
"Non, mau kemana?" kejar bi Ita.Dia segera berlari saat mendengar teriakan Cleo.
"Bi, aku harus menghentikan Sandra." ucapnya, lalu mencoba untuk menyusul Sandra.
"Non, aduh! Pelan-pelan atuh!" bi Ita panik saat melihat Cleo yang berjalan cukup cepat dengan tongkat yang ada di tangannya.
"Tuh, kan! Sandra keburu pergi." ucapnya. "Pak Zaki dimana, Bi?" tanyanya.
"Itu lagi sama Aming." tunjuknya.
"Pak! Pak Zaki!!" teriak Cleo.
"Pak, dipanggil tuh!" Aming menepuk pundak pak Zaki. Beliau segera berlari saat melihat Cleo memanggilnya.
"Ada apa, Non?" tanyanya.
"Pak, tolong anter Cleo ke jalan Anggrek V." ujarnya.
"Mau kemana, Non?" tanya bi Ita.
"Aku harus ke rumah Nayla, Bi. Aku harus menghentikan Sandra." Cleo masuk ke mobil.
"Tapi, Non, tuan sudah bilang untuk tidak kemana-mana." bi Ita mengingatkan pesan Adam.
"Ini penting, Bi! Ayo! Jalan, Pak!" ucapnya. Pak Zaki segera menginjak rem dan mobil meninggalkan rumah mewah itu.
"Aduh, ini kalau tuan tahu bisa marah." Bi Ita terlihat panik. Sejak jauh hari Adam sudah berpesan untuk melarang Cleo bertemu dengan Nayla.
"Cepat sedikit, Pak!" pak Zaki menambah laju kendaraannya.
"TOK TOK TOK." Sandra sampai terlebih dahulu. Dia mengetuk pintu rumah Nayla berkali-kali tapi belum terlihat keberadaan Nayla. Sementara Aisyah, saat ini sedang berada di rumah Sandra.
"Kemana dia?" Sandra mengetuk kembali pintu rumah berwarna biru itu.
"Cari siapa, Neng?" tanya tetangga sebelah rumah Nayla.
"Nayla. Apa dia ada di rumah?" tanya Sandra.
"Oh, Nayla baru saja pergi!" jawabnya.
"Kemana?"
"Katanya sih mau lihat kampus." setelah mengatakan itu wanita tadi kembali maauk ke rumahnya.
"Sial!!" Sandra menendang pintu rumah Nayla.
__ADS_1
"Sandra!" dia menoleh dan mendapati Cleo sudah berdiri di belakangnya.
"Apa yang lo lakuin disini?" tanya Sandra yang terkejut dengam keberadaan Cleo.
"Harusnya aku yang nanya begitu. Ngapain kamu disini?"
"Gue harus kasih tau dia kelakuan busuk ibunya." jawab Sandra ketus.
"Ssstt, jangan kencang-kencang! Gak baik di dengar orang." Cleo mencoba menghentikannya.
"Biar aja! Biar orang-orang pada tahu gimana busuknya keluarga ini." bukannya berhenti, Sandra malah menaikan nada suaranya.
"Ayo, ikut aku!" Cleo mengajaknya untuk pergi dari sana. "Sandra, Ayo!" ulangnya saat Sandra masih berdiri di depan pintu rumah Nayla. Dengan langkah gontai Sandra mengikuti Cleo. Mereka berjalan menyusuri gang sempit itu untuk sampai ke mobil.
"Pak, Cleo pulang bareng teman ya!" pak Zaki mengangguk, kemudian segera pergi dari sana. "Ayo, kita pergi!" ucap Cleo saat sudah berada di mobil Sandra.
"Tapi, kita mau kemana?" tanya Sandra.
"Udah, jalan aja dulu! Nanti juga kamu tahu." Sandra mengikuti perkataan Cleo. Hingga sampailah mereka di mall tempat mereka pergi sebelumnya.
"Kenapa kesini?" tanya Sandra.
"Kamu lagi kesalkan?" tanya Cleo, Sandra mengangguk.
"Kalau begitu, ayo! Bukankah, kamu bilang kalau kesal kita harus melampiaskan pada sesuatu?" Cleo tersenyum, Sandra mengerti apa yang dimaksud olehnya.
"Nah, kebetulan itu lagi kosong!" Sandra berlari menuju mainan favoritnya. Setelah membeli coin, dia mulai melampiaskan amarahnya pada benda yang ada didepannya. Sandra terus memukul bantalan itu, bahkan dia sampai mengunakan sikunya. Cleo terus memperhatikannya.
