
"Menganggu tidurku saja." Andreas meletakkan kembali ponsel Cleo. "Dimana dia?" Andreas belum melihat kehadiran Cloe disana. "Dia bahkan tidak membawa ponselnya, bagaimana jika terjadi sesuatu?" tanpa sadar dia mengkhawatirkan Cleo. "Ah, terserahlah!" Andreas berjalan menunu kamar mandi.
"Aku sudah tidak apa-apa. Kamu balik saja." ucap Cleo.
"Kau yakin?" tanya Kai. Cleo mengangguk.
"Biar aku mengantarmu."
"Tidak usah." tolaknya. Cleo tidak mau Andreas sampai melihat mereka. "Aku bisa sendiri." jawabnya.
"Baiklah." Kai mengalah. "Kalau ada apa-apa kabari aku." pesannya. Cleo kembali mengangguk. Setelah melihat Cleo berjalan mendekati hotel, barulah Kai pergi dari sana.
"Aku harus bergegas." Cleo buru-buru masuk ke hotel.
"Darana saja kau?" Cleo kaget saat melihat Andreas berada di dalam lift.
"Pantai." jawabnya.
"Apa kau senang bisa berkeliaran kesana-kemari?" mereka berdebat di depan lift. "Hey, apa kau tidak mendengarku?" Cleo bergegas memasuki lift. Dia membiarkan Andreas berteriak-teriak di luar sana.
"Apa mulutnya tidak bisa bicara baik-baik?" gerutu Cleo. Begitu sampai di kamar dia langsung menuju kamar mandi. Sementara, Andreas sedang menyantap hidangan di restoran yang tersedia di hotel itu. Setelah selesai, Cleo mengambil ponsel yang ada di atas meja. Dia berjalan ke arah balkon dan memilih untuk bersantai disana.
"Apa kau yakin Cleo hari ini tidak masuk?" Kiano bertanya pada Elia.
"Dokter Cleo cuti, Tuan." jawab Elia. Dia berusaha mencari tahu pria dibalik masker itu. Dia sangat yakin kalau itu adalah Kiano.
"Cuti? Apa dia bilang mau kemana?" tanyanya.
"Dokter Cleo hanya mengatakan ada urusan keluarga." jawabnya.
"Berapa lama?"
"Beliau cuti selama 3 hari." setelah mendengar jawaban dari Elia, Kiano meninggalkan rumah sakit dengan langkah gontai.
"Apa tadi saudaranya? Tapi Cleo anak tunggal, dia tidak mempunyai saudara pria." Kiano masih berada di parkiran rumah sakit. Dia mengambil ponselnya dan memeriksa media sosial Cleo. Terlihat Cleo sedang online. Kiano tidak mau membuang-buang waktu, dengan cepat dia segera menghubungi Cleo.
"Hallo!" jawab Cleo, Kiano terlihat lega.
"Hi, Cle! Kau kemana saja?" tanyanya.
"Ada apa?" tanya Cleo.
"Tadi aku menghubungimu, dan yang mengangkat seorang pria. Siapa dia?" tanya Kiano.
"Pasti si bule cabul. Berani-beraninya dia memegang ponselku." batin Cleo. "Kenapa kamu menghubungiku?" Cleo mengalihkan pembicaraan.
"A-aku ...., tadi aku ke rumah sakit, tapi kata mereka kamu sedang cuti." jawabnya.
"Iya, aku cuti 3 hari." jawab Cleo.
"Ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba cuti?" tanyanya.
"Ah, aku hanya ingin mencari udara segar." bohongnya.
"Benarkah?" Kiano terlihat bingung. Baru saja Elia bilang kalau Cleo cuti karena ada urusan keluarga.
"Iya." jawabnya.
__ADS_1
"Lalu, sekarang kamu dimana?" tanya Cleo. "Kalau kau dirumah, aku akan kesana."
"Aku nggak di rumah. Saat ini aku di Bali." jawabnya jujur.
"Bali?" tanyanya. Cleo menoleh saat mendengar suara pintu yang dibuka dari luar.
"Kai, ntar kita ngobrol lagi ya!" Cleo segera mematikan ponselnya bertepatan saat Andreas masuk. Kai terdiam, dia bingung kenapa Cleo tiba-tiba memutus panggilan telepon mereka.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Andreas.
"Menurutmu?" Cleo melanjutkan kembali berselancar di media sosial. Andreas berjalan menuju ruang tv, dia berbaring di sofa yang ada disana. Vincent sengaja memilih kamar VIP untuk mereka tempati. Jadi, ruangan itu cukup luas untuk mereka berdua.
"Apa kau tidak bosan?" tanya Andreas.
"Tentu saja." jawabnya.
"Kalau begitu, gimana kalau kita pergi jalan?" ajaknya.
"Kita? Maksudmu aku dan kamu?" Cleo seolah tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Kau pikir disini ada orang lain selain kita?" Andreas kembali kesal.
"Bukan begitu, aku hanya bingung. Sejak kapan kita menjadi dekat?" jawabnya.
"Aku hanya malas keluar sendirian nggak jelas. Kalau kau tidak mau ya sudah." Andreas berdiri dan hendak menuju pintu keluar.
"T-tunggu, aku ikut!!" Cleo mengambil tasnya dan berlari mengejar Andreas yang sudah keluar.
πππ
"Kau yakin kita naik ini?" tanya Cleo.
"Kenapa? Kau malu naik motor?" tanyanya.
"Bukan begitu. Aku hanya ingin memastikan."
