Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Ketemu sahabat Lama


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, Bastian dan Lilis ibunya baru saja selesai jualan bakso. Mereka kini sedang di perjalanan menuju rumah.


"Bu, sabtu depan Bastian ada acara di sekolah. Pihak sekolah ngadain perkemahan sabtu minggu. Bastian boleh ikut kan Bu?" tanya Bastian di perjalanan.


"Boleh dong Bas. Malah Ibu senang kamu ada kegiatan di sekolah. Tapi kamu harus jaga diri baik-baik. Apa lagi pasti perkemahannya di hutan" ucap Lilis.


"Iya Bu. Bastian janji bakal jaga diri. Tapi Bu, siapa yang mau bantuin Ibu jualan kalo Bastian ikut perkemahan itu?"


"Tenang aja nggak usah khawatir. Ibu bisa minta bantuan kang somat kok.


Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba ada mobil yang melaju ke arah mereka.


Tin! Tinnnn!


Brakk!


Mobil itu pun langsung menabrak gerobak mereka hingga hancur.


"Bu, Ibu nggak papa kan Bu?" tanya Bastian khawatir.


"Nggak papa Nak. Tapi...gerobak kita" ucap Lilis. Matanya berkaca-kaca melihat gerobak baksonya hancur.


"Maaf Bu, saya nggak sengaja. Tadi saya lagi nggak fokus nyetir" ucap pemilik mobil yang keluar dari mobilnya.


"Maaf ya Dek."


"Nggak papa Kak. Yang penting Nggak ada yang luka" ucap Bastian.


"Iya nak. Tapi kamu nggak papa kan?" tanya Lilis pada orang itu.


"Saya juga nggak papa Bu.


"Lilis?" Lilis dan Bastian menoleh pada seorang wanita yang berdiri di samping mobil. Wanita itu mendekat setelah memastikan dugaannya benar.


"Kamu Lilis kan?" tanya wanita itu lagi.


"Iya. Kamu Sari?.


"Iya ini aku Sari. Ternyata aku nggak salah, ini benaran kamu Lis" ucap Sari memeluk Lilis.


"Ibu kenal sama Bu Sari?" tanya Bastian.


"Iya nak, dia ini teman Ibu dari jaman SMA. Emang kamu kenal sama Ibu Sari dimana?


"Ibu Sari ini kepala sekolahnya Bas Bu.


"Jadi Bastian ini anak kamu Lis?.

__ADS_1


"Iya Sari, dia ini anak aku."


"Sebaiknya kita ngobrol di cafe yang masih buka aja yuk, biar nyaman" ucap Daniel.


Ya, mobil yang menabrak gerobak mereka adalah mobil Sari yang di kemudikan oleh Daniel.


"Ide bagus. Yaudah semuanya masuk mobil, kita ngobrol di cafe terdekat aja" ucap Sari.


"Tapi gerobaknya?


"Nggak usah khawatir Lis, nanti itu urusan belakangan. Kita lepas rindu dulu. Udah hampir 15 tahun kan kita nggak ketemu?"


"Aku ikut kamu aja Sari.


Mereka ber 4 pun masuk ke dalam mobil. Daniel menyalakan mobilnya mencari Cafe yang masih buka.


*****


"Jadi setelah kamu pisah dari suami kamu, kamu jadi penjual bakso?" tanya Sari.


"Ya begitulah. Habis harus mau nyari kerja kemana lagi. Semua dokumen-dokumen penting aku di tahan sama dia.


"Ya ampun Lis. Kenapa kamu nggak minta bantuan aku dan nggak pernah datang ke aku? Padahal aku akan selalu nolongin kamu" ucap Sari.


"Maafin aku Sari, aku nggak mau bebanin hidup orang lain. Aku udah bertekad untuk hidup mandiri, dan membesarkan anak aku sendiri" ucap Lilis.


"Aku benar-benar kagum sama kalian. Apapun yang kalian hadapi sekarang, kalian tetap bisa melewati semuanya" ucap Sari.


"Anak-anak aku semuanya baik-baik aja. Tapi, Mas Hadi sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.


"Innalillah wa'innaillahirodjiun. Maaf ya Sari, aku benar-benar nggak tau tentang ini. Kalau boleh tau, kenapa Mas Hadi meninggal?"


"Salah satu anak kembar aku punya penyakit kangker hati dan butuh donor hati. Aku sama Mas Hadi nggak berhasil nemuin pendono yang cocok. Hingga akhirnya, Mas Hadi mengorbankan nyawanya demi anak kami supaya dia bisa selamat" ucap Sari.


