CLEO & CASSANO ( Love In Hospital )

CLEO & CASSANO ( Love In Hospital )
BAB 24


__ADS_3

"Kalau begitu aku pulang dulu." ucap Cleo.


"Biar gue antar sampai depan." jawab Sandra.


"Mari, Om, Tante" Cleo berpamitan, matanya menatap lekat Aisyah. Setelah itu dia berjalan menuju pintu keluar.


"Sebentar, Mas!" Aisyah mengejar Cleo keluar. "Cleo, tunggu!" panggilnya saat melihat Cleo yang baru saja naik ke motor.


"Mau apa, Lo?" tanya Sandra.


"Mama mau bicara dengan Cleo." jawabnya.


"Cihh!! Lo bukan mama gue!" Sandra terlihat kesal.


"Cleo, bisa kita bicara sebentar?" Cleo menatap Sandra.


"Baiklah, tante!" jawabnya.


"Gue masuk ya! Lo, jangan mau tertipu dengan bujuk rayunya. Dia ini wanita murahan." Sandra terus saja mengelurkan kata-kata kasar, tapi Aisyah tetap saja diam.


"Ada apa, Tante?" tanya Cleo tanpa turun dari motornya. Dia mulai mengubah panggilannya pada Aisyah.


"Cleo, apa yang kamu lihat tadi tante bisa jelaskan." ujarnya, dahi Cleo mengerinyit.


"Maksudnya?" tanyanya.


"Itu, tante dan papanya Sandra, kami ..." Dia terlihat kesulitan untuk mengatakan menjelaskan pada Cleo.


"Maaf, Tante, tapi apa yang terjadi pada tante dan papanya Sandra, itu bukan urusanku." Aisyah terlihat lega.


"Syukurlah! Tante harap kamu tidak mengatakan apapun pada Nayla." pintanya.


"Aku tidak akan ikut campur dengan kehidupan pribadi tante." jawabnya.


"Baiklah, terima kasih." Aisyah tersenyum padanya.


"Kalau begitu, aku pulang dulu!" Aisyah mengangguk dan Cleo segera meninggalkan rumah itu.


Sepanjang jalan dia masih mengingat apa yang terjadi di rumah Sandra. Dia benar-benar tidak menyangka, Aisyah yang lembut dan baik bisa melakukan itu pada Sandra dan mamanya.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Jalan, Yuk!" pagi sekali Sandra sudah tiba di rumahnya. Entah bagaimana mereka bisa menjadi dekat.


"Kemana?" tanya Cleo.


"Nonton. Gue bosan di rumah." jawabnya lagi.


"Boleh, Ayo!" setelah pamitan pada bi Ita, mereka menuju Puri Mall.


"Mau popcorn gak?" tanya Cleo saat mereka sedang mengantri.


"Boleh, sekalian sama minum ya."


"Ok." Cleo berjalan untuk memesannya.


"Cleo!!" dia menoleh saat seseorang memanggil namanya. Terlihat Kiano dan Vero berjalan menghampirinya.


"Kamu disini juga?" tanya Kian.


"Iya." Cleo membayar pesanannya.


"Sama siapa?" tanyanya.

__ADS_1


"Tuh." karena kedua tangannya berisi, Cleo hanya mengarahkan pandangannya ke Sandra yang sedang berjalan ke arah mereka.


"Kamu?" Kiano terlihat bingung.


"Kenapa?" Sandra mengambil minumannya dari tangan Cleo.


"Sejak kapan kalian akur?" tanya Kian, Vero tertawa.


"Sejak manusia bertopeng pergi dari hidup Cleo." Sandra mulai asal.


"Hus!!" Cleo menghentikannya.


"Kalian ngapain disini?" tanya Sandra.


"Sama seperti kalian. Lo udah beli tiket?" tanya Kian pada Vero.


"Belumlah, lo'kan lihat dari tadi gue disini." jawabnya.


"Ya sudah sana beli dulu." ucapnya.


"Lo di kursi berapa, San? Biar kita barengan." tanya Vero. Sandra memberitahu nomor kursinya, dan Vero segera meninggalkan mereka.


"Udah mau mulai tuh, masuk yuk!" ajak Kiano pada yang lain. Mereka berjalan bersama. Kiano terlihat senang karena sikap Cleo tidak berubah sama sekali.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Hey, Cass, mau kemana?" Yuda berlari mengejarnya.


"Mall." jawabnya.


"Gue ikut dong!" Yuda berdiri di depan mobilnya.


"Emang lo gak dinas?" tanyanya.


"Lo mau cari apa?" tanya Yuda begitu mereka keluar dari apartemen.


"Cari pacar!" jawabnya asal. Yuda tertawa. "Apa yang lucu?" tanyanya.


"Lo ya, nama lo aja yang Cassanova tapi pacar aja nggak punya." ledeknya.


