CLEO & CASSANO ( Love In Hospital )

CLEO & CASSANO ( Love In Hospital )
BAB 74


__ADS_3

"Selamat pagi!" sapa Cleo pada rekan setimnya.


"Dokter Cleo?" mereka terkejut, karena kedatangan Cleo.


"Bukannya hari ini anda masih cuti?" tanya Desmi saat Cleo berdiri di depannya.


"Cuti berakhir! Aku merindukan paseinku." Cleo tersenyum, kemudian segera masuk menuju ruang ganti.


"Dokter Cleo aneh ya, Bu. Orang-oramg pada doyan cuti, kalau dia malah sukanya kerja." timpal Elia.


"Itu karena beliau dokter yang bertanggung jawab." jawab Desmi.


"Siapa? Aku?" Raka yang baru dari kamar pasien ikutan nimbrung.


"Kalau dokter mah bukan tanggung jawabnya bukan sama pasien." jawab Luna.


"Lalu?" tanyanya.


"Tapi ke dokter Cassano." Luna tertawa kecil, diikuti dengan yang lain.


"Lunaria!!! Kalau kau masih mengolokku, maka saat ini juga aku akan menjadikanmu kekasihku." ancamnya.


"Wow!!! Siapa yang mau kau jadikan kekasih?" tanya Cleo yang sudah berganti pakaian dengan seragam rumah sakit.


"Kau? Kenapa disini?" Raka terkejut dengan kehadiran Cleo.


"Kerjalah! Masa mau shoping." jawabnya.


"Dok, pasien di kamar 112 mengeluh perutnya kram." lapor Luna.


"Baiklah!" Cleo bergegas menuju kamar pasien bersama Luna.


"Dia seperti tidak mengenal lelah!" ujar Raka.


"Siapa?"


"Cleopatra ...." Raka menoleh dan melihat Andreas sudah berdiri di belakangnya. Karena terus memperhatikan Cleo, dia tidak sadar kalau yang bertanya adalah Andreas. "Pagi, Dok!" sapanya.


"Kenapa dengan Cleopatra?" Andreas mengambil file pasien yang Desmi serahkan.


"Dia sangat rajin." puji Raka.


"Kalau begitu, dimana dia?" tanyanya. Pagi ini dia belum bertemu dengan Cleo. Wanita itu seolah menghindarinya, Andreas yakin ini pasti karena perkataannya semalam.


"Di kamar pasien, Dok." jawab Desmi. Setelah mendengar perkataan Desmi, Andreas kembali fokus dengan laporan mengenai pasiennya yang sudah dia tinggalkan selama beberapa hari.


"Untunglah, tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya, Dok." ucap Luna begitu mereka keluar dari kamar pasien.


"Iya." Cleo tersenyum, mereka berjalan menuju nurse station.


"Wah, ternyata dokter Cassano sudah masuk." ucap Luna.


"Dimana?" Cleo menoleh ke arah nurse station, tampak olehnya Andreas sedang bersama dokter Malik dan yang lainnya.


"Luna, aku lupa kalau aku harus memeriksa pasien lainnya." Cleo segera berbalik.


"Tapi, Dok ...." belum sempat Luna bertanya Cleo sudah lebih dahulu menghilang di balik pintu kamar pasien. Luna bergabung dengan yang lainnya.

__ADS_1


"Dimana dokter Cleo?" tanya Raka saat melihat Luna hanya seorang diri.


"Sedang memeriksa pasien." jawab Luna.


"Wah, baru saja masuk dia sudah bekerja dengan keras. Aku benar-benar menyukainya." Andreas seolah tidak menghiraukan perkataan Malik.


"Bukan hanya anda, Dok, semua orang juga menyukainya." timpal Raka. Andreaa menoleh padanya.


"Jangan bilang kalau kau menyukai dokter Cleo?" wajah Raka memerah mendengar pertanyaan Malik. Andreas menatap tajam padanya, tapi Raka tidak melihat itu, karena dia menundukkan kepalanya. Malik tertawa keras, semua dibuat heran.


"Kau kenapa?" tanya Andreas.


"Tenyata aku punya banyak saingan." timpal Malik.


"Apa kau menyukainya?" tanya Andreas.


"Tentu saja. Sejak pertama kali dia bekerja disini, aku sudah menyukainya." entah kenapa Andreas tidak menyukai pernyataan rekan sejawatnya itu. Malik terlihat santai menyatakan perasaannya.


"Wah, dokter Cleo menjadi primadona baru nih." timpal Luna. "Memang kau yakin bisa bersaing sama dokter Malik?" Luna seolah berbisik pada Raka, tapi mereka masih bisa mendengarnya. Saat ini Raka menjadi pusat perhatian.


"Urusan hati itu berbeda. Di sini beliau adalah atasanku, tapi untuk perasaan aku tidak bisa menyerah begitu saja. Bukankah begitu, Dok?" Malik kembali tertawa.


"Aku suka itu!" ucapnya. Mereka tertawa bersama, hanya Andreas yang terlihat muram. Dia kesal karena mereka membicarakan Cleo dihadapannya. Terlebih mendengar pernyataan Malik dan Raka. Rasanya dia ingin menyumpal mulut mereka dengan kasa yang ada di diatas meja. "Kau kenapa? Apa kau juga menyukai dokter Cleo?" tanya Malik saat melihat Andreas yang diam saja.


