Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Kepulangan Bella


__ADS_3

"Siapa yang kamu maksud tadi? Hah!" ucap Siska sambil menjewer Bella.


"Ampun Kak, ampun. Aku becanda doang kok." akhirnya Siska melepas jewerannya dan beralih memeluk Bella.


"Adek manja gue" ucap Siska. Bella terlihat sangat bahagia sekaligus sedih. Bahagia karna bisa merasakan kembali kasih sayang sang kakak. Dan sedih karna dia merasa ini adalah kebahagiaan terakhirnya.


"Penyakit kamu sudah tidak punya harapan lagi untuk di sembuhkan. Jalan satu-satunya hanyalah menunggu takdir Allah saja" perkataan Dokter tersebut terngiang-ngiang di telinga Bella. Air matanya mulai mengalir membasahi pipi. Namun dia segera menghapusnya sebelum Siska dan Feli melihatnya.


"Aku juga mau di peluk." ucap Feli berlari ke arah Siska dan Bella lalu ketiganya berpelukkan bersama.


"Kak, aku butuh bantuan kamu besok." bisik Feli pada Bella.


"Oke!"


Akhirnya Dokter mengizinkan Bella untuk rawat jalan. Setelah menyelesaikan administrasi, kini mereka sudah pulang ke rumah. Dan saat ini Bella sudah berada di kamarnya. Pandangannya kini tertuju pada beberapa botol kecil obat yang ada di tangannya.


"Mulai hari ini, hidup gue akan bergantung sama obat-obatan ini."


____


Pagi menyapa, kini keluarga


Bella sedang menikmati sarapan di meja makan diiringi canda tawa.


"Akhirnya setelah bertahun-tahun, Bunda bisa merasakan lagi suasana seperti ini. Kita bisa sarapan satu meja lagi." ucap Sari.


"Dan itu karena mereka berdua."

__ADS_1


"Kok kita?" ucap Siska dan Bella.


"Iya kalian. Kalo aja Kalian nggak musuhan, udah dari dulu kita kaya gini." ucap Feli.


"Iya emang sih. Tapi mulai sekarang nggak ada lagi kebencian dan kemarahn lagi." ucap Siska.


"Bunda senang liat kalian akur gini, rasanya adem banget."


"Iya, Feli juga."


Beberapa menit akhirnya sarapan mereka pun berakhir.


"Bund, aku udah selesai. Aku berangkat duluan ya." ucap Bella.


"Kamu mau naik apa?" tanya Sari.


"Naik motor lah Bund."


"Loh kenapa nggak boleh?" tanya Bella.


"Kamu itu lagi sakit, masa mau bawa motor sih kan banyak mobil yang kamu punya selain motor." ucap Siska.


"Benar apa kata Kakak kamu. Bunda nggak mau ambil resiko ngizinin kamu bawa motor ke sekolah."


"Tapi Bund--"


"Nggak ada tapi-tapian. Mulai sekarang kamu harus naik mobil dan itu harus sama Feli atau sama Bunda.

__ADS_1


"Huffhh.....yaudah deh, aku sama Feli aja. Ayo Fel" Bella langsung menarik Feli ke garasi dimana mobilnya berada.


"Mau mobil yang mana nih? Merah, biru atau pink? Atau hijau aja?" tanya Feli. Pasalnya di garasi ada beberapa warna mobil dan itu semua adalah milik Bella.


"Yang merah aja." ucap Bella lalu masuk ke dalam mobilnya begitupun Feli.


"Ini mobil gue yang paling mahal. Awas ya kalo sampe lecet, gue cincang lo." ancam Bella.


"Alah mobil taruhan kok bangga." ejek Feli yang mulai menjalankan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.


"Biarin. Itu artinya gue emang Queen jalanan. Buktinya gue bisa dapat apa yang gue mau dari menang balapan. Kalau lo mau, lo boleh ambil satu."


"Boleh nih? Yaudah aku bakal ambil yang pink ya Kak." ucap Feli sumringah.


"Iya ambil aja, tapi lo harus bayar 2 M ke gue entar."


"Ck, sama aja boong namanya. Nggak jadi deh, nanti aku minta mobil baru aja sama Bunda." ucap Feli kesal.


"Becanda gue, gitu aja ngambek lo. Ambil aja mobil itu, anggap hadiah ultah kemarin buat lo." ucap Bella.


"Asiikkk dapat mobil baru." teriak Feli.


"Tapi kamu mau hadiah apa dari aku Kak? Aku kan juga belum sempat kasih kado ultah buat kamu?"


"Gue nggak minta apa-apa. Udah fokus aja nyetir." keduanya pun diam dengan pikiran masing-masing


Dari kaca spion, Feli dapat melihat Bastian yang baru saja keluar dari gang perumahannya menggunakan sepedanya. Tiba-tiba sebuah ide muncul di benaknya. Dia lalu memberhentikan mobil di pinggir jalan.

__ADS_1


"Ada apa sih?" tanya Bella.


".........."


__ADS_2