Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
masalau 1


__ADS_3

Oya nak, ibu liat, dua anak tadi kayak nya mirip yah. Walapun penampilan mereka berbeda, tapi dari jauh Ibu bisa lihat persamaan mereka. Apa mereka adik Kakak ya?" tanya Lilis.


"Nggak kok Bu, mereka bukan adik Kakak, umurnya aja sama kok" ucap Bastian.


"Oh, tapi mereka cantik kan?" julitnya.


"Iya Bu, Bella emang cantik" ucap Bastian tanpa sadar sambil tersenyum.


"Waah jadi kamu suka ya sama si Bella itu" goda Lilis membuat Bastian salah tingkah.


"Bu-buka gi-gitu Bu, Bastian salah ng-ngomong" ucap Bastian.


"Alaah jangan bohong kamu Bas. Ibu itu pernah muda, jadi Ibu tau gimana muka orang lagi jatuh cinta" ucap Lilis.


"Jadi kamu suka sama dia? Jujur aja nggak papa, Ibu akan dukung kamu kok. Kamu suka dia kan nak?."


"I-iya Bu, Bastian suka sama Bella. Tapi....."


"Tapi apa nak" tanyanya penasaran.


"Tapi Bella itu anak orang kaya Bu, rumahnya mewah banget. Bastian nggak pantas berharap Bella jadi pacar Bastian, karena Bastian sadar, Bastian cuman cowok miskin yang ibunya jualan bakso. Lagi pula Bella nggak mungkin suka sama cowok cupu dan bukan siapa-siapa kaya aku ini Bu" ucap Bastian.


"Ah, Bastian jadi curhat ke Ibu. Yaudah, Ibu istirahat dulu disini, Bastian mau layani pembeli dulu" ucap Bastian bangkit dari duduknya untuk melayani para pembeli.


"Maafin Ibu nak. Ibu nggak bisa bahagiain kamu. Sebenarnya kamu itu punya segalanya nak, rumah dan kemewahan semua itu pasti jadi milik kamu. Kalo aja, dulu ibu nggak egois, semua ini nggak akan terjadi sama kamu" ucap Lilis yang memperhatikan Bastian yang sedang di sibukkan dengan pekerjaannya.


*****


"Kak tunggu dulu, jangan marah dong" ucap Feli saat mereka sudah sampai di rumah.


(Oya, Bella sekarang udah nggak jadi Feli lagi ya guys)


"Dari mana aja kamu Uti? Kenapa baru pulang sekarang " tanya Siska marah sambil mendekati mereka bersama Sari dan Daniel.


"Aku habis dari---"


"Udah Siaka. Mereka itu baru pulang sekolah, kenapa malah di marahin sih?" ucap Sari.


"Aku nggak peduli tentang Bella. Mau dia pulang atau nggak, itu nggak penting buat aku. Tapi Uti dia baru pulang jam segini dan pulangnya sama dia lagi" ucapnya menunjuk Bella.


"Lo pasti yang ngajak adek gue keluyuran iya kan? Ngaku lo."


"Heh Kak, kalo ngomong itu di jaga ya. Gue nggak pernah ngajak Feli keluyuran, ngeti" teriak Bella.


"Kurang ajar lo, berani lo lawan gue hah?" Ucap Siska yang marah dan ingin menampar Bella. Namun dengan sigap Bella menahannya.

__ADS_1


"Jangan pernah lo sentuh gue, karena gue nggak sudi di sentuh sama lo" ucap Bella menghempaskan tangan Siska lalu pergi menuju kamarnya.


"Bella makan dulu sayang" seru Sari menghentikan langkah Bella.


"Aku udah makan" ucapnya tanpa menoleh dan kembali berjalan.


"Kakak emang keterlaluan. Kenapa sih Kak, Kakak kok benci banget sama Kak Bella? Apa salah dia sama Kakak? Kenapa Kakak selalu bidain aku sama dia? Aku sama Bella itu kembar Kak, tapi kenapa Kakak selalu bedain dia sama aku?" tanya Feli dengan suara lantangnya.


"Karena aku benci dia, dia itu pembunuh" ucap Siska.


"Siska jaga omongan kamu" ucap Sari.


"Aku benar kan Bun? Dia emang pembunuh. Walaupun Bunda tau itu, tapi Bunda masih tetap belain dia" ucap Siska.


"Tapi sayang, semua itu nggak benar. Kamu salah paham sama dia" ucap Sari.


"Cukup Bun, aku nggak mau dengar apapun" ucap Siska berlalu pergi.


"Bund, apa yang Kakak maksud?" tanya Feli.