"Aku? Itu tidak mungkin. Dia hanya pembuat masalah, aku tidak akan pernah menyukai wanita seperti itu." jawab Andreas cepat.


"Baguslah! Aku tidak harus bersaing denganmu. Dia saja sudah cukup." Malim menunjuk Raka.


"Tapi, saingan anda bukan hanya dokter Raka, Dok." Luna ikut berbicara.


"Aluna!!" Desmi mencoba menghentikan bawahannya itu. Luna terdiam.


"Tidak apa-apa." ucap Malik. "Siapa?" tanyanya ulang.


"Itu!!" Luna menunjuk tv di ruang tunggu yang sedang menayangkan iklan produk minuman dengan Kiano sebagai modelnya.


"Dia??" Malik tak kalah terkejut. Luna mengangguk. "Wah, sungguh berat! Tapi, kita tidak boleh menyerah begitu saja. Kita tidak boleh kalah sama artis itu." Malik merangkul pundak Raka.


"Anda benar, Dok!" jawab Raka. Andreas berdiri saat merasakan hati dan telinganya panas.


"Mau kemana kau?" tanya Malik saat melihat Andreas berjalan menjauh.


"Apa kau akan terus bergosip? Aku harus memeriksa pasienku." mendengar itu Desmi segera mengambil file pasiennya dan berlari mengikuti Andreas, begitupun dengan Raka.


"Mereka sungguh kekanakan. Apa tidak ada wanita lain? Bagaimana mereka bisa menyukai pembuat masalah itu." gerutu Andreas, Desmi membuka pintu kamar pasien dan mempersilahkan Andreas untuk terlebih dahulu masuk.


Cleo keluar dari persembunyiannya. Wajahnya terlihat murung. Sejak tadi dia mendengar pembicaraan mereka mengenai dirinya. Terlebih lagi saat mendengar perkataan Andreas. Dia semakin yakin kalau Andreas memang tidak menyukainya. Setelah Malik pergi, Cleo berjalan ke arah Luna.


"Dokter kemana aja? Sejak tadi ditungguin sama dokter Malik." ujar Luna.


"Tadi aku ada sedikit urusan." jawabnya. Cleo tidak banyak bicara, dia memilih untuk duduk mengambil laporannya. "Aku ke dalam dulu. Kalau ada pasien panggil saja." Cleo bergegas masuk ke ruang istirahat yang berada di belakang nurse station.


"Kenapa dengan dokter Cleo?" gumam Luna.


"Nyonya Tiara sudah boleh pulang, tapi jangan lupa ingatkan kembali pesanku tadi." Raka mengangguk mengerti. "Apa dokter Cleo sudah kembali?" tanya Andreas begitu sampai di dekat Luna.


"Beliau sedang di ruang istirahat, Dok." jawabnya.

__ADS_1


"Kalian pantau terus Nyonya Vanya." ucapnya sebelum masuk ke ruang istirahat.


"Kenapa dia mencari Cleo?" Raka bertanya-tanya.


"Mungkin mau bahas tentang dokter Cleo yang tiba-tiba masuk kali?" timpal Luna.


"Loh, bukannya dia juga baru masuk?" Raka merasa ada yang aneh.


"Dokter Cassano memang cutinya 2 hari, karena siang ini beliau ada seminar." Desmi yang tidak mau mereka kembali bergosip akhirnya ikut bicara. Akhirnya mereka diam setelah mendengar penjelasan Desmi.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Andreas saat dia melihat Cleo sedang membaca buku di meja panjang yang di sediakan oleh pihak rumah sakit.


"Bukan urusan anda!" jawabnya jutek.


"Aku visite, tapi kau tidak ada. Apa seperti ini caramu menghargai atasanmu?" Andreas duduk dihadapannya.


"Bukankah anda sudah ditemani oleh yang lain?" jawabnya tanpa menatap Andreas.


"Apa kau akan terus menghindariku?" tanyanya.


"Saya tidak pernah menghindari anda." karena ini rumah sakit, Cleo terpaksa bersikap formal. Jika ada yang mendengar dia berbicara santai padanya, pasti mereka akan bertanya-tanya hubungan yang mereka miliki.


"Lalu, kenapa kau pergi tanpa mengatakan apapun? Bahkan kau tidak ikut saat aku visite." Andreas mempertanyakan keberadaannya.


"Maafkan saya! Tapi, saya tidak mengerti apa yang anda katakan." Cleo berdiri dan meraih bukunya yang ada diatas meja.


"Tunggu!!" Andreas mrncengkram tangannya saat Cleo melintas di dekatnya.


"Apa yang anda lakukan?" Cleo berusaha melepaskan tangannya.


"Kau harus mendengarkanku!" Andreas terlihat kesal.


"Ini rumah sakit! Lepas!!" semakin kuat usaha Cleo, semakin kuat pula cengkraman Andreas di tangannya.


"Aku akan melepaskanmu tapi dengan satu syarat." ucapnya.


"Apa?" tanyanya.


"Menjauh dari Malik dan Raka." Cleo terkejut.


"Apa yang kau katakan?"


"Kau tidak boleh berteman dengan mereka." jelasnya.


"Tapi, kenapa ....?!"


"Karena kau sudah menikah!"


"BRUK!!" Mereja menoleh dan terlihat coffe yang berserakan di lantai.


"Bu Desmi??" Cleo kaget, begitupun dengan Andreas.


#tbc


๐ŸŒนMaaf banget karena slow up. Banyak yang harus di kerjain. Maaf ya๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2