
"Kenapa denganmu?" tanya Andreas saat melihat Cleo melamun.
"Bukan urusanmu." jawabnya. Cleo berdiri dan keluar dari restoran itu
"Hey! Kau mau kemana?" teriak Andreas.
"Sudah ku bilang bukan urusanmu." Cleo berlalu begitu saja, meninggalkan Andreas yang termenung memikirkan apa yang terjadi padanya.
"Dasar bule bodoh. Kalau dia mencintai wanita lain, untuk apa dia menikah denganku?" Cleo mengerutu, tanpa sengaja dia menendang kaleng minuman yang ada di depannya.
"Aawww!!" pekik seseorang, Cleo yang tersadar segera mencari sumber suara itu. Saat melihat seorang pria sedang memegangi kepalanya, sambil memegang kaleng yang tadi dia tendang.
"Maaf!! Aku nggak sengaja mengenai kepalamu." ucapnya setelah berada di dekat pria itu.
"Kau yang melakukannya?" pria berlesung pipi itu menyodorkan kaleng yang dia pegang.
"Iya." Cleo mengangguk.
"Kalau kamu bukan wanita, mungkin saat ini aku sudah melemparkan padamu." jawab pria itu.
"Maaf!" ulang Cleo, dia merasa menyesal.
"Tidak apa-apa." dia tersenyum, dan itu membuat Cleo terpesona. "Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanyanya.
"Menurutku tidak." jawab Cleo.
"Aku rasa ya! Apartemen Cassanova." Cleo memperhatikan pria tampan itu. Kemudian dia mengangguk. Dia baru sadar kalau mereka pernah bertemu di apartemen Andreas. Pria ini mengantarnya saat Andreas mabuk.
"Sedang apa kamu disini?" tanyanya.
"Ini Bali. Kamu pasti tahu apa yang aku lakukan disini." jawab Cleo, dia tertawa.
"Yah, kamu benar!" ujarnya. "Lalu, dimana Andreas?"
"Entahlah! Aku tidak peduli dia ada dimana." jawabnya, Pria itu tersenyum.
"Aku, Mahen!" alis Cleo mengerinyit. "Aku tahu kau pasti lupa denganku." dia menyodorkan tangannya, Cleo menjabat tangan Mahen.
"Cleopatra." dia memperkenalkan diri.
"Apa kamu butuh teman untuk berkeliling?" tanya Mahendra. Cleo memperhatikannya secara menyeluruh. "Aku bukan orang jahat." Mahen seolah tau apa yang ada dipikiran Cleo.
"Baiklah." Cleo setuju. "Ngapain juga aku menyia-nyiakan liburan kali ini." Cleo mengikuti Mahendra. Mereka berjalan menuju ke arah mobil sport berwarna merah yang terparkir di pinggir jalan. Mahendra membuka mobil dua pintu itu dan mempersilahkan Cleo untuk masuk.
"Apa kamu suka pantai?" tanya Mahen, Cleo mengangguk. "Sebaiknya kita kesana." Cleo setuju dengannya.
__ADS_1
πππ
"Kemana dia pergi?" Andreas yang baru keluar dari restoran terlihat celingak-celinguk mencari keberadaan Cleo. "Apa dia kembali ke hotel?" dia segera meninggalkan restoran itu.
"Ada hubungan apa kamu dengan Andreas?" tanya Mahen saat mereka dalam perjalanan menuju pantai.
"Apa yang dia katakan pada kalian?" tanya Cleo.
"Dia tidak mengatakan apapun." jawabnya.
"Yah, kalau begitu aku dan dia memang tidak ada hubungan apapun." jawabnya cuek. Mahen menoleh padanya, dia merasa Cleo sedang berbohong.
"Dia tidak pernah membawa wanita ke apartemennya." gantian Cleo yang menatapnya.
"Benarkah? Bukankah kamu memanggilnya Cassanova?" Cleo terlihat bingung. Mahen terbahak.
"Dia bahkan belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun." jawabnya cepat.
"Kamu terlihat begitu mengenalnya." ucap Cleo.
"Tentu saja. Kami bersahabat sudah sangat lama." Cleo manggut-manggut.
"Kalau begitu kamu pasti tahu banyak tentangnya?" Mahen mengangguk.
"Kita sudah sampai." Mahen membuka pintu mobil, Cleo mengikutinya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Cleo yang telah duduk disebelahnya.
"Tidak ada." jawab Mahen.
"Kamu seperti orang yang sedang patah hati." Mahen menoleh padanya.
"Apa terlihat jelas?" Cleo mengangguk. Mahen mencoba tertawa. Cleo tahu tawanya itu palsu, dia sangat yakin pria itu menyimpan luka di hatinya. Cleo bisa merasakan itu.
"Kamu benar. Wanita yang kucintai mencintai pria lain." Cleo terdiam.
