya sayang" astrid hanya mengangguk dan mengelus kepala kekasihnya.


Dalam hati astrid masih terpintas masa lalunya dengan dimas yang tidak pernah memperlakukannya seperti itu. Dimas tidak memiliki jiwa romantis, hanya saja astrid yang selalu mengalah dan mencoba untuk mengerti tentang dimas.


Dimas tidak mau tau apa sebenarnya keinginan astrid selama ini dan jika mereka berantem kecil pasti astrid yang mengalah. Mengingat masa lalunya dengan mantannya membuat hatinya terluka lagi


Astrid menangis dan air matanya jatuh ke wajah Rangga. " kamu kenapa sayang... apa ucapanku salah" rangga duduk dan memeluk astrid.


"Bukan sayang.... aku menyesal kenapa tidak daridulu memilihmu" airmata itupun berurai." aku wanita bodoh dan memilih mencintai orang yang salah"


"ssssttt.... jangan menangis sayang, yang lalu biarlah berlalu. wanita baik seperti kamu pasti diberikan pria yang baik oleh Tuhan. Tuhan itu tak pernah tidur, pasti Dimas akan mendapat ganjarannya. Sekarang ada aku sayang yang akan selalu berada disampingmu. aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu sampai maut yang memisahkan kita" rangga mencium kening astrid dengan lembut


"mulai sekarang.. kamu jangan mengingat ataupun mengungkitnya lagi ya, harusnya kamu bersyukur sifat aslinya terbongkar. coba kalau kamu jadi nikah ama dimas, aku terpaksa harus menunggu kamu menjadi janda lagi" astrid mencubit pinggang rangga

__ADS_1


"benarkan sayang...bisa jadi perjaka tua donk hanya menunggu jandamu." rangga memeluk tubuh kecil astrid


__ADS_2