Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Feli Dan Bella 1


__ADS_3

DOR! DOR! DORR


"SELAMAT PAGI. WOYY BUKA PINTUNYA DONG, GUE MAU MASUK" teriak seorang gadis di depan sebuah rumah sederhana sambil menggedor pintunya cukup keras.


Cekelk!


Pintu rumah itu pun terbuka dan keluarlah pemiliknya dengan tatapan tajam pada gadis itu. Si gadis itu hanya tersenyum nyengir.


"Berisik" ucap sang pemilik rumah dengan tatapan membunuh.


"Hehe maaf Kak. Boleh masuk?"


Tanpa menjawab, sang pemilik rumah itu langsung masuk kembali ke dalam rumah.


"Cuek banget sih dia" ucap Si gadis lalu masuk ke dalam rumah.


"Tuh orang mana ya" ucap si gadis mengedarkan pandangannya ke seluruh rumah untuk mencari seseorang.


"Wah parah nih, pasti masih tidur" gumamnya saat melihat salah satu kamar yang masih tertutup. Lalu dia pun secara perlahan masuk ke dalam kamar itu.


"Hmmm dasar si Ibu kucing" gumamnya saat melihat 5 ekor kucing yang sedang tertidur di samping seorang gadis yang masih bersembunyi di balik selimutnya.


"Aha! Gue punya ide" ucapnya sambil tersenyum jahil, lalu menarik selimut si gadis yang sedang tertidur itu. Dan....


Brukk!!


Gadis yang selimutnya di tarik itu meringis kesakitan karna jatuh dari atas tempat tidurnya. Dia lalu berdiri dan melayangkan tatapan membunuh pada orang yang sudah membuat dirinya jatuh.


"Feli"


"Apa Bella?"


"Lo itu benar-benar bikin darah tinggi ya. Kenapa sih, nggak bisa apa. Satu hari nggak bikin ulah. Sakit nih punggung gue karna jatoh" ucap Bella menatap tajam Feli.


"Hehehe maap. Lagian lo kebo sih, ini kan udah pagi" ucap Feli.


"Tapi nggak kaya gitu juga dong banguninnya, sakit nih."


Puk!!


Dengan kesal, Bella melempar Feli dengan bantal miliknya.


"Aduh sakit" ucapnya dengan nada manja.


"Rasain. Udah ah, gue mau mandi. Lo jagain tuh anak-anak gue" ucap Bella lalu keluar dari kamar dengan handuk di tangannya untuk mandi di kamar mandi yang ada di dekat dapur.


Selang beberapa lama, Bella pun sudah selesai mandi dan kini sudah mengenakan pakaian sekolah miliknya.


"Mau ngapain lagi sih lo ke sini Feli? Bikin rusuh aja" ucap Bella yang sedang mengisi buku-bukunya ke dalam tas.


"Biasa, mau numpang sarapan" jawab Feli yang sedang mengelus kucing Bella di pangkuannya.


"Lo kan bisa makan di rumah lo, kenapa harus disini? Pasti banyak tuh makanan enak di rumah lo.

__ADS_1


"Ck, au ah. Malas gue sarapan di rumah, pasti suasananya sepi mulu. Mending di sini, ada lo sama Kakak lo yang galak itu.


"Heh, jangan bilang dia galak ya, dia itu Kakak gue" ucap Bella yang tak terima dengan ucapan Feli.


"Lah emang iya" ucap Feli.


"Au ah, ngomong ama lo pasti nggak akan pernah kelar. Ayo kita sarapan yuk" Feli mengangguk. Lalu mereka berdua pun menuju meja makan yang ternyata sudah ada Kakak Bella di sana. Kakak Bella bernama Tasya, Bella biasa memanggil Tasya dengan panggilan 'Kak Sya' dan Tasya jugalah yang tadi membukakan pintu untuk Feli.


--Di_Meja_Makan


"Bel" panggil Feli yang sedikit menyenggol tangan Bella yang sedang sarapan.


"Apa?" tanya Bella pelan.


"Kakak lo kok natap gue gitu sih? Gue kan jadi takut" bisik Feli pada Bella. Ya saat ini Tasya terus melayangkan tatapan tajm dan tidak suka ke arah Feli.


"Nggak tau. Emang lo udah bikin ulah apa lagi pagi ini sampe Kakak gue liatin lo kaya gitu?" tanya Bella.


"Gue tadi pagi cuman gedor- gedor pintu rumah lo sambil teriak. Habisnya lama sih di bukanya" jawab Feli.


"Hufth....itu lah masalahnya bego. Lo udah ngerusak mood Kakak gue pagi-pagi" ucap Bella.


"Tapi kan biasanya setiap hari gue emang kaya gitu kalo ke sini. Tapi kok dia selalu liatin gue gitu terus, kaya nggak suka gitu ada gue disini" bisik Feli.


