
"Ohya, nggak kaya gitu? Padahal semalam gue liat sendiri loh, lo keluar dari klub sambil pelukkan sama orang yang lebih tua dari lo lebih tua lagi dari bokap lo, dasar Ja**ng mu***an ucap Bella menekan kata terakhir.
"Lo dan kalian semua nggak percaya kan sama apa yang gue omongin tentang dia? Coba kalian liat ini" ucap Rara memperlihatkan sebuah video pada Jack dan semua orang.
"Ihhh yaampun, anak muda sekarang sukanya sama Om-Om ya.
"Pasti orang tuanya nggak benar ini didik anaknya.
"Ihhk murahan banget ya, pasti cuman mau duitnya doang itu mah.
Begitulah bisik-bisik yang terdengar dari mulut para pengunjung. Sedangkan Findi, kini wajahnya terlihat memerah menahan marah dan rasa malu. Ingin rasanya dia menampar Bella saat ini juga, namun Bella tidak melepaskan tangannya dan malah semakin terasa sakit.
Brukk!
Bella mendorong Findi pada Jack.
"Sekarang gue udah puas lempiasin amarah gue sama lo. Tapi ingat, jangan sekali-kali lo berani sama gue, kalo nggak gue bakal buat muka cantik lo ini kaya nenek" ucap Bella menjambak rambut Findi.
"Dan buat lo, silahkan nikmatin aja dia, mungkin dia udah bolong" setelah mengatakan itu, Bella pun pergi ke tempat Feli yang menyaksikan semuanya dari bawah.
Kini semua orang sedang menatap Findi dengan tatapan jijik membuatnya semakin merasa malu.
"Ayo kita pergi dari sini" ucap Jack membawa Findi pergi dai Cafe itu.
"Gimana, ekting gue bagus nggak?
" bagus banget Kak. Tapi emang benar ya Findi kaya gitu?" tanya Feli penasaran.
"Iya, semalam gue nggak sengaja lewat tempat itu dan langsung aja gue videoin mereka lagi pelukkan.
"Makasih ya Kak, karena udah lakuin ini buat aku. Aku sayang Kakak" ucap Feli memeluk Bella.
"Iya sama-sama. Yaudah kita makan di tempat lain aja yuk, gue malas makan disini" ucap Bella.
Mereka pun keluar dari Cafe menuju motor Bella yang terparkir di parkiran. Findi yang melihat mereka dari kejauahan tampak mengepalkan tangannya.
"Kurang ajar! Jadi Feli tadi itu Bella. Awas aja lo Bel, gue bakal balas pernghinaan ini" batinnya.
*****
Kini Bella memberhentikan motornya di depan tempat penjual bakso.
"Lo yakin, ini tempat yang pas?"
"Iya Kak, aku dengar dari Meli kalo di sini itu baksonya enak loh.kita cobain aja dulu" ucap Feli.
__ADS_1
"Oke deh, ayo" mereka pun segera duduk di tempat yang sudah di sediakan.
"Buk, baksonya dua yang pedas ya" teriak Feli.
"Oke Mbak, siap.
"Kenapa lo senyum gitu ke gue?" tanya Bella menatap tajam Feli.
"Nggak kenapa-napa. Aku cuman senang aja, kita bisa makan bareng lagi setelah sekian lama. Walaupun kita serumah, tapi aku nggak bisa bebas ngobrol sama kamu karna Kak Siska. Hari ini aku senang, bisa ngabisin waktu sama kamu Kak. Kamu juga senang kan Kak?"
"Hmmm nggak"
"Kenapa?" tanya Feli sendu.
"Lo udah tau jawabannya. Udah deh, diam nggak usah banyak bacot lagi" ucap Bella memainkan ponselnya.
Tak lama, pesanan mereka pun datang.
"Terima kasih Mas....loh, Bastian!" Bella yang sedang fokus pada ponselnya itu langsung menoleh saat Feli menyebut nama Bastian. Ya, orang yang mengantarkan bakso mereka adalah Bastian.
"Bastian"
"Hai Bel"
Bella terbelalak saat Bastian menyapa Feli. Begitu pun dengan Feli yang tampak terkejut saat Bastian menyapanya dengan nama Bella.