"Bukan apa-apa kok sayang. Yaudah, kamu makan dulu gih" ucapnya lembut.


"Nanti aja ya Bund. Tadi di jalan Feli udah makan sama Bella. Feli ke kamar aja ya, capek Bund" ucap Feli.


"Yaudah, istirahat gih sana."


"Iya Feli" ucap Daneil. Lalu Feli pun pergi ke kamarnya.


"Ya Tuhan, kenapa anak-anakku selalu saja bertengkar seperti ini" ucap Sari yang terduduk di sofa sambil menangis. Melihat itu, Daniel ikut duduk di sampingnya sambil mengelus punggungnya.


"Sabar Ya Bund, Daniel yakin, suatu saat nanti mereka bakal akur lagi" ucap Daniel.


"Itu yang Bunda impikan dari dulu Daniel, Bunda ingin sekali liat mereka rukun dan bahagia kaya dulu."


"Terima kasih ya Daniel, karena kamu udah sayang sama Bella kaya adik kamu sendiri. Kamu selalu memberikan dia kasih sayang seorang Kakak yang nggak pernah dia dapatkan dari Kakaknya sendiri" ucap Sari.


"Sama-sama Bund. Daniel udah nganggap Feli sama Bella kaya adik sendiri" ucap Daniel.


"Oh ya, kalo boleh Daniel tau, kenapa selama ini sikap Siska kaya gitu sama Bella? Kok dia bisa sebenci itu sama dia Bund?" tanya Daniel.


"Bunda akan ceritain rahasia besar ke kamu, rahasia yang bahkan Si kembar nggak tau soal ini. Hanya Bunda dan Siska yang tau."


"Cerita ini berawal dari beberapa tahun yang lalu, saat usia Siska 12 tahun dan usia si kembar saat itu baru 8 tahun."


--11_Tahun_Yang_Lalu

__ADS_1


Suatu pagi di hari minggu, terlihat sepasang suami istri yang sedang asik menemani anak mereka belajar untuk persiapan ujiannya nanti.


"Yah cara ngerjain soal ini gimana? Siska nggak ngerti" ucap Siska.


"Sini sayang. Ayah bantu ya. Caranya gini" Hadi tampak sabar mengajari Siska yang kesusahan mengerjakan soal matematikanya.


"Kamu harus belajar yang rajin sayang, biar kamu bisa lulus nanti yah" ucap Sari.


"Iya Bunda. Aku akan belajar terus biar bisa sukses kaya Ayah" ucap Siska.


"Hiks.....hiks! Ayah, Bunda, Kakak" seorang anak kecil terlihat menghampiri mereka sambil menangis.


"Eh sayang, Feli kenapa nangis? Hmm?" tanya Hadi sambil membawa Feli kecil ke pangkuannya.


"Hiks...Ayah, Kak Bella nakal. Dia rusakin boneka kesayangan Feli lagi" adunya kepada sang Ayah.


"Cup! Cup! Jangan nangis dong. Nanti ayah ganti bonekanya Feli ya" bujuk Hadi.


"Feli jangan nangis. Nanti biar Kak Siska jewer Bella ya" ucap Siska.


"Iya" ucap Feli tersenyum.


"Nah gitu baru cantik kalo Feli senyum" ucap Sari


"Trus, Bella mana sayang?" lanjut Sari.


"Dia di kamar Bund" jawab Feli.


"Bella!" panggil Sari. Tak lama Bella kecil berlari ke arah mereka.


"Iya Bunda"


"Bella nakal lagi? Bella rusakin bonek Feli lagi ya?" tanya Sari lembut.


"Iya, Bella rusakin bonekanya Feli lagi. Habisnya Feli pelit, Bella nggak di bolehin pinjam, makanya Bella rusakin aja" jawab Bella.


"Bella sini" panggil Siska. Bella pun berjalan ke arah Siska.


"Iya Kak?"


"Bella nggak boleh nakal ya. Kasihan Feli nya kalo Bella nakal terus. Kalai Bella mau boneka, ambil di kamar Kakak banyak kok. Tapi jangan rusakin punya Feli ya. Bella kan anak baik dan pinter" ucap Siska.


"Iya Bella, Kak Siska itu benar. Kalau Bella mau, Ayah bakal beliin semua boneka kesukaan Bella. Asal Bella janji nggak akan nakal lagi oke.


"Oke, Bella janji nggak akan nakal lagi.

__ADS_1


"Maaf ya Feli."


"Iya Kak" ucap Feli lalu turun dari pangkuan Hadi.


__ADS_2