CINTAKU YANG RUMIT

CINTAKU YANG RUMIT
Bab 41


__ADS_3

Rangga sudah tak sabar pulang kevilla ingin bertemu dengan astrid, baru setengah hari tidak bertemu serasa sudah setahun.


Rangga kekamarnya dan menyimpan cincin yang akan diberikan pada astrid. Rangga mengetuk kamar astrid tidak ada sahutan sama sekali.


Rangga membuka kamar astrid, tapi astrid tidak ada hanya ponsel pribadi astrid yang tergeletak di tempat tidur. Rangga keluar dari villa mencari astrid. Rangga takut kalau astrid akan meninggalkannya dan memilih dimas untuk kembali kepelukanya.


Rangga menyusuri jalanan menuju pinggir pantai dengan hati gelisah, dari jauh rangga melihat astrid dan dimas sedang berdiri dipinggir pantai. Rangga menghentikan langkahnya dan hanya memandangi punggung astrid.


Rasa sakit dan cemburunya sudah tak terbendung lagi dikala melihat wanita yang dicintainya berdiri dengan mantannya yaitu dimas. Rangga melihat dimas bersujud, dan astrid meninggalkan dimas di pinggir pantai.


Rangga tidak tau persis apa yang dibicarakan astrid dan dimas. Astrid tidak melihat kalau rangga bersembunyi di balik pohon rimbun itu. dari kejauhan Rangga hanya memastikan astrid masuk kedalam kamarnya lagi. Dimas masih saja disana menyesali perbuatannya selama ini.


Dimas akhirnya pergi ke kamarnya dan membenahi semua barangnya, dia sudah siap dengan konsekuensinya jika astrid tidak akan pernah kembali lagi kepelukannya.


Rangga kembali kekamarnya, dia hanya termenung melihat situasi astrid yang semakin rumit. Rangga mengurungkan niatnya untuk melamar astrid, menunggu waktu yang tepat.

__ADS_1


Sesekali rangga mendengar tangisan astrid dikamarnya. tapi rangga mengurungkan niatnya dan membiarkan astrid sendiri dikamarnya.


" baru 3 hari disini, hanya gara- gara dimas, semua jadi kacau. astrid tadinya sudah ceria jadi terluka lagi gara-gara dimas.


Dimas akhirnya memutuskan untuk kembali kejakarta malam itu juga. Dimas mengutuki perbuatannya dan menyesali perbuatannya.


"semoga kamu bahagia astrid, siapapun pria itu aku mendoakanmu, semoga engkau mendapatkan pria yang benar- benar mencintai dan menyanyagimu.


Dimaspun pergi kebandara dan meninggalkan kota bali. Karena seharian diluar, Rangga akhirnya mandi karena sudah pukul 6:00 sore dan astrid belum juga keluar dari kamarnya.


Rangga membuka laptopnya sambil memeriksa email masuk dan mengerjakan beberapa kerjaan kantor. Rangga melihat jarum jam sudah pukul 08:00, astrid belum keluar juga. Rangga keluar dari kamarnya dan melihat kamar astrid masih gelap gulita.


Rangga akhirnya membuka paksa pintu kamar mandi, ternyata astrid jatuh pingsan. Rangga mematikan showernya, dan memeluk tubuh astrid yang jatuh pingsan. Tubuhnya panas tinggi dan belum sadarkan diri, karena panik rangga memanggil pegawainya agar memanggil dokter.


Rangga menyuruh pegawai wanita mengganti baju astrid yang basah karena air dan menggantikan baju yang sudah disiapkan Rangga. Rangga baru pertama kali menyiapkan segala keperluan wanita.

__ADS_1


Rangga mondar-mandir menunggu dokter yang tak kunjung datang juga.


"pak.. baju ibu astrid sudah kami ganti" kedua pegawai wanita itupun pamit pergi. Dokterpun tiba di villa dan memeriksa tubuh astrid. Kemudian dokter memberikan resep untuk diminum.


"bagaimana keadaannya dokter, apa harus dirawat dirumah sakit" rangga khawatir dengan keadaan astrid.


"ibu astrid hanya demam biasa saja akibat kelelahan dan stress. sepertinya ibu astrid punya masalah pribadi dan makannya tidak teratur, saya sarankan diminum obatnya dan istirahat yang cukup" dokter keluar dari kamar astrid.


"saya pamit pulang ya pak rangga", dokter itupun pergi


"makasi dokter" ranggapun kekamar dan memandangi wajah astrid.


Astrid sudah sadar dan rangga membantu astrid duduk bersandar di bantal.Astrid kaget lihat bajunya sudah diganti pakai baju tidur, dan melihat pakaian dalamnya.


"kamu yang ganti baju aku" Astrid memandangi bajunya dan menatap rangga.

__ADS_1


"tadi kamu pingsan dikamar mandi, jadi aku suruh 2 org pegawai wanita, untuk ganti bajumu karena basah" astrid napas lega.


"kamu makan dulu ya biar minum obat" rangga menyuapi astrid makan dengan sabar dan memberikan resep dokter untuk minum.


__ADS_2