CLEO & CASSANO ( Love In Hospital )

CLEO & CASSANO ( Love In Hospital )
BAB 52


__ADS_3

"Apa kau tidak punya sikat gigi?" Andreas berteriak dari kamar mandi.


"Apa kau tidak punya mata? Kau bisa periksa wastafel di sana." teriak Cleo.


"Dasar tikus tengil! Berani-beraninya dia berteriak padaku." Andreas membuka laci yang ada di atas wastafel. Dan dia menemukan sikat gigi yang masih terbungkus rapi, serta handuk bersih. Karena pagi ini dia ada seminar, tidak mungkin untuknya pulang ke rumah.


"Apa yang kau lakukan??" Cleo melempar bantal yang ada dipangkuannya, saat melihat Andreas keluar dengan menggunakan sepontong handuk.


"Apa kau tidak bisa bersikap sopan?" Andreas membuang bantal yang berhasil dia tangkap.


"Kau yang nggak sopan. Siapa yang memberimu hak di kamarku seperti itu?" Cleo masih menutup matanya.


"Diamlah! Aku nggak butuh mendengar ocehanmu. Aku membutuhkan pakaian baru. Apa kau tidak punya apapun?" tanyanya.


"Kau pikir rumahku ini toko pakaian?" jawabnya.


"Cepat carikan aku pakaian ganti. Aku harus menghadiri seminar pagi ini." perintahnya.


"Kau cari saja sendiri." tolak Cleo.


"Baiklah! Kalau kau nggak mau, maka aku akan membuatmu tidak bisa keluar dari kamar ini." Cleo mendengar langkah kaki Andreas mendekat ke arahnya.


"Baiklah! Kau tunggu disini, aku akan mencari pakaian Ayah." Cleo berlari keluar dari kamarnya tanpa mau menoleh pada Andreas.


"Dasar bule cabul. Dia pikir aku wanita apaan?" Cleo terus saja mengomel hingga sampai di kamar Adam yang berada di lantai 1.


"Cari apa, Non?" tanya bi Ita saat melihat Cleo berada di kamar Adam.


"Bi, apa Ayah punya kemeja yang belum pernah digunakan?" tanya Cleo.


"Kemeja? Untuk siapa, Non?" tanya bi Ita.


"Untuk si bule cabul." jawabnya.


"Bule cabul?" bi Ita terlihat bingung.


"Andreas." bi Ita semakin bingung.


"Tapi, kenapa nona memanggilnya seperti itu? bi Ita masih belum beranjak dari tempatnya.


"Hey! Tikus tengil! Mau berapa lama lagi aku menunggumu?" Andreas berteriak dari atas.


"Jangan turun! Atau aku akan membunuhmu!" jawab Cleo. "Bi, Ayo! Apa Ayah punya kemeja baru?" Cleo kembali mendesak bi Ita. Bi Ita segera berjalan menuju lemari pakaian milik Adam. Dia mengambil beberapa kemeja yang masih mempunyai label dan memberikannya pada Cleo. "Makasih, Bi!" Cleo berlaribke kamarnya.


"Apa ini? Kenapa mereka seperti itu?" bi Ita dipenuhi oleh rasa penasaran.


"Ini untukmu." Cleo menyerahkan pakaian itu ke tangan Andreas. Setelah itu dia berlalu menuju kamar mandi. Andreas segera berganti pakaian. Untung saja baju Adam muat di badannya.


"Sarapannya sudah siap, Tuan." ucap bi Ita saat melihatnya turun.


"Tidak perlu. Aku sarapan di rumah sakit saja." ujarnya. "Katakan padanya untuk berangkat sendiri." setelah berpesan seperti itu, Andreas segera berlalu dari sana.


"Dimana dia?" tanya Cleo yang baru saja turun.


"Tuan sudah berangkat duluan, Nona." Cleo duduk di kursi yang biasa dia tempati.


"Nona, hubungan seperti apa yang kalian jalani?" bi Ita tidak dapat menahan rasa penasarannya.


"Maksud bibi?" tanyanya.

__ADS_1


"Tadi ...."


"Oh, dia memang seperti itu. Dia kasar dan menyebalkan. Sejak dulu aku tidak pernah menyukainya." Cleo memasukkan nasi goreng itu ke mulutnya.


"Jadi, sebelumnya kalian pernah bertemu?" tanya bi Ita.


"Dulu sekali. Takdir itu memang aneh ya, Bi. Dulu aku pernah bilang kalau dia adalah manusia terakhir yang ingin kutemui di muka bumi. Tapi, sekarang aku malah menikah dengannya." bi Ita terkejut dengan perkataannya. "Ah, sudahlah! Aku berangkat dulu, Bi." Cleo mengambil tas yang dia letakkan di kursi sebelahnya. Setelah itu dia berjalan menuju garasi.


"Apa benar ini yang kau inginkan, Tuan?" bi Ita berbicara pada photo Adam yang terpajang di dinding.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Gara-gara bule cabul itu jadi terlambat." gerutu Cleo. Setelah memarkir mobilnya, dia berjalan menuju pintu masuk.


"Cleo!!" Cleo menoleh saat sebuah suara memanggilnya.


"Kian." ucapnya saat tahu siapa pria bertopi dan menggunakan masker itu. "Apa yang kamu lalukan disini?" tanya Cleo begitu Kiano sampai dihadapannya.


"Menemuimu." jawabnya.


"Aku? Kenapa?"