"Siapa bilang gue gak punya pacar?" Andreas menatapnya tajam.


"Satu rumah sakit tahu siapa lo!" Bukannya takut Yuda malah semakin terbahak.


"CIITTT!" tubuh Yuda terpental ke depan.


"Turun!" Andreas mengusirnya.


"Kenapa gue harus turun?" Yuda bingung karena Andreas tiba-tiba menyuruhnya keluar.


"Gue malas denger ocehan lo." jawabnya.


"Jangan dong, Cass! Ok, gue diam deh!" Yuda menutup mulutnya rapat-rapat. Andreas melanjutkan kembali perjalanan mereka.


"Gue lapar! Makan dulu ya!" ajak Yuda begitu mereka sampai di Mall.


"Ok." Andreas memang belum sempat sarapa. Begitu pulajg dinas malam, dia hanya bisa tidur sebentar. Lalu, terbangun karena perutnya mulai keroncongan. Mereka berjalan menuju restoran ayam krispi.


"Gue pesan 2 paha plus nasi." ucapnya pada Yuda.


"Kenapa gue?" Yuda protes.


"Lo bisa sampai disini karena numpang mobil gue. Gak ada yang gratis di dunia ini." setelah berkata begitu dia membiarkan Yuda mengantri sendirian. Andreas berjalan menuju kursi kosong yang ada di dekat kaca. Dari sana dia bisa melihat pengunjung yang lalu-lalang.

__ADS_1


"Nih, punya lo!" Yuda datang dengan dua buah nampan ditangannya. Andreas memakan bagiannya sambil terus memperhatikan seseorang yang dia kenal.


"Lihat apaan sih?" tanya Yuda.


"Bukan urusan lo!" jawabnya.


"Kita makan disini aja ya." Sandra mengajak yang lainnya untuk makan di restoran yang ada di depannya.


"Kalian aja yang pesan." ucap Kiano pada Sandra dan Vero. "Kita duduk disana aja, Cle." dia menunjuk kursi kosong yang ada di dekat kaca. Cleo setuju, mereka duduk disana.


"Dasar, selalu saja mencari kesempatan." gerutu Vero.


"Lo ngedumel mulu, mau ngantri gak?" Sandra terlihat kesal.


"Iya ...Iya ..." Vero kembali mengantri bersamanya.


"Aku senang akhirnya bisa berbicara lagi denganmu." Kiano memulai pembicaraan. Cleo tersenyum tipis. "Rencana kuliah dimana, Cle?" tanyanya.


"Aku belum tahu." jawabnya.


"Kenapa? Bukankah kamu pernah bilang mau kuliah di Universitas Jakarta?" tanyanya.


"Iya, tapi ayahku tidak menyetujuinya." jawabnya singkat.


"Apa kamu masih berhubungan dengan Nayla?" Cleo menggeleng.


"Sejak kejadian itu, Nayla tidak pernah menemuiku." jawabnya.


"Aku minta maaf, karena aku kamu menjadi seperti itu." Kiano terlihat menyesal.


"Sudahlah, aku sudah baik-baik saja." jawabnya.


"Kemarin aku bertemu Nayla, dia mengatakan mengenai perasaannya padaku." Cleo cukup terkejut.


"Lalu?"


"Aku menolaknya. Karena aku masih memiliki perasaan padamu, Cle!" Kaino tidak mampu melepaskan pandangannya dari wanita cantik yang duduk di hadapannya itu.


"Apa yang mereka bicarakan? Sepertinya serius banget?" tanya Vero saat melihat ke arah Kiano.


"Jangan kepo sama urusan orang. Urus saja urusanmu sendiri." timpal Sandra. Dia melirik sekilas ke arah Cleo. Sebenarnya dia juga penasaran dengan mereka.


"Kian, aku ..." Cleo bingung harus mengatakan apa. Dia sudah pernah menolaknya, tapi Kiano masih saja menyukainya.


"Aku serius, Cle! Aku benar-benar menyukaimu." Kiano terlihat bersungguh-sungguh.


"Tapi, aku ..."


"Sayang, apa yang kamu lakukan disini?" mereka dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tak lain adalah Andreas. Andreas duduk disebelah Cleo dan merangkul pundaknya.


"Lo ...!?" Cleo terkejut dengan sikapnya.


"Siapa, Cle?" tanya Kiano yang tak kalah terkejutnya.


"Sayang, dia siapa?" Andreas berusaha bersikap seromantis mungkin.


"Apa-apaan sih?" Cleo kesal padanya.


"Kamu kenal dia, Cle?" tanya Kian.


"Dia ini ..."


"Aku pacarnya, Cleo!" ucapnya, dia tersenyum ke arah Cleo yang bengong, kemudian menatap Kiano.

__ADS_1


~tbc


__ADS_2