
"Dimana Cleo?" Kiano kembali melihat arloji mewah yang ada dipergelangan tangannya. Sudah hampir satu jam dia menunggu Cleo tapi wanita cantik itu belum juga terlihat. Kiano meraih ponselnya dan mulai menghubungi Cleo.
"Hallo!" seketika senyuman tersirat saat Kiano mendengar suara Cleo.
"Kamu tidak lupa dengan janji kitakan?" tanya Kian.
"Tidak. Ini aku sedang dalam perjalanan menuju kesana." jawabnya.
"Baiklah, aku akan menunggumu!" Kiano memutus panggilan itu.
"Manager ingin bertemu denganmu." Kian membaca chat yang dikirimkan oleh Omar. Dia tidak mengatakan apapun. Kiano meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
Cleo tiba di restoran yang dipesan oleh Kian. Saat masuk, dia segera disambut oleh pelayan yang ada disana.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanyanya ramah.
"Teman saya sudah reservasi." jawab Cleo.
"Apa kami boleh tahu atas nama siapa?" tanya wanita dengan rambut disanggul berbentuk donat itu.
"Kiano Devandra." jawabnya.
"Silahkan ikut saya, Nona." Cleo mengikuti wanita itu menuju ke ruangan VIP. Saat pintu di buka, tampak Kiano sudah berada disana.
"Maaf, aku terlambat!" ucap Cleo begitu berada dihadapannya.
"Tidak apa-apa." Kiano mempersilahkannya duduk. Setelah itu, pelayan tadi mulai mencatat semua pesanan mereka.
"Apa kau laa menungguku?" tanya Cleo.
"Hmm, lumayanlah!" Kian tertawa kecil.
"Maaf, tadi aku ada operasi yang tidak bisa kutinggalkan." jelasnya, Kiano mengangguk.
"Tidak masalah! Kamu datang saja, aku sudah senang." Kiano tampak manis dengan senyuman di wajahnya. Pelayan tadi datang dan menghidangkan makanan di atas meja, setelah itu dia meninggalkan mereka.
"Kenapa harus pesan VIP Room begini?" tanya Cleo sambil memasukkan steak yang telah dia potong ke mulutnya.
"Aku hanya ingin kamu nyaman." jawabnya.
"Aku mah dimana saja selalu nyaman." jawab Cleo.
"Tapi aku takut kamu akan terganggu, jika kita berada di tempat umum." Kiano masih belum mengatakan siapa dia sebenarnya. "Bagaimana harimu di rumah sakit?" tanyanya.
"Sibuk. Aku sampai nggak punya waktu untuk istirahat." jawabnya. "Kenapa kamu tiba-tiba mengajakku makan disini?" tanya Cleo.
"Aku baru balik dari luar kota. Tiba-tiba kepikiran kamu." Cleo mengangguk.
"Apa kau sudah pernah bertemu Sandra?" Cleo sudah sangat lama tidak bertemu dengan sahabatnya itu. Komunikasi mereka juga terputus.
"Aku tidak pernah berhubungan lagi dengannya." jawab Kian.
"Aku penasaran seperti apa kabarnya. Akhir-akhir ini aku sudah bertemu dengan Nayla tapi aku belum bertemu dengannya." Kiano menoleh dan menatapnya tajam.
__ADS_1
"Apa dia mengatakan sesuatu padamu?" tanya Kian. Dia ingat pertemuan terakhir mereka di rumah sakit.
"Tidak." bohongnya.
"Sandra pernah cerita kalau papanya menikahi ibu Nayla. Benarkah?" Cleo mengangguk. "Jadi saat ini mereka bersaudara." ujarnya.
"Aku harap dia tidak mengalami kesulitan." ucap Cleo.
"Kamu masih saja peduli pada orang lain." Kiano tersenyum.
"Dia bukan orang lain. Dia sahabatku!" jawabnya.
πππ
"Sayang, kamu darimana saja?" begitu tiba di rumah Vincent, Jasmine segera menyambutnya dengan suka cita.
"Maafkan aku, Mama! Semalam aku pulang ke rumah." jawabnya saat berada di dalam pelukan Jasmine.
"Sayang, mama benar-benar khawatir." ucapnya. Cleo seketika terenyuh, baru kali ini dia mendapat perhatian sebesar ini dari seorang yang dia panggil mama. "Jangan lakukan itu lagi! Kabari mama kemanapun kamu pergi." Cleo mengangguk dengan mata berkaca-kaca.
"Apa kamu sudah makan?" tanyanya.
"Sudah, Ma. Cleo barusan bertemu dengan teman sewaktu SMA dulu." jelasnya. "Kalau begitu Cleo ke kamar dulu ya!" Jasmine mengangguk. Cleo berjalan ke lantai atas. Sebenarnya dia ragu untuk membuka pintu kamar itu, tapi dia tidak punya pilihan lain.
"Syukurlah! Dia tidak ada." Cleo bernapas lega, tidak terlihat keberadaan Andreas disana. Dia berjalan menuju sofa, dia meletakkan tasnya disana.
"Dari mana saja kau?" Cleo terkejut saat tahu ternyata pria itu baru saja keluar dari kamar mandi.
"Jadi, kau sama sekali tidak mendengarkan perkataanku?" Andreas terlihat geram. "Mau kemana kau?" Andreas mencengkram kuat tangan Cleo.
"Lepaskan aku!" Cleo memberontak.