"Apa kamu baik-baik saja? Aku khawatir saat mendengarmu berteriak. Ada apa?" tanyanya.


"Aku baik-baik saja." Cleo tertawa kecil. Tidak mungkin dia mengatakan apa yang terjadi.


"Syukurlah!" Kiano tersenyum dibalik maskernya.


"Apa kamu kesini karena itu?" tanya Cleo.


"Tidak juga. Aku kesini untuk menemuimu." jawabnya.


"Apa kau ada waktu siang ini?" Kiano memberanikan diri bertanya padanya.


"Kenapa?" Cleo memang tidak punya janji setelah dinas.


"Apa kita bisa makan siang bareng?" tanyanya.


"Baiklah. Aku selesai dinas pukul 14.00 wib. Nanti beritahu aja dimana tempatnya." Kiano kembali tersenyum.


"Mau berapa lama kau disini? Apa kau tidak tahu kalau saat ini kau sudah terlambat?" Cleo kaget karena Andreas tiba-tiba muncul.


"Aku masuk ya. Nanti kabari aja." ucap Cleo.


"Ok." jawab Kian. Cleo segera berlari menuju departemennya.


Andreas menatap Kiano yang masih memperhatikan Cleo. Sejak tadi dia terus memperhatikan mereka. Andreas tidak bisa tahu seperti apa wajah di balik masker itu.


"Apa kau pasien disini?" tanyanya.


"Tidak." jawab Kian, dia menoleh pada Andreas setelah Cleo tidak lagi terlihat.


"Lalu, apa yang kau lakukan disini? Apa kau sengaja menggoda pegawai rumah sakit ini?" entah mengapa Andreas tidak menyukai tatapan Kiano.


"Aku disini untuk menemuinya." jawabnya. Setelah mengatakan itu, Kiano meninggalkan Andreas begitu saja.


"Siapa dia? Apa mereka saling kenal?" Andreas mulai penasaran.


πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


"Maaf ya aku telat." ucap Cleo begitu sampai di sana.


"Bukan hanya telat, tapi sangat telat." jawab Raka.


"Iya, maafkan aku!" Cleo berlari menuju loker.


"Untung saja dokter Cassano ada seminar. Kalau tidak akan ada keributan pagi ini." timpal Luna.


"Hush!" Desmi memintanya untuk diam saat dia melihat Cleo datang.


"Apa ada pasien?" tanyanya, Cleo mendekati Raka, mereka berdiskusi membahas mengenai pasien. Setelah itu mereka berkeliling memeriksa pasien yang ada.


"Selamat siang, Dok." sapa Desmi begitu melihat Andreas datang.


"Siang." jawabnya. Desmi segera menyerahkan status pasien padanya. "Dimana yang lain?" tanyanya.


"Dokter Raka sedang di ruangan pasien." jawab Desmi.


"Anak baru?" tanyanya.


"Dokter Cleo di ruang bersalin." jawabnya.


"Dok, pasien akan dipindahkan ke OK." lapor Luna.


"Minta dokter Cleo untuk ikut denganku." Andreas segera berjalan menuju OK.


"Apa sih maunya? Kenapa dia mau aku ikut dalam operasinya?" Cleo sangat kesal.


"Apa kau mengerutu?" tiba-tiba saja Andreas sudah berada disebelahnya. Cleo menatap tajam ke arahnya.


"Kenapa kau ingin aku ikut dalam operasimu?" tanyanya pelan. Dia tidak ingin ada yang mendengar caranya berbicara pada Andreas.


"Agar kau semakin ahli." Andreas lebih dulu masuk ke dalam. Cleo mengikutinya dengan hati dongkol.


"Dok, apa setelah ini kita bisa makan bersama?" tanya dokter anastesi pada Andreas.


"Tentu saja. Aku akan mentraktir kalian setelah jam dinas berakhir." Andreas menatap Cleo yang berdiri di depannya. "Bukankah begitu, Doktet Cleo?" Cleo mengangkat kepalanya.


"Maafkan saya, Dok. Tapi saya sudah ada janji." ucapnya, Cleo kembali fokus dengan gunting yang ada ditangannya Tangannya dengan cekatan memotong benang yang diulurkan oleh Andreas.


"Benarkah?" Andreas bertanya tanpa menatapnya. Cleo tidak menghiraukannya. Operasi selesai, setelah Andreas keluar, Cleo menyerahkan pasien pada petugas OK.


"Mau kemana kau?" Andreas mencegatnya saat Cleo akan masuknke mobil.


"Pulang." jawabnya.


"Mulai saat ini kau tidak lagi bisa bertindak sesukamu." ucapnya.


"Apa maksudmu?" Cleo menatap tajam padanya.


"Aku sudah menduga kalau kau itu bukan wanita baik-baik." Andreas berdiri di sebelahnya.


"Apa yang kau katakan?" Mata Cleo membesar.


"Mana ada wanita yang sudah menikah tapi pergi menemui pria lain. Pantas saja kau mau menikah denganku. Ternyata semua ini untuk menutupi sifat aslimu." Cleo mengenggam erat pintu mobilnya. "Aku peringatkan kau. Saat ini kau adalah istriku, jadi jaga sikapmu." ujarnya.


"Istri katamu? Bukankah kau tidak pernah menganggap hubungan ini? Jadi, apa hakmu untuk melarangku?" setelah mengatakan itu, Cleo masuk ke mobil, meninggalka Andreaa yang masih terpaku ditempatnya.


~tbc

__ADS_1


__ADS_2