CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 44


__ADS_3

Sudah sore Astrid membersihkan dirinya, karena dari pagi dia tidak mandi. Astrid masih menebak apa yang akan dilakukan Rangga.


Astrid membasahi rambutnya yang panjang dengan shampo kemudian membilasnya dan lanjut memakaikan kondisioner. Astrid lumayan lama dikamar mandi, astrid manikmati air hangat yang membasahi semua tubuhnya dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Selesai mandi astrid mengeringkan rambutnya dan memakai makeup dan merapikan rambut panjangnya. Astrid memandangi tubuh dan wajahnya dikaca terlihat jelas tulang pipi dan lehernya lebih panjang.


"hmmmm... benar kata rangga, aku tambah kurus sekarang" gumam astrid


Sesaat Astrid memakai lipgloss warna pink di bibir, dia mengingat saat Rangga mencium bibirnya dan Astrid menikmatinya. " apakah aku sudah mulai menyukainya,,,??


Setelah selesai memakai make up, astrid memakaikan kalung kecil dilehernya dan dipadankan dengan dress warna kuning dengan motif bunga. Membuat auranya semakin cantik, ditambah rambut panjangya dikasi jepitan bermata berlian.


Sempat dulu terbersyit dipikiran astrid untuk memotong pendek rambutnya karena patah hati dihianati oleh dimas, akhirnya niatnya diurungkan karena terlalu jatuh cinta pada rambutnya yang hitam lebat.


Rangga memanggilnya dari luar dan astridpun keluar dari kamarnya. Rangga begitu terpesona dengan kecantikan dan keanggunan astrid dan memandanginya tanpa berkedip. Membuat astrid semakin salah tinggkah.


"hmmm... astrid kamu cantik malam ini" rangga bergumam dalam hati


"ganteng sekali kamu rangga, kamu terlihat gagah memakai setelan jas dan dasimu.hhhhmmmm.... aroma tubuhmu begitu menyejukkan hatiku. kenapa aku tidak menyadarinya daridulu ya, padahal aku mengenalimu sudah 10 tahun?? bergumam dalam hati.


"hhhmmmm... astrid kamu uda selesai memandangiku ??"rangga tersenyum melihat asrid memandanginya "astrid... apakah kamu sudah mulai mencintaiku" rangga bicara dalam hati.

__ADS_1


"oh.. iya"astrid kaget karena tersadar rangga memergokinya.


"astrid... aku mau kasih kejutan untukmu, matamu aku tutup dulu ya" sembari menutup mata astri dengan pita warna hitam.


"aku mau dibawa kemana,,,?? nanti aku jatuh karena ga bisa lihat jalan" astrid meraba-raba takut terjatuh dan memegang erat lengan rangga.


"uda diem bawel.... aku akan nuntun kamu, pokoknya kamu ikutin aku ya" rangga menuntun astrid berjalan


Rangga menuntun astrid kesebuah ruangan restoran yang sengaja di tutup untuk pengunjung dan khusus malam ini dipakai untuk mereka berdua.


Rangga menhentikan langkahnya dan menarik kursi dan mempersilahkan astrid untuk duduk. kemudian rangga membuka penutup mata, dan perlahan-lahan astrid membuka matanya.


Pelayan menyediakan menu yang sudah Rangga pesan dan minuman anggur untuk mereka berdua. Suara musik yang lembut membuat suasana semakin romantis.


Selesai menikmati hidangan penutup, rangga menghampiri astrid dan bersujud didepan astrid dan menyodorkan cincin untuknya.


"sayang.... maukah kamu menikah denganku dan menemaniku sampai rambut ini memutih?? Astrid hanya mengangguk tanda setuju.


Kemudian rangga memakaikan cincin ke jari manisnya dan mencium tangan astrid. Airmata bahagiapun keluar membasahi pipi astrid.


"kamu koq nangis sayang.."Rangga mencium kening astrid

__ADS_1


"aku menangis karena terharu.... makasih sayang, jangan pernah berubah untuk tetap mencintaiku" Rangga dan astrid saling berpelukan karena bahagia.


Rangga dan astrid akhirnya berciuman dan menikmati suasana romantis. Akhirnya Rangga bernapas lega karena astrid menerima lamarannya.


Setelah selesai acaranya, rangga mengantarkan astrid kekamarnya. Wajah rangga yang ceria, merasa berat meninggalkan astrid lalu dia memeluk erat astrid dan mencium keningnya


"sayang.... terimakasih sudah menerimaku, aku janji akan selalu setia menjagamu dan mencintaimu" Rangga mencium bibir calon istrinya


"aku sudah tak sabar ingin segera menikah denganmu sayang, karena sudah terlalu lama aku menunggumu"


Rangga mencium bibir astrid dengan lembut.


"oh.. ya sayang, kita langsung aja pulang besok ya, aku ingin membicarakan berita baik ini dengan om dan tante" sambil memeluk astrid dan astrid mengangguk mengikuti perintah kekasihnya.


Ranggapun kembali kekamarnya dengan wajah sumbringah "Terimakasih Tuhan akhirnya Astrid menerima cintaku, semoga lancar sampai ke pernikahan" rangga berdoa dengan sungguh-sungguh.


Sedangkan astrid masih memandangi dirinya di depan kaca dan melihat cincin melingkar di jari manisnya. "Tuhan apakah Rangga jodohku??jika dia memang jodohku, lancarkanlah sampai kepernikahan"astrid berdoa dan mengaminkan agar berjodoh dengan rangga"


Airmata itupun mengalir membasahi pipinya. "Seandainya aku dari dulu memilih rangga mungkin aku tidak tersakiti". "kenapa cintaku begitu rumit, selama ini aku mencintai orang yang salah, padahal orang yang ada didepanku selama ini benar-benar tulus mencintaiku" astrid menyesali perbuatannya.


Malam ini hanyalah milik rangga dan astrid yang lainnya hanya menumpang saja. Perjalanan cinta itu memang rumit, harusnya cinta itu membahagiakan tetapi jika berada di tempat yang salah akan saling menyakiti. Cinta rangga untuk astrid tidak pernah salah, hanya waktu saja yang belum tepat.

__ADS_1


__ADS_2