"Jika kamu begitu mencintainya, kenapa tidak memperjuangkannya?" tanya Cleo.
"Karena tidak pernah ada tempat untukku." Mahen menatap lautan dengan tatapan kosong.
"Aku tahu pasti saat ini kamu begitu hancur." jawabnya. "Dari pada perjuanganmu sia-sia, lebih baik mencari kebahagiaan yang nyata." Mahen tersenyum mendengarnya.
"Apa ini juga tentangmu?" tebaknya.
"T-tidak. Aku hanya memberimu saran." elak Cleo. Mahendra tertawa saat melihat wajah Cleo memerah.
__ADS_1
"Apa yang kamu tertawakan? Aku bilang ini bukan tentang diriku." ucapnya kesal.
"Aku tahu pasti berat menghadapi Andreas. Dia bahkan belum bisa berpaling dari cinta pertamanya." mata Cleo membesar. "Tapi kalau kamu berusaha keras, aku yakin bule itu akan jatuh kepelukanmu." wajah Cleo kembali memerah.
"Siapa juga yang menginginkan bule cabul itu." Mahen kembali tertawa. Dia menyukai pribadi Cleo yang lepas.
"Aku yakin dia akan menyesal jika menyia-nyiakan wanita sepertimu." Cleo terdiam, matanya menatap Mahen dalam. Dia bisa melihat kalau apa yang Mahen ucapkan tulus. Cleo hanya bisa membalasnya dengan sebuah senyuman manis. Mereka kemudian menikmati matahari yang akan terbenam. Entah kenapa, Cleo merasa sedikit lega saat berbicang dengan pria berlesung pipi itu.
πππ
"Dimana dia?" sudah hampir setengah jam Andreas mondar-mandir di kamar hotel. "Awas saja jika nanti dia kembali." kesalnya. Dia beralih saat mendengar ponselnya berdering. Wajah Andreas segera berseri saat melihat nama Cantika tertera di layar ponselnya. "Hallo!" Andreas terdengar bersemangat.
"Kau dimana?" tanya Cantika dari seberang.
"Aku di hotel." jawabnya cepat.
"Aku sudah selesai dengan pekerjaanku." ucapnya.
"Beritahu lokasimu, Aku akan kesana." Andreas bergegas mengambil kunci kamar.
"Tidak perlu. Aku akan mengirim lokasi tempat kita bertemu." ucapnya.
"Baiklah." Andreas bergegas keluar kamar dan menuju lift. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Cantika.
"Makasih untuk semuanya." Cleo baru saja sampai di hotel. Mahen mengantarnya pulang.
"Santai saja." jawab pria itu. "Kalau begitu aku jalan dulu. Ingat pesanku tadi, Jika kamu membutuhkan bantuanku untuk menghadapinya, jangan sungkan untuk menghubungiku." Cleo tersenyum dan mengangguk. Dia merasa beruntung bisa mengenal Mahen. Pria itu sangat baik dan menyenangkan.
"Itu dia." Andreas yang baru keluar dari lift melihat Cleo sedang berdiri di dekat sebuah mobil sport berwarna merah. Dia sedang berbicara dengan siapa?" Andreas mempercepat langkahnya, Dia penasaran Cleo bersama siapa.
Setelah mengatakan itu, Mahen berbalik dan masuk ke mobilnya. Cleo melambaikan tangannya saat Mahen hendak meninggalkan hotel itu. Pria itu tersenyum dan pergi dari sana, tepat saat Andreas berada di dekat Cleo. Cleo berbalik dan terkejut saat mendapati Andreas berdiri di belakangnya. Matanya terlihat membara, seolah ingin menerkam Cleo.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Cleo berpura-pura cuek.
"Harusnya aku yang bertanya. Siapa pria itu?" Andreas hanya bisa melihat Mahen dari belakang. Saat dia mendekat Mahen sudah membuka pintu mobil.
"Kau tidak perlu tahu." jawab Cleo.
"Aku harus tahu. Apa kau sengaja pergi untuk bertemu dengannya?" tanyanya.
"Bukan urusanmu." Andreas mencegah Cleo yang hendak masuk ke lobby.
"Kita belum selesai." ucapnya.
"Lepaskan aku!" Cleo meghentakkan tangannya.
__ADS_1
"Kau!!" Andreas berhenti saat mendengar teleponnya berdering. "Ya, Tika?" ucapnya saat menjawab panggilan itu. Cleo menoleh saat mendengar nama itu. "Aku akan segera kesana. Kau jangan kemana-mana." Andreas menutup ponselnya. "Kita belum selesai." ancamnya. Setelah mengatakan itu, Andreas berlari menuju taksi yang kebetulan berhenti di dekat mereka. Cleo menatapnya dengan kesal.
#tbc