"Sudah puas?" tanya Cleo saat melihat Sandra berhenti.
"Belum. Gue haus!" Sandra memegang tenggorokannya.
"Es krim gimana?" tanya Cleo.
"Ok." mereka berjalan menuju stand ice cream.
"Coklat, Pak!" pesan Sandra. "Lo?"
"Aku, coklat vanila." mereka menunggu sekitar 10 menit, setelah itu mereka sudah sibuk menjilati es krim yang ada ditangan masing-masing. "Duduk disana, Yuk!" Cleo menunjuk kursi kosong yang ada di pinggir pagar pembatas mall.
"Cleo, Awas!" Sandra berteriak saat melihat ada pengunjung yang mendorong troli yang penuh dengan barang. Cleo yang kaget segera menghindar, tapi sayang tongkatnya terjatuh.
"Aaghh!!" Cleo berteriak saat tubuhnya terhuyung ke belakang. Dia membuka mata saat merasakan ada yang menangkap tubuhnya. Mata biru itu sedang menatap tajam ke arahnya.
"Lo, punya mata gak?" Cleo segera tersadar saat ini dia bersama dengan siapa.
__ADS_1
"Lepasin, Gue!" teriaknya.
"Lo yakin mau gue lepasin?" Andreas menoleh ke arah kakinya. Cleo terdiam, kemudian Andreas membantunya berdiri.
"Cle, lo gak apa-apa?" Sandra mengambilkan tongkatnya dan memberikan pada Cleo.
"Aku baik-baik aja." jawab Cleo.
"Makanya kalau jalan itu pakai mata. Dasar bocah ingusan!" ledek Andreas.
"Hey, bule cabul! Kalau ngomong itu yang sopan. Bukan gue yang salah." seperti biasa tiap kali bertemu Andreas bawaan Cleo emosi terus.
"Gak salah apanya? Udah jelas-jelas mata lo ke es krim mulu. Makanya gak bisa ngelihat gue bawa barang sebanyak ini. Dasar tengil!" Andreas terus saja membuat Cleo kesal. Dia mulai mengumpul barangnya yang berserakan di lantai.
"Lo ...!?" Cleo ingin menendangnya tapi Sandra menghentikannya.
"Udah, Cle!" ucao Sandra.
"Kenapa kamu ngelarang aku? Asal kamu tahu, tiap aku ketemu nih orang aku kena sial mulu." Cleo menunjuk Andreas yang masih berdiri dihadapannya.
"Gue yang sial! Lo gak lihat barang gue berantakan semua?" bentaknya.
"Salah lo sendiri! Kenapa bawa barang sebanyak itu." Cleo tidak mau mengalah. Sandra menutup wajahnya saat melihat mereka sedang menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya.
"Lo kan tahu ini mall. Terserah gue mau bawa barang sebanyak apa." balasnya.
"Ih, bisa mati muda gue ngehadapin orang kayak lo." Cleo mengajak Sandra untuk pergi dari sana.
"Dasar bocah ingusan! Pantesan aja kali lo gak sembuh-sembuh. Kelakuan kayak cacing kepanasan sih." Cleo berbalik saat mendengar perkataannya.
"Apa lo kata?" tanya Cleo.
"Apa? Udah sana pergi. Gue malas banget didekatin bocil kayak lo." Andreas mengibas-ngibaskan tangannya. Dia sedikit membungkuk untul meraih kardus yang masih berada di lantai.
"BLEPPP." Andreas kaget saat merasakan kepalanya basah. Dia menyentuh kepalanya dan mendapati corn es krim bertengger disana dan lelehan es memenuhi kepalanya.
"Lo!!!" Andreas berdiri dan berbalik ke belakang.
"Rasain, Lo! Bule cabul!!" teriak Cleo yang sudah berada di dalam lift. Andreas berusaha mengejarnya, tapi lift itu sudah keburu tertutup.
"Aagghh, sialan!!" dia melempar corn es krim yang ada ditangannya. "Awas saja kalau aku bertemu dengannya lagi." ancamnya. Dia kembali ke tempat barang-barangnya. Orang-orang yang berpapasan dengannya pada tersenyum, saat melihat kepalanya yang dipenuhi es krim coklat dan vanila.
"Cle,lo jahil banget sih?" ucap Sandra saat mereka sampai di basement.
"Biarin aja! Orang kayak dia gak bisa dibaikin." ucapnya. Mobil Sandra meninggalkan mall tersebut.
__ADS_1
"Sialan! Aku pasti akan membalasmu!" walaupun sudah di mobil, Andreas masih saja terus memaki Cleo.
~tbc