
"Maafin saya ya Nek. Tadi saya beneran nggak sengaja nabrak Nenek" ucap Feli.
"Nggak papa Nak, Nenek juga nggak kenapa-napa kok" ucap Nenek.
"Kata Dokter, Nenek udah boleh pulang" ucap Bella.
"Soal biaya Nenek nggak perlu khawatir, saya yang akan bayar biaya rumah sakit ini" ucap Feli.
"Terima kasih ya Nak. Kalian memang anak-anak yang baik dan bertanggung jawab."
"Ah Nenek bisa aja mujinya" ucap Bella tersenyum manis.
"Jangan di tanggapin Nek, anak ini otaknya agak geser. Makanya langsung terbang dia kalo di puji" ucap Feli.
"Enak aja, otak lo tuh yang geser" ucap Bella tak terima.
"Lo"
"Lo"
"Lo Bucing"
"Apaan tuh Bucing?" tanya Bella.
"Ibu Kucing go*lok"
"Lo yang go*lok, dasar Pulu.
"Siapa lagi tuh Pulu?"
"Putri malu. Itu loh, nama tanaman Putri malu.
"Ihh dasar gesrek lo Bucing"
"Lo yang gesrek Pulu"
"Bucing"
"Pulu"
"Bu---"
"Eh,! Sudah-sudah! Kalian ini kok malah bertengkar. Nggak boleh, kalian kan temenan" ucap Nenek melerai pertengkaran Feli dan Bella Mereka berdua bungkam seketika, namun sesat kemudian mereka saling menyenggol.
"Lo sih Fel" bisik Bella menyenggol Feli.
"Lah kok gue? Lo lah" ucap Feli menyenggol Bella balik.
"Eh stop! Kok mulai lagi sih kalian? Ini rumah sakit, jangan bikin ulah disini.
"Iye Nek" ucap mereka kompak.
"Ya sudah, Nenek mau pulang. Terima kasih sekali lagi ya."
"Sama-sama Nek. Emang Nenek mau pulang kemana?" tanya Bella.
__ADS_1
"Ke rumah lah Nak" jawab Nenek.
"Rumah Nenek dimana? Biar saya anterin" tawar Feli.
"Nggak usah Nak, rumah Nenek dekat kok dari sini."
"Nggak papa Nek, biar kami antar ya. Kami kan yang bawa Nenek ke sini, jadi kami yang bakal anta Nenek pulang"" ucap Feli.
"Jangan nolak ya Nek" mohon Bella.
"Ya sudah, jika tidak merepotkan nenek mau."
"Nggak merepotkan kok Nek. Ayo Nek!"
Setelah Feli membayar biaya administrasi, merekapun mengantar Nenek itu pulang ke rumahnya.
"Nenek tinggal sama siapa aja di rumah Nenek?" tanya Bella.
"Di rumah Nenek cuman ada Nenek sendiri, nggak ada orang lain " ucap Nenek.
"Memangnya keluarga Nenek kemana?"
"Apa anak Nenek nggak tinggal bareng sama anak Nenek?" tanya Bella.
"Dulu Nenek punya anak dan kini dia sudah hidup bersama keluarganya. Semenjak menikah, dia sudah jarang menjenguk Nenek. Hanya cucu-cucu Nenek saja yang sering mengunjungi Nenek saat mereka lagi libur kuliah" ucap Nenek.
"Oh gitu ya Nek"
"Yang mana rumahnya Nek?" Tanya Feli saat mobilnya sudah memasuki kompleks perumahan.
"Yang ini Nek?" Tanya Feli memastikan. Dia memberhentikan mobilnya di depan rumah yang sesuai dengan arahan dari Nenek tersebut.
"Iya-iya yang ini. Terima kasih ya Nak, udah anterin Nenek pulang."
"Sama-sama Nek" ucap Feli dan Bella.
Tak lama, beberapa wanita yang berpakaian seperti pelayan menghampiri Nenek itu saat dia sudah keluar dari mobil Feli lalu mereka membawa Nenek itu masuk ke dalam rumah yang cukup megah dan mewah. Feli dan Bella di buat bingung dengan apa yang baru saja mereka lihat.
"Itu beneran rumahnya Fel?" Tanya Bella yang masih tak percaya.
"Iya, iyalah bego. Tapi sayang ya, di rumah segede gitu, dia cuman di temenin sama pelayannya di usianya yang udah berumur. Sama kaya nasib gue, tapi bedanya gue punya keluarga walau nggak seperti dulu" ucap Feli.
