
"Rasanya bahagia banget ya Kak, liat Bella ketawa lagi. Padahal dulu dia dingin banget dan susah untuk ketawa. Tapi semenjak kenal Bastian, kehidupan dia berubah sedikit demi sedikit" ucap Feli.
"Iya kamu benar. Semoga dengan kehadiran Bastian bisa membuat dia semakin semangat untuk sembuh" ucap Siska.
"Ya udah yuk Kak, kita pergi dari sini. Bisa-bisa kena amukan lagi kita disini." Siska mengangguk, kemudian Feli mendorong kursi rodanya pergi menjauh dari ruangan itu.
"Bas lo udah punya pacar?" pertanyaan itu seketika membuat Bastian berhenti tertawa.
"Aku nggak punya pacar Bel."
"Masa sih? Lo itu kan ganteng, baik, dan pinter. Masa nggak ada sih yang mau sama lo?"
"Iya nggak ada. Mana ada sih yang mau sama cupu kaya aku."
"Oke-oke! Tapi setidaknya lo punya kan satu nama yang lo suka, ya walaupun itu diam-diam. Ada nggak?"
"Aku punya Bel, dan dia adalah kamu." batin Bastian.
__ADS_1
"Malah bengong. Ada nggak Bas?"
"I-iya, a-ada" jawab Bastian terbata-bata.
"Siapa?"
"Aduh! Aku harus bilang apa nih? Aku nggak mungkin bilang sama Bella kalo aku suka sama dia."
"Bengong lagi. Bas!"
"Maaf Bel, aku nggak bisa bilang sekarang. Aku harus pergi, cepat sembuh ya." ucap Bastian, cepat-cepat pergi meninggalkan Bella.
"Tapi kenapa ya, saat dia bilang kalo dia suka sama seseorang gue kaya nggak suka ya. Apa jangan-jangan gue udah mulai suka sama Bastian. Aaaa!...nggak, gue nggak mungkin suka secepat itu sama dia. Lagian Bastian pasti nggak mau punya pacar penyakitan kaya gue gini." batin Bella.
--2_Hari_Kemudian.
"Pokoknya aku nggak mau disini lagi Bund. Masa Kak Siska boleh pulang aku enggak? Kan dia duluan yang di rawat disini" ucap Bella dengan cemberut. Pasalnya hari ini Siska sudah di perbolehkan pulang oleh Dokter karena keadaannya yang sudah pulih. Sementara Bella harus menjalani perawatan di rumah sakit.
__ADS_1
"Tapi kan Bel, Kakak kamu itu udah sembuh dan kamu masih harus di rawat intensif di sini." ucap Sari.
"Pokoknya aku nggak mau Bund. Aku mau pulang atau nggak aku bakal kabur dari sini."
"Udah sana kabur aja, nggak papa kok" timpal Siska yang sedang menyusun pakaiannya
"Diam lo!"
"Bella kamu nggak boleh ngomong kaya gitu sama Kakak kamu. Lagian kan kalian udah baikan? Masa ngomongnya masih sama" tegur Sari.
"Dengar tuh apa kata Bunda" sahut Siska lagi. Namun Bella tak menanggapinya. Dia hanya memainkan ponselnya dengan wajah kesal.
"Udahlah Bund, biarin aja dia pulang. Di rawat jalan aja di rumah." ucap Feli yang sejak tadi hanya diam di sofa sambil bermain ponsel. Mendengar itu, seketika senyum Bella mengembang.
"Ya udah. Bunda akan tanya dulu sama Dokternya dulu. Kalo di izinin, baru Bella boleh pulang" ucap Sari lalu keluar menuju ruangan Dokter.
"Aaaa...! Makasih Feli, lo emang yang ter the best. Bukan kaya onoh tuh." Bella menunjuk Siska dengan bibirnya. Membuat Siska melontarkan tatapan tajamnya kemudian berjalan ke arah Bella.
__ADS_1
"Siapa yang kamu maksud tadi? Hah!" ucap Siska sambil menjewer Bella. Maksudnya yang mana yah kak ucap Bella yang pura-pura berpikir.