
Sering Diam-diam dimas datang kerumah astrid dan sengaja parkir didepan rumahnya hanya ingin melihat astrid dari jauh. semakin hancur hatinya, mengingat kesalahannya.
Apalagi melihat astrid bersama rangga, semakin hancur hatinya. Dimas menelepon Yuli dalam keadaan mabuk
" yuli... sory gangguin kamu ama andi" yuli dan andi kaget melihat temannya jauh berubah.
" kamu mabuk ya" kata andi di video call
" andi.. astrid benar-benar uda melupakan aku ya" dimas menangis
"bukannya kamu yang memilih wulan dan meninggalkan astrid, kamu jahat dimas" yuli marah kepada dimas karena menghianati temannya.
"semakin aku berusaha melupakan astrid, semakin dalam cintaku padanya. aku akui aku salah dan tidak pantas untuknya" dimas menyesali perbuatannya
"nasi sudah menjadi bubur dimas, sekarang belajar move on, mungkin kalian tidak berjodoh. kamu ga taukan begitu hancurnya hati astrid kamu buat" yuli tidak terima jika astrid memberinya kesempatan untuk kedua kalinya.
"aku tau,,, makin hancur hatiku melihat astrid bersama rangga" dimas mengusap air matanya dan mengacak rambutnya
"sepertinya astrid uda move on dan dia sudah melupakanmu, Selama astrid terpuru, hanya rangga yang selalu menghiburnya"
"aku ingin sekali minta maaf sama astrid"
"dimas.. astrid minggu ini ke bali ada acara peresmian kantor cabang baru rangga, kebetulan astrid rekan kerjanya juga." yuli beri kesempatan dimas bertemu astrid
__ADS_1
kemudian dimas booking tiket pesawatnya ke bali, dimas hanya berniat bertemu astrid saja.
Wulan semakin kesal dengan perubahan sikap dimas, mereka sering ribut hanya karena masalah sepele. Wulan dan dimas punya sifat keras kepala dan tidak ada yang mau mengalah.
Setiap winda menyakan masalah dimas, dimas hanya menghindar. Kadang winda menangis melihat kehancuran anaknya karena kesalahan dimas sendiri.
Emosi dimas juga semakin tidak labil, kadang banyak termenung. untuk mengalihkan semuanya dimas menghabiskan malamnya minum alkohol dan merokok.
jam 8 pagi astrid dan rangga sudah dipesawat menuju bali. semua pekerjaannya di handle oleh ayu. Sesampainya dibali mereka sudah dijemput supir menuju villa milik rangga persis di dekat pantai kuta bali.
Pegawai villa menunjukkan kamar astrid persis sebelah kamar rangga. semua fasilitas kamar adalah VIP. asisten rangga sudah menyiapkan acara peresmiannya besok, Fery dan ivonne orangtua rangga akan datang besok pagi dan berangkat lagi ke singapore"
Rangga jarang ketemu orang tuanya karena fery masih mengurusi bisnis yang dirintisnya. Astrid rebahan dikamarnya menikmati fasilitas villa milik rangga. sudah lama dia tidak le bali, terakhir liburan dengan orangtuanya 2 tahun lalu.
"astrid.. kita jalan-jalan pinggil pantai. kita kesini bukan untuk tiduran!! astrid bangun dari tempat tidurnya dan mereka keliling pinggir pantai.
"mendengar suara ombak pantai serasa damai ya, tidak seperti dijakarta sumpeknya minta ampun" rangga memesan air kelapa muda dan cemilan untuk mereka berdua
Astrid duduk di kursi sambil memandang pantai. masih lama lagi sore ya aku mau lihat matahari turun.
air kelapa pun tiba dan astrid langsung meminumnya dan menarik napas panjang.
Astrid meninggalkan sendal jepitnya, dan membiarkan kakinya telanjang menginjak butiran pasir. astrid menikmati hempasan ombak di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Astrid menangis dan teriak sekencangnya, tidak ada yang mendengar teriakan itu hanya rangga saja.
" dimas... kamu brengsek" astrid menangis lagi
Rangga hanya memandangi punggung astrid. astrid membiarkan tubuh kecilnya di terjang ombak pantai yang membuatnya terhempas.
Rangga hanya memakai celana pendek dan menghampiri astrid. Astrid duduk meletakkan tubuhnya diatas ban dalam yang disediakan villa dan rangga membawanya ke area pantai lebih dalam.
Sejenak mereka lupa segala beban dan waktunya untuk refresing. mereka tertawa karena ombak yang besar membuat tubuh astrid tersapu ombak ketepi pantai.
Rangga dorong tubuh astrid ke yang lebih dalam lagi, ternyata ombaknya lebih besar sehingga tubuh astrid dan rangga tersapu ombak.
Tubuh astrid menimpa tubuh rangga dan astrid reflek memeluk dada bidang rangga membuat wajah mereka berhadapan dan mata mereka saling menatap. Astrid salah tingkah dan pergi meninggalkan rangga di pantai.
Sudah 3 jam astrid belum keluar juga dari kamarnya. Astrid masih enggan bertemu rangga karena kejadian dipantai. Kenapa perasaannya akhir-akhir ini beda setiap melihat rangga.
Rangga mencoba melihat kamar astrid tapi astrid belum keluar juga. karena penasaran rangga mengetuk kamar astrid. "astrid... buka pintunya donk" astrid membuka pintunya lalu ranggga masuk kekamar astrid.
Tanpa sungkan rangga menjatuhkan tubuhnya di kasur astrid, karena postur badan rangga tinggi besar dan tidurnya terlentang. membuat mata astrid terbelalak dan menelan air ludahnya.
Astrid baru menyadari kalau rangga pria perfec. Astrid duduk di pojok tempat tidur karena rangga sudah menguasai tempat tidurnya dan jantungya makin berdetak kencang "kita keliling ya naik mobil, kali ini kita wisata kuliner" rangga membalik tubuhnya dan menghadap tubuh astrid.
Astrid langsung berdiri untuk menghindari rangga. lalu keduanya pergi mengelilingi kota itu sekalian wisata kuliner.
__ADS_1