Seketika Feli dan Bella saling melirik satu sama lain, tak lama mereka menepuk jidatnya masing-masiing karena mereka baru sadar dengan penampilan mereka yang belum berubah.
"Pantesan Bastian mikir Feli itu gue, ternyata gue masih jadi Feli" batin Bella.
"Kenapa Kak? Mukanya kok kaya kesal gitu?" tanya Bella sambil berbisik.
"En-enggak kok, siapa yang kesal" ucap Bella.
"Ohya? Berarti karnu nggak marah karna Bastian manggil aku dengan nama kamu kan?" tanya Feli.
"Enggak" ucap Bella datar.
"Mmm kayanya ada yang aneh sama Kak Bella. Kalo nggak, kenapa dia keliatan kesal pas Bastian yang salah nyapa. Atau jangan-jangan, Kak Bella suka deh sama Bastian. Tapi, masa iya dia suka sama cupu, kan nggak mungkin. Aku harus cari tau sendiri" batin Feli.
"Ohya Bas, kamu lagi banyak pekerjaan nggak? Soalnya aku mau ngomong" ucap Feli.
" hah? Aku nggak salah dengar? Tadi Bella ngomog pake aku kamu? Biasanya dia pake lo gue kalo ngomong, Kok dia bisa berubah sih" batin Bastian.
"Nggak kok, emang kamu mau ngomong apa Bel.
__ADS_1
"Duduk dulu yuk" ucap Feli.
"Tapi dia?" melirik Bella.
"Mmm, Feli kamu pindah ke meja itu ya, aku mau ngomong sama Bastian" ucap Feli.
Brakk!
"Lo emang ngeselin banget ya" ucap Bella marah sambil menggebrak meja dengan keras membuat beberapa orang yang sedang menikmati bakso melihat ke arah mereka.
"Kak bukan gitu, aku---"
"Udahlah, lo itu emang nggak tau terima kasih" ucap Bella pergi dengan marah.
"Eh, Kak tunggu aku. Bas" maaf yah, aku harus pergi. Lain kali aja ya aku ngomong sama kamu. Ini uangnya ya" ucap Feli lalu berlari mengejar Bella.
"Kok jadi, gini sih. Tadi Bella yang aneh, sekarang kok jadi Feli yang aneh? Aku jadi bingung, sebenarnya apa yang terjadi sih sama mereka" ucap Bastian.
"Eh Bas" seseorang menyentuh pundak Bastian hingga membuatnya terkejut.
"Eh, Ibu bikin kaget Bastian aja" ucap Bastian saat Lilis---Ibunya duduk di sampingnya.
"Kamu ngapain ngobrol sama dua gadis itu? Dan mereka siapa? Kok kalian akrab banget" tanya Lilis.
"Mereka itu teman sekolahnya Bastian Bu. Nama mereka Feli sama Bella dan Feli dia teman sekelas Bastian, kalo Bella dia yang nolongin Bastian pas Bastian di bully di sekolah kemarin" ucap Bastian.
"Kamu di bully? Tapi kenapa kamu nggak bilang sama Ibu nak?" tanya Lilis.
"Nggak papa Bu, Bastian udah biasa kok di gituin sejak kecil" ucap Bastian tersenyum.
"Kamu memang anak Ibu yang paling baik"
"Ohya nak, ibu liat, dua anak tadi kayanya mirip ya. Walaupun penampilan mereka berbeda, tapi dari jauh Ibu bisa lihat persamaan mereka. Apa mereka adik Kakak ya?" tanya Lilis.
"Nggak kok Bu, mereka bukan adik Kakak, umurnya aja sama kok" ucap Gunawan
"Oh, tapi mereka cantik kan?" julitnya
"Iya Bu, Rara emang cantik" ucap Gunawan tanpa sadar sambil tersenyum
"Waah jadi kamu suka ya sama si Rara itu" goda Lilis membuat Gunawan salah tingkah
"Bu-buka gi-gitu Bu, Gunawan salah ng-ngomong" ucap Gunawan
"Alaah jangan bohong kamu Gun. Ibu itu pernah muda, jadi Ibu tau gimana muka orang lagi jatuh cinta" ucap Lilis.
__ADS_1