Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Menemukan Feli


__ADS_3

"Kita harus cari kemana lagi sih Bas? Udah 2 jam, tapi kita belum nemuin Feli. Mana disini seram banget lagi" ucap Bella.


"Kita harus sabar, mungkin bentar lagi ketemu kok" ucap Bastian.


"Hmmm, iya.......eh Bas, itu apaan?"


"Mana?"


"Itu tuh. Kayaknya itu gubuknya deh, iya kan?"


"Iya, ayo kita ke sana" mereka berdua berjalan mendekati gubuk itu, dan alangkah terkejutnya saat mereka menemukan Feli yang pingsan dengan posisi terikat. Mereka lalu melepas ikatan Feli.


"Feli bangun, gue mohon bangun. Maaf gue yang nggak bisa jagain lo. Gue mohon bangun" ucap Bella menangis sambil memukul pelan pipi Feli agar dia segera bangun.


"Bastian ayo bawa dia ke mobil, gue takut dia kenapa-napa. "


"Iya, iya" Bastian pun mengangkat tubuh Feli lalu membawanya keluar dari hutan. Setelah sampai di tempat mobil, dia memasukkan Feli ke dalamnya.


"Kamu duduk di belakang aja temanin Feli, biar aku yang nyetir mobilnya" ucap Bastian.


"Emang lo bisa nyetir?"


"Bisa kok. Ayo cepat masuk" tanpa membantah, Bella pun duduk di jok belakang sambil memangku kepala Feli. Mereka pun meninggalkan area hutan dengan Bastian sebagai supirnya.


"Feli gue mohon bangun..hiks! Jangan bikin gue khawatir gini dong" Bella terus menangis sambil terus menggesekkan kedua tangannya lalu menempelkannya di pipi Feli untuk memberikannya kehangatan


"Eugh!"


Perlahan mata Feli mulai terbuka, dan kini menatap Bella yang sedang menangis.


"Kak aku kedinginan" lirihnya menggigil.


"Ah iya, bentar" Bella pun melepas jaket yang dia pakai lalu mengenakannya pada Feli.


"Kak, kamu nangis?" tanya Felu mengusap air mata Bella, dia kini sudah mengubah posisinya menjadi duduk di samping Bella. Bella yang baru saja menyadari sikapnya pada Feli, kembali merubah ekspresi wajahnya menjadi datar setelah mengusap air matanya kasar.


"Nggak!"


Bastian yang sedang menyetir di buat bingung dengan sikap Bella yang kembali dingin pada Feli. Padahal sebelumnya dia terlihat menangis sambil memeluk Feli yang pingsan, seolah dia takut kehilangan Feli.


"Jadi kalian berdua yang nyelamatin aku tadi?" tanyanya pada Bastian dan Bella.


"Cuman Bastian doang, gue mah ogah nolongin lo, kalo bukan terpaksa malas gue datang ke hutan itu" ucap Bella.


"Bohong Feli. Malah dia sendiri tadi yang nangis-nangis pas kamu pingsan. Demi kamu, dia rela masuk hutan yang nyeramin tadi" ucap Bastian.


"Diam lo! Nyetir yang benar biar selamat kita" sentak Bella.


"Eh iya, iya" Bastian lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.


"Dia memang gitu Bas, mulutnya bilang benci, tapi di hatinya sayang. Biar bagaimanapun dia, dia tetap Kakak kembar terbaik aku. Aku sayang kamu Kak" ucap Feli memeluk Bella dari samping.


1 jam kemudian, mereka pun sampai di rumah.

__ADS_1


"Makasih.


ya Bas, atas bantuannya. Kalo nggak ada kalian, aku nggak tau gimana nasib aku" ucap Feli.


"Sama-sama Feli, ini juga berkat orang yang kirim pesan ini ke aku" ucap Bastian memperlihatkan isi pesan yang dia terima.


"Lo tau siapa orang itu?" tanya Bella.


"Iya"


"Siapa?" tanya Bastian da Bella secara bersamaan.


"Ciee, kompak nih yee" goda Feli.


"Apaan sih Feli" ucap Bastian tersenyum malu.


"Gue gampar juga ya lo lamar-lama. Cepat kasih tau siapa dia?" ucap Bella kesal.


"Ihh kepo. Suatu hari nanti kalian juga bakalan tau. Ayo masuk yuk Kak" Ucap Feli keluar dari mobil.