"Tapi aku nggak tau dari kejadian itu, anak sulung aku nggak terima dengan kepergian Ayahnya. Selama bertahun-tahun, dia berfikir adiknya adalah penyebab meninggalnya Mas Hadi.


"Jadi Bu Sari punya anak kembar? " tanya Bastian.


"Iya Bas. Mungkin kamu kenal sama mereka. Salah satu dari mereka sekelas dengan Kamu. Namanya Feli dan kembarannya Bella ucap Sari membuat Bastian terkejut.


"Apa? Jadi mereka anak kembar Bu?"


"Iya Gun!"


"Gun, maksud kamu Bella sama Feli yang tadi makan bakso kita?"


"Iya Bu, itu mereka."

__ADS_1


"Sekarang aku ngerti kenapa sikap mereka tiba-tiba jadi aneh. Ternyata Bella itu Feli dan Feli itu Bella" batin Bastian.


"Tapi kenapa penampilan mereka berbeda Nul?"


"Itu karna Feli nggak mau ada yang berteman sama dia karna dia anak orang kaya. Tapi selain itu, Bella juga nggak mau ada yang tau kalo mereka saudara kembar" ucap Sari.


"Loh kok gitu?"


"Aku juga bingung sama mereka. Sejak Ayah anak-anak pergi, sikap Siska jadi berubah sama Bella. Dia sering bedain Feli dan Bella Kasih sayang yang di tunjukkan Siska ke Feli nggak pernah dia tunjukkin ke Bella. Di hatinya hanya ada kebencian untuk Bella. Rasa iri yang di tunjukkan Bella pada Feli membuat dia membenci Feli.


"Kamu yang sabar ya Ssri. Aku yakin, suatu saat nanti mereka akan akur lagi.


"Semoga aja Lis. Oya aku belum kenyalin seseorang sama kamu. Kenalin, dia namanya Daniel, dia calon menantu aku, tunangannya Siska. Daniel kenalin, ini namanya Tante Lilis. Dia teman Bunda.


"Daniel Tante. Maaf ya Tan, tadi Daniel nggak sengaja nabrak gerobak Tante" ucap Daniel.


"Maafin aku ya Bastian.


"Nggak papa Kak" ucap Bastian tersenyum.


"Kamu tenang aja Lis, aku bakal ganti semuanya kok."


"Nggak usah Sari. Aku udah ikhlasin semuanya kok. Kami masih punya simpanan di rumah. Mungkin cukup buat beli gerobak baru" tolamya.


"Kalau kamu nggak mau Nggak papa. Tapi aku punya warung bakso yang cukup strategis Lis. Kalo kamu mau, kamu boleh pake tempat itu buat jualan bakso, biar kalian nggak keliling lagi.


"Aku mau Sari . Nanti aku kasih uang sewanya ta.


"Apaan sih Lis? Aku tuh ngasih bukan di sewain. Kamu terima ya, anggap aja ini tanda terima kasih aku karena udah mau dengarin cerita akun.


"Yaudah aku mau.


"Terima kasih Lis. Besok aku kasih alamatnya sama kamu" ucap Sari di balas anggukkan oleh Lilis.


"Oh ya Bu, kalian mau kemana? Kok tadi kaya lagi panik mukanya" tanya Bastian.


"Gini Bas. Sebenarnya kami lagi nyari Bella, dia pergi Dari siang tadi dan nggak tau pergi kemana. Bunda khawatir sama dia karna HP nya nggak bisa di hubungin" ucap Daniel.


"Iya Bastian. ibu takut Bella kenpa-napa. Walaupun dia sering kaya gini tiap hari, tapi Ibu nggak pernah se khawatir ini sama dia. Firasat Ibu mengatakan akan ada sesuatu yang menimpa anak Ibu " ucap Sari.


"Tenang Sari. Kamu harus berdoa semoga dia baik-baik aja."


"Bu Sari tenang aja. Bastian yang akan cari Bella."


"Aku ikut Bas" ucap Daniel.


"Nggak usah Kak. Biar aku sendiri aja. Kak Daniel ajak Bu Saru pulang aja, kasian ini udah malam banget."

__ADS_1


"Yaudah kamu hati-hat.


"Iya Kak. Ayo Bu, Bastian antar Ibu pulang dulu habis itu Bsdtian mau lanjut nyari Bella.


__ADS_2