
*****
Setelah selesai mandi, Bella menuruni anak tangga dengan terburu-buru.
"Bi, mana barang-barang aku?"
"Ini Non, sudah Bibi taruh di dalam tasnya Non.
"Terima kasih ya Bi. Kalo gitu aku jalan dulu.
"Hati-hati Non"
Bella pun keluar menuju motornya. Di luar, dia berpapasan dengan Siska dan Daniel yang akan berangkat ke kampus.
"Pagi Bang ganteng" sapa Bella.
"Pagi juga ade ipar cantik" ucap Daniel.
"Mau kemana lo?" lanjutnya.
"Mau ikut kemping. Yaudah, gue duluan ya bang" ucap Bella sambil menaiki motornya.
"Bem itu hi---" sebelum Daniel melanjutkan ucapnya, Bella langsung menyelanya!
"Aduh Bang, gue mau berangkat ini. Bye"
"Tunggu" Bella yang bersiap menancap gas motornya terhenti saat Siska menahannya.
"Apa lagi lo hah?" tanya Bella ketus.
Siska tak menjawab, dia berjalan ke depan Bella.
"Nih tisu buat lap idung lo yang berdarah" Bella mengambil tisu di tangan Siska sambil menatapnya tak percaya. Bagaimana tidak? Orang yang selalu membencinya, hari ini menawarkan tisu untuknya.
"Ayo Daniel" mereka berdua pun masuk ke mobil menuju kampusnya meninggalkan Bella yang terpaku di atas motornya.
"Apa gue nggak mimpi? Tadi itu benaran Kak Siska kan? Aaahh itu benar nyata" gumam Bella yang tersenyum memeluk tisu yang di berikan Siska.
"Tapi semoga Kak Siska nggak mikir yang bukan-bukan tentang d4r4h ini. Lo juga kenapa nggak sadar kalo mimisan sih B? Kan bisa berabe kalo Kak Siska tau."
Setelah Bella membersihkan hidungnya, dia pun melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.
*****
Kini Bastian sudah memindahkan semua barang-barang yang sudah tidak terpakai dari ruang BP ke gudang. Namun dia baru sadar akan sesuatu.
"Loh! Rio sama Andi kemana? Kok mereka nggak ada ya? Atau jangan-jangan, aku di kerjain lagi sama mereka. Arghh sialan, bodoh kamu Bastian" ocehnya. Dia pun segera berlari menuju parkiran.
"Yahh! Bisnya udah berangkat" ucap Bastian. Lalu dia melirik sepedanya.
"Apa aku naik sepeda aja ya?" gumamnya lagi. Dia pun memutuskan untuk pergi menggunakan sepedanya.
"Loh? Bannya bocor lagi. Yah nggak bisa ikut perkemahan dong? Mana aku nggak punya uang buat naik ojek lagi" ucap Bastian dengan sedih. Dia pun duduk di atas sepedanya itu.
Tin! Tin!
"Woyy Bastian!" Bella yang melajukan motornya tiba-tiba berhenti saat melihat Bastian yang ada di parkiran sekolah.
__ADS_1
"Eh Bella. Kamu kok baru datang?"
"Gue tadi telat bangun. Lo napa masih disini?"
"Aku ketinggalan bis" lirihnya sedih.
"Oh gitu? Iya udah, lo berangkat barang gue aja" tawar Bella.
"Emang boleh?" tanya Bastian.
"Iya boleh lah. Ayo buruan naik"
"Tapi aku nggak enak di bonceng ama cewe."
"Hah? Trus mau lo gimana?"
"Kalo kamu ngizinin, apa aku boleh boncengin kamu?" Bella membulatkan matanya kemudian menatap Bastian dari bawah sampai atas.
"Emang lo bisa bawa motor gede gini?"
"Bisa dong, aku pernah belajar bawa motor kaya gini sama teman aku."
"Yaudah, ayo naik" Bastian pun menaiki motornya dengan Bella berada di belakangnya.
"Kenapa? Lo nggak bisa kan bawa motor ini?" ucap Bella saat Bastian belum juga menjalankan motornya.
"Pegangan Bel, nanti kamu jatuh" ucap Bastian.
"Heh Bastian, gue ini ratu jalanan. Gue nggak takut jatuh dari motor. Palingan lo bawanya cuman pelan doang nggak bakalan jatuh la gue" ucap Bella.