"Udah lah Fel, nggak usah mewek lagi" ucap Bella.
"Siapa yang mewek? Gue cuman curhat aja ya"
"Sama aja Pulu"
"Kok Pulu lagi? Ganti kek yang keren dikit napa" ucap Feli.
"Nggak mau. Itu udah jadi nama panggilan tetap buat Lo. Siapa suruh Lo manggil gue Bucing" ucap Bella.
"Iya-iya deh, terserah Lo aja.jadi sekarang kita mau kemana nih?"
"Kita pulang aja yuk, udah jam segini"
__ADS_1
"Lo yakin mau pulang sekarang? Emang Lo nggak takut ketahuan Kakak Lo kalo habis keluar rumah " tanya Feli.
"Nggak bakalan. Soalnya ini udah jamnya Kakak gue tidur. Mungkin sekarang dia udah molor dan nggak nyadar kalo gue keluar rumah sama Lo. Yaudah buruan pulang"
"Oke"
Feli melajukan mobilnya meninggalkan kompleks perumahan itu.
*****
Setelah sampai di dalam rumahnya, Bella berjalan sambil mengendap-endap menuju kamarnya. Suasana rumah yang sudah gelap membuatnya bernafas lega, itu artinya Sisks sudah tidur di kamarnya. Namun dia harus berhati-hati supaya Kakaknya itu tidak terbangun.
"Huhh! Selamat" ucapnya bersandar di pintu kamarnya.
Tap!
"Kak Ani" ucap terkejut dengan keberadaan Siska di kamarnya setelah dia menyalakan lampu kamar.
"Dari mana kamu?" Tanya Siska berjalan mendekati Bella sambil bersedekap dada, dia menatap Bella dengan penuh kemarahan membuat gadis itu menunduk takut.
"Kak, aku--"
Plaakkk!
Bekas tangan Siska tertinggal jelas di pipi Bella setelah dia menamparnya cukup keras.
"Itu pelajaran buat orang yang sama sekali nggak mau nurutin perkataan Kakak. Udah Kakak bilang kan sama kamu Bel, mulai hari ini Kakak nggak mau liat kamu dekat lagi sama cewek itu. Tapi apa yang kamu lakukan hah? Kamu berani keluar dari rumah dan pergi sama dia walaupun Kakak udah larang kamu untuk pergi" bentak Siska pada Bella yang kini sudah menangis memegangi pipinya yang perih.
"Hiks...kenapa Kak? Feli itu baik sama aku, dia nggak pernah jahat sama aku. Tapi kenapa Kakak sangat benci sama dia?" Tanya Bella.
"Karena gara-gara dia, kamu jadi berubah Bel. Sekarang kamu udah mulai bicara keras sama Kakak hanya demi belain dia. Pengaruh buruk dia udah buat kamu jadi Bella yang kurang aja.
"Cukup Kak, jangan bicara buruk tentang dia. Dan satu lagi, apapun yang mau Kak Siska lakukan terserah, aku nggak akan peduli. Tapi yang jelas, kau nggak akan pernah ninggalin sahabat aku. Nggak akan pernah" ucap Bella lalu naik ke tempat tidurnya kemudian menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Oke kalo itu yang kamu mau. Mulai hari ini, Hp kamu Kakak sita dan kamu akan tetap di kamar ini sampai kamu berhenti berteman sama dia" ucap Siska. Dia mengambil tas milik Bella lalu mengeluarkan ponsel milik Gadis itu. Dia pun mengunci pintu kamar Bella dari luar.
"Hiks....hiks! Kak Siska jahat, aku benci Kakak hiks!"
*****
Keesokkan harinya, Feli terbangun dari tidurnya saat ART membangunkannya.
"Ada apa sih Bi? Ini kan hari Minggu, ngapain bangunin aku hari libur gini?" Tanya Feli kesal setelah membuka pintu kamarnya.
"Maaf Non, tapi Bibi di suruh Tuan untuk bangunin Non Feli" seketika mata Feli yang masih terpejam itu terbuka lebar.
"Apa Bi? Papa udah pulang?" Tanya.
"Iya Non, baru saja sampai.
"Terus sekarang Papa ada di mana Bi?"
"Ada di meja makan"
"Bibi bilang aja sama Papa, aku akan segera turun. Aku mau mandi dulu" ucap Feli kemudian masuk ke dalam kamar mandinya. Arti itu pun melakukan apa yang di.
__ADS_1