"Kalau kau tidak mau ikut ya sudah." ucapnya.
"Aku ikut." Cleo segera naik ke atas motor.
"Pakai ini. Aku nggak mau nanti mama menyalahkanku jika kau terluka." dengan kesal Cleo mengambil helm itu dari tangannya dan mulai memakainya.
Setelah itu Andreas melajukan motornya. Mereka mulai menyusuri jalanan, sesekali Andreas mempercepat laju motornya. Cleo sama sekali tidak mempermasalahkan itu. Awalnya Andreas ingin menguji Cleo, apakah wanita cantik itu akan menolak jika dia membawanya naik motor dalam kondisi panas terik. Tapi, sejak tadi sama sekali tidak ada komplen apapun darinya.
"Kenapa kita kesini?" tanya Cleo saat mereka sampai di Legian.
"Aku ingin menikmati suasana disini." jawabnya.
"Tapi ...."
"Kalau kau tidak mau ya sudah. Kau bisa pergi kemanapun kau suka." Andreas meletakan helmnya dan mulai berjalan memasuki jalanan yang ramai dengan pengunjung.
"Dasar bule menyebalkan!" Cleo meletak helmnya dan berusaha mengejar Andreas.
"Sebenarnya kita mau kemana?" Cleo kesal karena sejak tadi Andreas hanya berputar-putar disana tanpa membeli apapun.
"Bukankah aku sudah bilang, kalau aku hanya ingin jalan-jalan." jawabnya.
__ADS_1
"Huh, kenapa aku mau ikut dengannya." Cleo yang keletihan memilih untuk memasuki salah satu cafe yang ada disana.
"Mau kemana kau?" teriak Andreas saat melihatnya membuka pintu itu.
"Aku lapar." Cleo masuk dan segera duduk di kursi yang mengarah ke jalanan. Andreas bergabung dengannya.
"Baru jalan sedikit saja sudah tidak ada tenaga." ledeknya.
"Aku sangat lapar. Kau bahkan tidak membiarkanku menyantap sarapanku." saat akan berangkat, Andreas memaksa Cleo untuk cepat. Wanita itu bahkan belum mencicipi nasi goreng yang dia masak. Entah akan menjadi apa nasi itu nantinya.
"Salahmu sendiri, kenapa jadi orang terlalu lelet?" dia kembali meledek Cleo, wanita itu semakin kesal.
Begitu pesanannya datang, Cleo segera menyantapnya. Saat ini sudah pukul 17.25 WiTA. Tentu saja perut Cleo susah meronta-ronta minta diisi.
"Apa kau tidak bisa pelan-pelan? Kau makan seperti orang yang kelaparan selama sebulan." ledeknya, Cleo hanya membesarkan matanya. Dia sama sekali tidak mempedulikan ocehan Andreas. Pria itu menyesap esspreso yang ada digelasnya.
"Andre!!" Andreas menoleh saat mendengar seseorang memanggil namanya.
"Tika." senyumannya merekah begitu tahu bahwa yang memanggilnya adalah Cantika. Wanita itu mendekat dan segera memeluk Andreas. Cleo tersedak saat melihat adegan yang ada dihadapannya. Dengan segera dia mengambil gelas yang berisi air dan langsung meminumnya. Andreas hanya menoleh sesaat, kemudian dia fokus pada Cantika.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Andreas. "Bukankah kamu di Paris?"
"Aku kesini karena ada pekerjaan." jawabnya.
"Duduklah!" Andreas mempersilahkannya tanpa meminta izin pada Cleo. Cantika duduk.dan menatap Cleo.
"Siapa dia? Apa dia kekasihmu?" tanyanya.
"Ah, dia ini temanku di rumah sakit. Kebetulan ada seminar yang harus kami hadiri disini." Cleo melotot saat mendengar kebohongannya.
"Apa kau tidak akan mengenalkanku?" ucap Cantika.
"Ah, ya! Cleo kenalkan ini Cantika, sahabatku." ucapnya pelan.
"Cleo." dia menerima uluran tangan Cantika.
"Kapan kamu kembali? Kenapa tidak menghubungiku?" Cantika kembali menoleh padanya.
"Aku disini hanya sebentar. Setelah pekerjaanku selesai aku harus kembali ke Paris." terlihat raut kekecewaan diwajah Andreas.
"Oh, ya, apa kita sebelumnya pernah ketemu?" tanya Tika pada Cleo yang sejal tadi diam.
"Tidak." bohongnya.
"Tapi, entah kenapa aku merasa seperti pernah melihatmu." Cantika mulai mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu Cleo. Andreas khawatir, Tika akan ingat kalau mereka pernah bertemu di toko perhiasan.
"Tika!! Ayo!!" teriak seorang wanita dari kejauhan. Cantika menoleh dan mengangguk.
"Maafkan aku, Dre! Tapi, aku harus pergi." ucapnya.
"Apa nanti malam kita bisa bertemu?" tanyanya saat Cantika berdiri.
"Tentu saja. Aku akan mengabarimu." Cantika kembali memeluk Andreas. "Aku duluan, senang berkenalan denganmu." ucapnya pada Cleo. Setelah itu dia bergabung dengan teman-temannya yang sudah menunggu di dekat pintu keluar. Andreas terus saja memperhatikannya, hingga wanita itu tidak lagi terlihat.
"Bukankah dia wanita yang ada di photo itu?" Cleo menyadari apa yang terjadi saat ini.
~tbc
__ADS_1