CLEO & CASSANO ( Love In Hospital )

CLEO & CASSANO ( Love In Hospital )
BAB 54


__ADS_3

"Ada kontrak baru untukmu!" Ryan, Manager Kiano memberikan draft kontrak kerja untuknya. Kiano membacanya dengam seksama.


"Perusahaan itu ingin aku menjadi modelnya?" tanya Kian.


"Benar!" jawabnya.


"Tapi, aku akan mempelajarinya dulu." ujarnya.


"Kau tidak perlu ragu. Mereka ingin kau menjadi brand ambassador produk terbaru mereka." Ryan meyakinkannya.


"Apa kau sudah mencari tahu perusahaan itu?" Kiano termasuk orang yang selektif. Dia tidak akan mudah termakan bujuk rayu dari pihak manapun.


"Kau tenang saja. Mereka sudah lama berkecimpung dalam dunia fashion." Ryan terlihat begitu yakin.


"Baiklah." Kiano mempercayainya. Karena selama ini Ryan selalu mencari yang terbaik untuknya.


"Siang ini, kau bisa bertemu dengan mereka." ucap Ryan.


"Dimana?" tanyanya.


"Aku sudah memberitahu Omar." Kaino berjalan keluar dari ruangan itu. Dia masih harus melakukan syuting untuk drama terbarunya.


"Apa yang Manager katakan?" tanya Omar begitu bertemu Kiano.


"Aku mempunyai kontrak baru." jawabnya.


"Apa kau sudah setuju?" tanya Omar sambil membuka pintu mobil.


"Aku sudah membaca kontrak itu. Dan, menurutku tidak ada yang salah dengan itu." Kiano duduk di mobil Van miliknya.


"Aku dengar CEO-nya seorang wanita cantik." mobil mereka melaju menembus ibukota.


"Aku tidak peduli." jawabnya.


"Benarkah? Mau sampai kapan kau sendiri? Apa kau belum puas dengan pencapaianmu saat ini?" Omar sangat tahu, bahwa sampai saat ini Kiano belum mempunyai pasangan.


"Hanya ada satu wanita dalam hidupku." jawabnya.


"Benarkah? Siapa dia?" Omar penasaran, dia sempat berpikir Kiano tidak normal, karena dia tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun. Kiano tidak mengatakan apapun, dia sibuk dengan naskah yang ada ditangannya.


Mobil mereka memasuki lokasi syuting, Kiano turun dan bergabung dengan kru lainnya. Kiano termasuk artis yang ramah, dia tidak segan untuk berbaur dengan siapapun. Itu sebabnya pamornya selalu naik.


"Hi, Kiano!" sapa Lovely, lawan mainnya di drama itu. Kiano tersenyum padanya. "Apa kau ada janji malam ini?" tanyanya.


"Kenapa?" Kaino tetap dengan naskahnya


"Gimana kalau kita have fun?" ajak wanita cantik itu.


"Maaf, tapi aku sudah ada janji." Kiano berdiri dan meninggalkannya disana.


"Susah banget sih dekatin dia?" Lovely mengerutu, berkali-kali dia berusaha mendekati Kiano, tapi pria itu selalu menghindar.


"Lo nggak usah kesal. Bukan lo aja yang gagal. Kiano itu nggak akan tertarik sama lo." ucap asistennya.


"Maksud lo?" Lovely menoleh padanya.


"Gue dengar, Kiano itu nggak tertarik sama wanita. Dia lebih suka cowok." bisik Asistennya. Mata Lovely membesar.


"Lo serius?" tanya, wanita yang berada disebelahnya mengangguk.


"Ayo kita mulai!" teriak asisiten sutradara.


πŸ€πŸ€πŸ€

__ADS_1


"Lo nggak pulang?" tanya Zia.


"Malas gue." jawab Nayla.


"Emang lo nggak kasihan sama ibu lo?" tanyanya.


"Lo keberatan gue disini?" Nayal menatap tajam padanya.


"Bukan begitu, gue hanya kasihan ibu lo pasti mikirin lo terus." ujarnya.


"Dia pasti lagi sibuk ngurusin suaminya." jawab Nayla.


"Mau kemana?" tanya Zia saat melihat Nayla bangun dari tidurnya.


"Gue mau cari kerja." jawab Nayla, dia berpikir kalau dia tidak bisa berharap banyak pada sang ibu.


"Mau kerja dimana?" Zia menghampirinya.


"Ini." Nayla menunjukan lowongan kerja yang ada di ponselnya.


"Lo, serius?" tanyanya saat melihat lowongan pekerjaan itu sebagai penjaga Butik.


"Yap!" Nayla bergegas menuju kamar mandi.


"Kenapa Nayla tidak bisa dihubungi?" Aisyah terlihat begitu khawatir.


"Ada apa?" tanya Panji.


"Aku nggak bisa menghubungi Nayla." jawabnya.


"Biarkan saja. Aku yakin saat ini dia pasti masih tertidur pulas di rumah temannya." jawab Panji.


"Semua ini salahmu. Kau selalu membedakan putriku dan putrimu." Aisyah kembali menyalahkan Panji.


"Kau berjanji padaku akan memberikan apapum untuk Nayla." Aisyah mulai emosi.