"Apa kau tidak mendengarkanku?" dia menatap tajam ke arah Cleo.
"Kau!!" Cleo kesal, Andreas melihat ke arah ponselnya yang sedang berdering. Kemudian dia melepaskan tangan Cleo begitu saja dan langsung meraih ponselnya.
"Hallo!!" nada suaranya terdengar lembut. "Kamu sedang apa?" Cleo menatap tajam ke arahnya. Cleo berjalan menuju walk in closet milik Andreas, bajunya berada disana. Setelah itu dia keluar dan masih melihat Andreas berbicara di telepon. Sesekali dia tertawa, Cleo benar-benar dibuat jengkel.
"Dia pikir dia siapa? Aku nggak boleh ini dan itu. Sementara dia asyik berhubungan dengan teman wanitanya." gerutunya saat berada di kamar mandi. Cleo sangat yakin bahwa teman bicara Andreas adalah seorang wanita, karena dia selalu terlihat lembut dan ramah pada lawan bicaranya.
"Dimana dia?" Andreas yang sudah selesai berbicara dengan Cantika mencari keberadaan Cleo.
"TOK TOK TOK." Andreas membuka pintu.
"Tuan, nyonya memanggil tuan dan nona." ucap pelayan.
Andreas menoleh ke dalam, dia mencoba mencari keberadaan Cleo. Dia berjalan menuju kamar mandi, dan samar-samar dia mendengar suara air yang keluar dari shower. Setelah yakon bahwa Cleo di dalam, dia keluar dari sana dan menghampiri Jasmine yang sedang bersantai di ruang keluarga.
"Ada apa, Ma?" tanyanya begitu duduk disebelah Jasmine.
"Mana Cleo?" tanyanya.
"Dia sedang mandi." jawabnya.
__ADS_1
"Kenapa mama ingin bertemu dengan kami?" Andreas yakin pasti saat ini ada sesuatu yang diinginkan Jasmine.
"Sayang, apa kalian tidak punya keinginan untuk honeymoon?" Andreas terkejur mendengar perkataannya.
"Honeymoon?" ulangnya.
"Iya, biasanya setiap pengantin baru pasti menginginkan hal itu." jelasnya.
"Saat ini aku sedang sibuk, Ma." Andreas tidak ingin membuat Jasmine sedih.
"Tapi, bukankah di rumah sakit masih banyak dokter lain? Kamu bisa mengambil cuti." sarannya.
"Tapi, Cleo itu karyawan baru. Dia belum bisa mengambil cuti." ucapnya. Cleo turun dan bergabung dengan mereka. Dia duduk disebelah Jasmine.
"Benarkah, Nak?" tanya Jasmine padanya.
"Apanya yang benar, Ma?" karena dia baru bergabung, Cleo belum tahu apa yang mereka bahas.
"Apa kamu tidak bisa mengambil cuti?" tanya Jasmine.
"Cuti? Untuk apa?" tanya Cleo.
"Agar kalian bisa honeymoon." jawab Jasmine cepat.
"Hah?" Cleo terkejut dia menatap Andreas yang duduk di depannya.
"Buat apa honeymoon, Ma? Saat ini aku sangat sibuk. Jadi, nggak mungkin ninggalin pekerjaanku begitu saja." Andreas menatapnya dalam diam.
"Aku pikir itu nggak perlu, Ma." sela Andreas. Jasmine tampak kecewa. Dia berniat untuk lebih mendekatkan mereka, oleh karena itu dia merencanakan semua ini. "Besok, aku dan Cleo akan tinggal di apartemen." Jasmine terkejut dengan ucapan Andreas, terlebih lagi dengan Cleo.
"Apartemen?" tanya Jasmine. Andreas mengangguk. "Tapi, kenapa?" Cleo masih menatapnya, dia juga ingin tahu alasannya.
"Mama tahu kalau kami ini di jodohkan. Kami bahkan belum saling mengenal pribadi masing-masing. Jadi, aku ingin tinggal berdua saja dengan Cleo. Dengan begitu kami akan saling mengenal dan memahami satu sama lain." Jasmine terlihat memikirkan ucapannya.
"Tapi, kenapa harus di apartemen? Disini juga bisa." ucap Jasmine.
"Cleo tidak leluasa. Dia merasa canggung dengan adanya mama dan papa. Itu, sebabnya kemarin dia pulang ke rumah orangtuanya." mata Cleo membesar, dia tak percaya Andreas bisa mengarang cerita seperti itu.
"Benarkah, Sayang?" tanya Jasmine, Cleo hanya diam. "Baiklah, jika itu keputusan kalian. Mama akan beritahu papamu begitu dia pulang." Jasmine akhirnya mengalah. Dia tidak ingin Cleo semakin tidak nyaman dengan mereka.
"Apa yang kau katakan?" Cleo bertanya saat mereka sudah berada di kamar. "Siapa yang bilang aku mau tinggal berdua denganmu?"
"Aku tidak membutuhkan pendapatmu." jawabnya cuek.
"Tapi, kenapa harus di apartemenmu? Kita bisa tinggal di rumahku?" tanyanya.
"Aku tidak suka berbaur dengan orang yang tidak ku kenal." alasannya.
"Tapi, aku tidak mau tinggal berdua denganmu." potong Cleo.
"Suka atau tidak, kau akan ikut denganku! Jika kau menolak, aku bisa menyeretmu." Andreas mengambil kunci mobilnya dan meninggalkan Cleo begitu saja.
~tbc
__ADS_1