"AAAAA BASTIAN" teriak Bella saat Bastian melajukan motornya dengan kecepatan yang jauh dari dugaannya. Dengan reflek, dia memeluk Bastian dari belakang dengan sangat erat membuat Bastian tersenyum dalam hati.
"Makanya, jangan raguin cowok Cupu.
--Skip
"Loh? Kok lo berhenti Bas?" tanya Bella sambil turun dari motornya saat Bastian berhenti di tengah jalan.
"Kayanya bensinnya abis Bel.
"Aduhh! Kenapa gue pake lupa segala sih kalo bensinnya cuman tinggal sisa semalam gue pake balapan" batin Bella.
"Terus gimana dong Bas? Disini kan sepi, mana ada pom bensin disini?
"Ya mau gimana lagi. Mau Nggak mau, kita harus dorong motor kamu sampe dapat pom bensin."
"Ya udah deh, ayo dorong" Bastian dan Bella pun mendorong motor itu hingga di sebuah pom bensin yang lumayan jauh. Hampir satu jam, mereka pun sampai di depan sebuah pom bensin.
"Pak, bensinnya ya" ucap Bella.
"Siap Mbak"
"Aduh capeknya" ucap Bastisn duduk di sebuah bangku begitupun dengan Bella.
"Sory ya Bas, niat mau bantuin lo eh malah lo yang bantuin dorong motor gue" ucap Bella merasa bersalah melihat Bastian yang berkeringat.
"Nggak papa.....loh Bella, itu idung kamu kenapa?" tanya Bastian khawatir. Bella yang menyentuh hidungnya terkejut saat melihat d4r4h yang kembali mengalir.
__ADS_1
"Tunggu sini, aku cari tisu dulu" ucap Bastian segera pergi mencari warung terdekat.
"Ya ampun, kok gue bisa mimisan lagi sih?" gerutunya lagi.
"Bel aku udah dapat tisunya. Sini, biar aku bersihin ya" ucap Bastian. Dia pun membersihkan d4r4h di hidung Bella yang lumayan banyak.
"Kalo khawatir gini, lo keliatan gangetng dari kemarin Bas" batin Bella menatap Bastian.
"Ini d4r4hnya banyak banget. Emang kamu kenapa? Kok sampe mimisan gini?" tanya Bastian yang masih fokus di hidung Bella.
"A-anu. Gue.....gue kalo kecapean emang suka mimisan. Tapi lo tenang aja, ini nggak parah kok" ucap Bella.
"Owh" singkat Bsstian. Beberapa saat, dia telah selesai.
"Udah selesai belum?" tanya Bella.
"Udah nih" ucap Bastian.
"Kita lanjut yuk, udah mau siang soalnya"
"Tapi kamu beneran nggak papa kan?" tanya Bastian.
"Ck udah gue bilang gue nggak papa Bas."
"Oke deh. Ayo naik" ucapnya dari atas motor. Lalu Bella pun naik ke motornya.
"Jangan ngebut kaya tadi ya."
"Kenapa? Tadi katanya ratu jalanan?" goda Bastian.
"Ihhh nggak usah banyak bacot, bruan" ucap Bella sambil memukul punggung Bastian.
"Iya, iya" Bastian pun mulai melajukan motor menuju tempat perkemahan mereka.
*****
"Permisi Pak, Bu" beberapa guru yang sedang mengobrol dengan Sari menoleh ke arah sumber suara.
"Iya, ada apa Feli?" tanya pak Guntur.
"Mmm anu Pak, saya mau ngobrol sama Bu Sari boleh?" tanya Feli sopan.
"Oh silahkan, kami juga mau lanjut liat teman-teman kamu yang lain" ucap Pak Ical.
"Kami permisi Bu Saei" Pak Ical dan Pak Guntur pun pergi meninggalkan Sari dan Feli.
"Ada apa sayang? Kamu mau ngomong apa sama Bunda?" tanya Sari.
"Kita bicara di tempat lain yuk Bunda, takut ada yang liat" ucap Feli.
"Yaudah, kita ngobrol di tenda Bunda aja. Ayo" mereka pun pergi menuju tenda Sari.
"Mau ngomong apa sayang?" kini mereka sedang duduk di dalam tenda.
"Bund, Bella nggak ikut ya? Soalnya dari sekolah tadi, aku belum liat dia" ucap Feli.
"Oh Bella? Bunda kira kamu mau ngomong apa. Soal Bella, tadi Bunda telfon Bibi di rumah dan katanya Bella lagi tidur. Mungkin sekarang dia lagi di jalan."
__ADS_1