
"Kenap dengan mereka? Siapa cowok itu?" Vero yang baru saja menerima pesanan mereka heran saat melihat ada cowok lain di meja mereka.
"Kenapa?" tanya Sandra.
"Itu siapa?" Vero mengarahkan pandangannya ke Kiano dan Cleo.
"Itukan ...?" Sandra juga terlihat bingung.
"Lo, kenal?" tanya Vero, tapi Sandra tidak mengubrisnya.
"Dia pacar kamu, Cle?" tanya Kian.
"Nggak!" jawabnya ketus.
"Sayang, kamu gak boleh ngomong begitu. Aku tahu kamu masih marah padaku. Jangan marah lagi ya!" ucapnya, Cleo semakin bingung dengan apa yang Andreas lakukan saat ini.
"Apaan sih?" Cleo terlihat risih. "Lepasin. aku!" Cleo menyingkirkan tangan Andreas dari bahunya.
"Sayang, kenapa kamu begini?" Andreas kembali meletakkan tangannya di bahu Cleo.
"Udah pergi sana." usirnya.
"Kenapa? Kamu malu kalau ketahuan pacaran sama temanmu?" tanya Andreas . Cleo menatap ke arah tangan Andreas yang masih berada di bahunya.
"Pergi gak?" ancamnya.
"Hey, Kamu siapa? Lepasin dia!" Kiano yang melihat Cleo gak nyaman mulai emosi.
"Kamu yang siapa?" Andreas menatap tajam ke arahnya. "Aku sedang bicara dengannya. Kamu jangan ikut campur!" Dia terlihat marah.
"Lo bisa gak jangan ganggu gue? Apa belum puas kemarin lo ngerjai gue?" Cleo sedikit berteriak.
"Sayang, kamu jangan marah-marah lagi dong. Malu dilihatin orang! Ok, aku pergi! Tapi, janji jangan marah laginya!" Andreas melepaskan tangannya dari Cleo. Dia segera berdiri. "Ups, kelupaan!" ucapnya. "Cup!" Andreas mengecup pipi Cleo. "Rasain, lo!" setelah membisikkan itu Andreas segera meninggalkan Cleo yang masih terbengong. Dia buru-buru keluar, sebelum Cleo meneriakinya.
"Jadi, dia pacarmu, Cle?" suara Kiano membuatnya tersadar.
"Hah, i-itu ... D-dia ..."
"Wow! Cleopatra, siapa cowok tadi? Pacarmu?" Vero yang melihat semuanya terlihat antusias menanyai Cleo. Sandra hanya menatapnya tanpa mengatakan apapun.
"I-itu ..." Cleo terbata.
"Kalau pacarnya emang kenapa?" tanya Sandra.
"Yah, gue gak nyangka aja Cleopatra cewek terbaik di sekolah kita ternyata punya pacar bule begitu." jawabnya.
"Itu gak ada kaitannya. Udah mendingan kita makan." Sandra melirik ke arah Kiano yang terlihat kecewa. Cleo tidak banyak bersuara. Bahkan, paha ayam yang didepannya tidak habis disantap olehnya.
"Dasar bule cabul! Berani-beraninya dia menciumku di depan umum?" wajah Cleo masih memerah.
πππ
"Tadi itu siapa?" tanya Yuda saat mereka dalam perjalanan pulang.
"Bukan siapa-siapa." jawabnya.
"Lo, yakin?" tanyanya.
"Iya." jawabnya.
"Terus kalau dia bukan siapa-siapa lo. Ngapain lo pakai menciumnya segala?" Yuda masih bingung dengan apa yang terjadi barusan.
__ADS_1
"Itu hukuman yang setimpal untuknya." Andreas terlihat cuek.
"Cass, jangan bilang dia bocah yang lo ceritain kemarin?" tebaknya.
"Iya, itu dia!"
"Gila, cakep banget! Yakin lo gak naksir, Bro?" Yuda mengakui kecantikan Cleo.
"Tidak akan pernah. Gue gak akan pernah naksir sama cewek model begitu." jawabnya lagi.
"Awas lo! Gue sumpahin lo cinta mati sama tu cewek." Andreas menatap ke arahnya dengan mata membara.
"Aku tidak akan pernah jantuh cinta sama bocah ingusan itu." tegasnya.
"Yah, semoga saja ucapan lo benar. Kalau itu gue, mungkin saat ini gue udah happy punya pacar secantik itu." Yuda kembali membayangkan wajah cantik Cleo.
"Ya udah sana, kamu pepet. Tapi, aku yakin belum apa-apa kamu pasti ditolak." Andreas terbahak setelah mengatakan itu.
"Tapi, lo beruntung banget." ucapnya.
"Beruntung kenapa?" tanyanya.
"Bisa merasakan pipi semulus itu." jawabnya. Andreas hanya bisa tersenyum.