"Bisa jalan nggak lo?"


"Bisa sedikit"


"Yaudah sini gue bantu papah" Bella pun memapah Feli.


"Bastian, kamu pulang naik apa? Ini kan udah larut banget?" tanya Feli.


"Aku bakal cari ojek di depan" jawab Bastian.


"Ah kyutt, Bastian di perhatiin nih yee."


Tak!


"Aduh! Sakit Kak" ringisnya kesakitan karna mendapat jitakkan dari Bella di kepalanya.


"Makanya diam" ucap Bella menatap Feli tajam.


"Iya, iya.


"Nggak usah Bel. Aku nggak enak bawa pulang mobil orang.


"Nggak papa bawa aja. Lo kan udah nemananin gue nyari nih anak. Pulanginnya besok aja" ucap Bella.


"Yaudah. Tapi besok pagi aku kembaliin ya."


"Iya"


"Aku permisi pamit dulu"


"Hati-hati Bas, sekali lagi terima kasih ya.


"Sama-sama Feli" Bastian pun pulang dengan menggunakan mobil Bella. Setelah mobilnya menghilang di persimpangan, Bella membawa Feli ke dalam rumah dimana Sari sedang menunggu mereka di sana.

__ADS_1


"Bunda" Sari menoleh dan langsung memeluk keduanya.


"Syukurlah, Bunda senang kalian baik-baik aja. Akhirnya Bella berhasil bawa Feli pulang" ucap Sari.


"Kenapa kamu begini sayang? Apa yang terjadi sama kamu?" tanya Sari pada Feli.


"Nggak papa kok Bund, ini---"


"Dia di sekap di hutan tempat kemah kita Bund" ucap Bella memotong ucapan Feli.


"Ya Allah! Siapa yang udah lakuin ini sama kamu?"


"Nggak tau Bund. Lagian aku udah nggak papa kan?" ucap Feli.


"Feli!" panggil Sara yang berlari dan langsung memeluk Feli. Sama seperti Sari, dia juga terlihat cemas dan bahagia melihat Feli yang sudah pulang.


Bella yang merasa tidak di anggap karena Sarah hanya memperdulikan Feli saja, dia meninggalkan mereka lalu masuk ke kamarnya dengan hati yang terluka.


"Hiks....segitu bencinya lo sama gue Kak, sampai-sampai lo cuman merhatiin dia tanpa tau gimana keadaan gue. Gue juga baru pulang, tapi kenapa lo cuman cemas sama dia doang. Hiks....hikss! Ayah, Bella mau ikut Ayah, Bella udah nggak tahan hidup tersiksa lagi" batin Bella.


*****


Lilis yang sedang menunggu kepulangan Bastian di kejutkan dengan suara mobil yang baru saja berhenti di depan rumahnya.


"Lho! Bas, kamu bawa pulang mobil siapa?" tanya Lilis saat Bastian baru keluar dari mobil.


"Eh Ibu! Ibu belum tidur?"


"Belum, Ibu masin nungguin kamu. Ayo jawab Ibu, mobil siapa ini Bas?"


"Aku ceritain di dalam. Ayo Bu" Bastian merangkul Lis untuk masuk ke dalam rumah. Sesampainya di dalam, dia langsung menceritakan semuanya.


"Jadi itu yang buat kamu panik tadi?"


"Iya Bu"


"Lalu gimana keadaan Feli?"


"Dia nggak kenapa-napa kok Bu. Tapi kami nggak tau siapa orang yang udah lakuin itu ke dia" ucap Bastian.


"Tapi siapa yang kasih tau kamu tentang Feli?"


"Aku juga nggak tau Bu. Tiba-tiba aja ada yang ngirimin aku pesan, dia kasih tau aku dimana Feli di sekap.


"Siapa orang itu? Kamu tau dia siapa?"


"Nggak Bu, aku nggak tau.


"Ya sudah! Kamu tidur gih, besok kan kita mau jualan.


"Iya Bu."


Bastian meninggalkan Lilis lalu masuk ke kamarnya. Setelah bersih-bersih, dia menghempas kan tubuhnya di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Hari ini hari yang paling melelahkan" gumamnya. Dia lalu mengambil selembar foto yang terselip di bawah bantalnya, lalu menatap foto itu dengan tersenyum.


__ADS_2