"Memang, tapi sekarang dia sudah dewasa. Sudah saatnya dia hidup dari usahanya sendiri. Kau lihat! Akibat kau memanjakannya, bahkan hingga kini putrimu itu belum bekerja." Panji kembali menyinggung masalah itu.


"Kenapa kau tidak minta Sandra untuk memberinya posisi di perusahaan?" Aisyah berharap Panji setuju.


"Kau bisa memintanya langsung pada Sandra. Tapi sebelum itu tanyakan dulu putrimu, apakah dia setuju bekerja dibawah Sandra." Panji tahu betapa angkuhnya Nayla. Apalagi jika sudah berkaitan dengan Sandra, Nayla pasti tidak akan mau.


"Aku akan berbicara padanya." Aisyah mencoba menghubungi Nayla lagi.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Ayolah!" Omar berjalan tergesa-gesa memasuki restoran. "Kita nggak bisa biarkan mereka menunggu lama." ujarnya. Karena syuting yang molor, membuat mereka terlambat datang ke tempat yang dijanjikan.


"Kau tenang saja. Mereka pasti mengerti." Kiano sangat yakin.


"Itu mereka." Omar menunjuk pada dua orang yang duduk di salah satu sofa tak jauh dari tempat mereka berdiri. Tampak satu pria yang mengenakan jas berwarna abu-abu, dan dihadapannya duduk seorang wanita berambut panjang. Kiano tidak dapat melihat seperti apa wanita itu, karena dia duduk membelakangi mereka.


"Maafkan kami karena terlambat." ucap Omar begitu sampai di meja mereka.


"Tidak apa-apa." ucap pria tadi.


"Ini bintang kami, Kiano Devandra." Omar memperkenalkan Kiano pada mereka. Wanita itu berdiri dan menatap pada Kiano. Sebuah senyuman terbentuk di wajahnya.


"Akhirnya kita bertemu lagi." ucap wanita itu.


"Sandra?" Kian terlihat kaget, karena wanita yang berdiri dihadapannya adalah Sandra.


"Hi, gimana kabarmu?" tanyanya.

__ADS_1


"Aku baik." jawab Kian.


"Duduklah!" Sandra mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Aku tidak menyangka akan bekerja bersamamu." ucap Kiano.


"Aku yang beruntung bisa bekerja sama dengan model seterkenal dirimu." jawab Sandra. Omar menatap mereka bergantian.


"Jadi, apa aku harus memanggilmu CEO?" tanyanya.


"Kau bisa saja." Sandra tertawa. Peter, asisten Sandra memanggil pelayan.


"Kemana saja kau selama ini?" tanya Kiano.


"Aku sibuk mengurus perusahaan papa." jawabnya.


"Pantas saja aku tidak mendengar kabar apapun darimu." ucap Kian.


"Tapi, aku yang selalu mendengar kabarmu setiap hari." ujarnya. "Jadi, apa kau mau bekerjasama denganku?" Sandra tidak berbasa-basi lagi. Dia langsung mengajukan pertanyaan itu padanya.


"Tentu saja." Kiano menjawab tanpa berpikir lagi.


"Syukurlah! Aku sangat yakin kau yang paling pantas untuk menjadi model di perusahaanku." Sandra tersenyum.


"Apa kau sudah mendengar kabar terbaru Cleo?" Sandra menoleh saat mendengar nama Cleo disebut.


"Belum." dia terlihat sedih.


"Apa kau tidak merindukannya?" tanyanya.


"Tentu saja." Sandra sudah berusaha mencari info mengenai Cleo, tapi terkendala dengan kesibukannya sehari-hari. "Tapi, aku tidak tahu dimana doa saat ini." jawabnya.


"Apa besok kau ada acara?" tanya Kian.


"Kenapa?"


"Jika kau ada waktu senggang, ikutlah denganku ke Giant Hospital." Ajaknya.


"Kenapa? Apa kau sakit?" tanya Sandra.


"Kau akan tahu saat tiba disana nanti." jawab Kiano.


πŸ€πŸ€πŸ€


"Apa yang membuatmu lama sekali?" kembali memarahi Cleo karena baru menyusulnya ke ruangan pasien.


"Saya baru memeriksa pasien lain." jawabnya. Andreas tidak mengatakan apapun lagi. Dia mulai bersikap ramah pada pasiennya saat ini.


"Aku perhatikan kalian tidak pernah akur." Raka berjalan bersama Cleo menuju kantin. Siang ini mereka kembali dinas pagi. "Kenapa kau selalu menjadi bulan-bulanannya?" tanyanya.


"Entahlah! Aku nggak mau ambil pusing." jawab Cleo. Cleo berjalan sambil kepalanya tertunduk, dia benar-benar dibuat kesal dengan Andreas. Nggak di rumah ataupun di rumah sakit, Andreas selalu bersikap ketus padanya.


"BRUK!!"


"Maaf!!" ucap Cleo saat menyadari dia menubruk dada seorang pria.


"Tidak masalah!" Cleo mengangkat kepalanya karena dia mengenali suara itu.


"Kian?" ucapnya. "Apa yang kau ...." ucapannya terhenti, saat wanita yang disebelah Kiano menghambur ke pelukannya.


"Cleo!!! Aku merindukanmu!"


"Sandra ....?" Cleo tersenyum bahagia. Sandra mengangguk, mereka saling berpelukan. Kiano kembali tersenyum dibalik maskernya.

__ADS_1


~tbc


__ADS_2