πππ
"Kalau gitu kita balik duluan." ucap Sandra.
"Ok." jawab Kian.
"Aku duluan ya!" Kiano memgangguk. "Ayo, San?" ajaknya.
"Iya, memangnya kenapa?" tanyanya.
"Lo, yakin?" tanyanya lagi.
"Gue hanya kaget, ternyata dia sudah punya pacar." pandangan Kiano terlihat kosong.
"Ya udah, Bro! Lupakan saja!" Vero mengajaknya pergi dari sana.
"Lo gak mau ngomong sesuatu, Cle?" tanya Sandra saat mereka ada di mobil.
"Apa?" tanya Cleo.
"Tentang yang terjadi di restoran tadi." ucapnya. "Dia si bule cabulkan?" tanya Sandra. Cleo mengangguk lemah. "Kenapa dia melakukan itu padamu?" Sandra menoleh sekilas padanya.
"Aku juga nggak tahu!" Cleo juga bingung.
"Memangnya apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya, dia juga penasaran dengan apa yang Kiano dan Cleo bicarakan.
"Sebenarnya tadi Kiano menyatakan perasaannya padaku." Sandra menggerem mendadak mobilnya.
"San, kamu apa-apaan sih?" tanya Cleo.
"Maaf, maaf, aku kaget." ucapnya.
"Lalu?" tanyanya sambil kembali melajukan mobilnya.
"Sebelum aku bisa menjawabnya, si bule cabul itu keburu datang dan membuat keributan disana." wajah Cleo kembali kesal mengingat kejadian tadi.
"Memangnya apa yang dia katakan?" tanyanya.
__ADS_1
"Dia bilang kalau aku ini pacarnya. Dan, seperti yang kamu lihat tadi." ucapnya.
"Lo, serius?" Sandra terbahak.
"Kamu kenapa malah ngetawain aku?" Cleo kembali cemberut.
"Ya abis gue bingung harus ngomong apa. Tapi, kok bisa-bisanya dia ngelakuin itu ke lo?" Sandra masih saja tertawa.
"Udah ah, aku gak mau bahas dia lagi. Bikin kesal aja." ucapnya. Mereka sampai di rumah Cleo, Sandra menghentikan mobilnya.
"Yuk, masuk!" ajak Cleo.
"Gue langsung balik aja." tolaknya.
"Cle!" panggilnya saat Cleo akan keluar.
"Apa?" Cleo kembali duduk.
"Apa gue boleh nanya sesuatu?" dari suaranya Sandra terlihat serius.
"Apa?" tanya Cleo.
"Sebenarnya lo naksir Kiano gak sih?" Cleo menoleh padanya. "Maksud gue, kalau gak ada si bule cabul, lo bakal terima dia?" Sandra menunggu jawabnya.
"Aku menganggap Kiano gak lebih dari seorang teman." jawabnya.
"Lo, yakin?" Sandra terlihat ragu.
"Iya." ucapnya.
"Tapi, Kiano itu cowok yang sempurna. Siapa saja pasti jatuh hati padanya." ujarnya.
"Termasuk kamu?" Sandra terkejut. "Aku tahu kamu juga menyukai dia." Sandra tersipu malu.
"Kamu tenang aja, aku gak punya perasaan lebih padanya." Cleo kembali menegaskan padanya.
"Apa lo melakukan ini karena tahu gue menyukai Kian?"
"Nggak! Aku hanya menganggapnya teman, bukan karena menjaga perasaanmu. Dari awal aku belum tertarik untuk pacaran. Belum ada yang mampu membuat jantungku berdebar." candanya, Sandra tertawa.
"Gue tahu siapa yang bisa buat jantung lo berdebar gak karuan." timpalnya.
"Siapa?" tanyanya.
"Si bule cabul!" Cleo memukul tangan Sandra.
"Kalau sama dia, gue bukannya berdebar karena jatuh hati, tapi berdebar karena pengen nonjok dia." Sandra kembali terbahak.
"Ya udah, gue pulang dulu!" ucapnya. Cleo turun dan Sandra segera mengeluarkan mobilnya dari sana.
"Syukurlah! Aku kira Cleo tertarik pada Kian." Sandra sumringah.
"PRANG!!" Nayla membuang barang-barang yang ada di kamarnya.
"Aku membencimu, Cleo!!'" teriaknya.
Saat Cleo dan Kiano berada di restoran tadi, Nayla melihat mereka. Nayla terus memperhatikan mereka dari kejauhan. Hatinya begitu hancur menyaksikan cowok yang dia sukai sedang berduaan dengan temannya sendiri. Nayla yang tidak kuasa menahan rasa cemburunya, segera pergi dari mall itu, sebelum dia melihat adegan Andreas dan Cleo tadi.
"Gue bakal buat perhitungan dengan cewek munafik kayak lo." cemburu membuat Nayla terbakar amarah.
~tbc
__ADS_1