"Ekhemm" dehem Tasya membuat Feli dan Bella menyudahi aksi bisik-bisik mereka.


"Bel, Kakak mau berangkat kuliah. Jangan lupa bekalnya di bawa ya" ucap Tasya beranjak dari duduknya karna sudah selesai sarapan.


"Iya"


"Hati-hati Kak" ucap Feli. Namun Tasys terus berjalan keluar rumah tanpa menoleh sedikitpun padanya.


"Nah lo liat kan gimana sikapnya dia sama gue. Kalo bukan dia Kakak lo, udah gue bejek-bejek tuh mukanya yang datar kaya tembok itu" geram Feli.


"Heh! Jaga ya mulutnya, dia itu Kakak gue" ucap Bella menatap tajam Feli.


"Justru dia Kakak lo. Kalo nggak, udah habis dia sama gue" ucap Feli.


"Udah ah, ayo kita berangkat sekolah" ucap Bella berdiri lalu menyambar bekalnya yang sudah di siapkan Tasya.


"Ayo masuk" ucap Feli pada Bella agar masuk ke dalam mobilnya. Ya setiap hari, mereka selalu pergi dan pulang sekolah bersama dengan menaiki mobil Feli karna rumah Bella dan Tasya berada tepat di depan rumah mewah milik Feli. Ya Feli adalah anak dari orang orang terkaya se indonesia. Setelah Bella masuk mobil, Feli langsung menancap gas menuju sekolah.


*****


Setelah hampir 3 jam belajar di kelas, akhirnya jam istirahat pun tiba. Seluruh siswa segera berhambur keluar kelas.


"Bel, ayo ke kantin yuk. Gue yang traktir" ajak Feli. Bells dan Feli duduk di kelas yang sama dan juga mereka sebangku.


"Nggak ah, gue masih kenyang. Lagian gue kan bawa bekal sendiri."


"Ayolah Bel, gue bosan di kelas terus. Kita kek kantin atau lapangan basket aja" ucap Feli memohon.


"Oke deh, gue mau"

__ADS_1


"Kemana?"


"Lapangan basket" ucap Bella yang berdiri dari bangkunya, lalu melangkah keluar kelas di ikut Feli. Mereka berdua berjalan menuju lapangan basket.


"Eh Bel, itu ada pangeran kodok sama raja India, mereka lagi main basket tuh" ucap Feli sambil menunjuk ke arah dua cowok yang sedang bermain basket.


"Mau ngapain? Udah disini aja, gue males ketemu pangeran dan raja kodok itu" ucap Bella.


"Gue pengen main juga. Ayo" Feli langsung menarik paksa Bella ke lapangan basket.


"Eh eh!"


Dan kini mereka sudah berada di lapangan basket, lebih tepatnya di depan dua cowok tadi.


"Meu ngapain lo berdua ke sini?" Tanya cowok yang sedang memantul-mantulkan bola basket, dia bernama Jack.


"Mau main lah, apa lagi" ucap Feli sambil merebut bola basket itu.


"Yakin lo? Kalo kalah gimana?" tanya Jack.


"Enak aja, gue nggak pernah kalah ya. Lo berdua tu yang selalu kalah lawan gue" ucap Feli.


"Gimana kalo kita taruhan aja" ucap teman Jack yang bernama Bastian.


"Oke, gue setuju. Gimana kalo yang kalah harus neraktir yang menang selama sebulan? Setuju.


"Setuju" ucap Jack dan Bastian.


"Siap-siap lo bakal kalah. Lo nggak bakal bisa ngalahin pangeran Jack dan Raja sendirian" ucap Bastian.


"Siapa bilang gue seindirian? Bella juga akan ikut main" ucap Feli merangkul Bella.


"Apa? Kok gue? Nggak ah, gue nggak mau" ucap Bella.


"Lo serius kan Feli? Lo mau ngajak dia main? Nggak salah? Dia itu kan bisanya mainin kucing doang" ucap Bastian.


"Wah wah, ngeremehin nih si Raja . Bel, ayo tunjukkin kalo Ibu kucing juga bisa main basket. Tunjukkin Bel, nih" ucap Feli lalu melempar bola basket di tangannya pada Bella. Bella dengan sigap menangkap bola itu. Dan....


Bugh!!


Brukk!!


Dengan kekuatan penuh, Bella melempar bola itu pada Bastian hingga dia tersungkur.


"Aduhh Mami sakit" jerit Bastian kesaikitan.


"Huuuu! Dasar Raja kodok manja" cibir Bella.


"Makanya, jangan ngeremehin cewek lo" ucap Feli.


Lalu Bella, Feli dan Jack tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kesal Bastian.


Beda Cerita say, maaf lo gak suka.

__ADS_1


__ADS_2