Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Pernikahan Siska


__ADS_3

Kini Siska telah selesai di rias, dia berada di sebuah kamar di temani kedua adiknya.


"Deg-degan ya kak? Tanya Feli pada Siska.


"Banget malah. Sampe-sampe tangan kakak udah dingin gini. Coba deh kamu pegang." suruhnya lalu Feli memegang tangannya.


Eh iya benar. gini ya rasanya jadi pengantin baru."


"Makanya kamu harus cari pacar biar cepat ngerasain."


"Enak aja. Aku tuh masih pengen sekolah dulu sampai S3.


"Entar jadi perawan tua loh kamu kalo lama nikah."


"Nggak bakal."


Keduanya tertawa, lalu Siska tak sengaja melirik Bella yang hanya diam menatap mereka.


"Bella kok kamu diam aja? Ada apa?" tanya Siska.


"Nggak ada apa-apa." ucap Bella.


"Yakin nggak ada apa-apa? Tapi kayanya kamu nggak bahagia kaya yang lain? Dari kemarin kamu murung terus. apa penyakit kamu kambuh lagi?"


"Bukan itu."


"Tapi apa?"


"Dia nggak mau kak Aul Siska." jawab Feli membuat Siska terkejut mendengarnya. Dia lalu menghampiri Bella dan ikut duduk di sampingnya.


"Benar itu Bel?"


"Iya, gue nggak mau lo nikah sama bang Daniel."


"Lo tau Kak, gue bahagia setelah bertahun-tahun akhirnya hubungan kita udah baik-baik aja dan gue udah bisa ngerasain kasih sayang lo lagi. Tapi rasanya gue nggak rela lo nikah yang artinya lo bakal ninggalin gue lagi." ucap Bella.


"Oh jadi ini alasan kenapa adik gue ini nggak mau bicara sama gue dari kemarin?" Dia lalu memeluk Bella.


"Kamu tenang aja. Kakak nggak akan pergi walau udah nikah nanti. Kakak udah bicarain ini sama Daniel sebelumnya kalau kami akan tinggal di rumah keluarga kita setelah menikah, karna Kakak juga nggak mau ninggalin kalian terutama kamu."


"Beneran?" tanya Bella yang tampak bahagia. Siska mengangguk sebagai jawaban.


"Aaaa.... Makasih Kak, aku bahagia banget dengarnya." ucap Bella memeluk Siska.


Tak lama Tasya dan Sari masuk ke kamar itu.


"Selamat ya Siska, akhirnya kamu dan Daniel bisa nikah juga hari ini. Semoga semuanya lancar ya." ucap Tasya.


"Makasih Sya. Gue senang lo bisa hadir di acara gue ini. Semoga lo bisa nyusul juga."

__ADS_1


"Udah waktunya ijab qobul, ayo sayang kita temui calon suami kamu." ucap Sari.


Walau masih Deg-degan, Siska yang di dampingi Tasya, Sari, dan kakak adiknya menuju tempat ijab qobul yang dimana terlihat Daneil yang duduk sambil menatapnya tanpa berkedip, hingga akhirnya Siska di dudukkan di sampingnya. "Cantik."


Siska hanya tersenyum malu mendengar pujian dari Daneil.


Sementara itu ditempat para tamu, Bella sedang menyambut tamu-tami yang baru saja datang.


"Maaf Bel, gue telat." ucap Ani yang baru datang.


"Nggak papa, acaranya juga belum di mulai kok." ucap Bella.


"Syukur deh. Ayo kita duduk yuk."


"Duluan aja, gue masih nyambut tamu nih."


"Ya udah gue temenin." ucap Ani.


"Kak Bella, Kak Bella." Dengan sedikit berlari, Feli bersama Meli menghampiri Bela dan Ani.


"Apa sih?"


"Coba deh liat ke sana."


"Kemana?"


"Itu kesana." mereka mengikuti arah yang di tunjuk Siska.


"Dia keliatan beda ya." ucap Meli.


Berbeda dengan kedua gadis itu yang memuji Bastian, Bella hanya mematung tanpa melepas pandangannya pada Bastian. Hari ini Bastian mengenakan kemeja putih yang di baluri jas berwarna merah dengan celana warna hitam.


"Dia ganteng kan Kak? Apalagi jasnya warna kesukaan kamu." bisik Feli.


"Apaan sih lo. Biasa aja kok."


Kini Bastian sudah berada di depan mereka, sementara Lilis menghampiri Sari yang menemani Siska. Saat di depan Bella, Bastian di buat terpukau dengan kecantikannya yang di polesi makeup tipis. Bella memang hanya memolesi wajahnya dengan makeup yang tidak terlalu tebal hanya untuk menutupi wajahnya yang terlihat sedikit pucat.


"Kamu cantik Bel, apa lagi kamu pake gaun warna kesukaan aku." batin Bastian. Ya Bella hari ini mengenakan gaun berwarna biru.


"Cie...Bastian natap Queen Bella ampe segitunya, sampe nggak mau kedip tuh mata." ucap Meli. Bastian pun langsung mengalihkan pandangannya dari Bella.


"Kamu tau nggak Bas, jas yang kamu pake itu warnanya warna kesukaan Bella loh." ucap Feli.


"Ma-masa sih? Aku nggak tau kalo Bella suka warna merah."


"Nggak papa, lo ganteng kalo pake warna merah." ucap Bella membuat Bastian tersenyum. "Makasih."


"Aaa... Bastian di puji sama Queen." ucap Ani.

__ADS_1


"Apaan sih. Udah ah, ayo kita duduk. Bentar lagi acaranya di mulai."


Mereka pun mengambil tempat duduk masing-masing dan tak lama Daniel mulai mengucapkan kata-kata qobul.


SAH!


Akhirnya kini Siska dan Daniel sudah berstatus suami istri. Kini mereka di dampingi keluarga menyalami para tamu undangan.


"Selamat ya Kak, Bang. Semoga pernikahan kalian samawah." ucap Feli.


"Makasih adek Kakak yang imut."


"Makasih Utti." ucap Daneil.


"Awas ya Bang, kalo gue dengar Kakak gue nggak bahagia, gue hajar lo." ucap Bella.


"Enak aja lo mau hajar suami gue, yang ada lo yang gue hajar. Sini." Siska merentangkan tangannya lalu Bella berhambur memeluknya.


"Selamat ya Kak, aku ikut bahagia buat Kakak."


"Makasih sayang. Kakak janji sama Bella, Kakak nggak akan ninggalin Bella." Bella mengangguk di pelukan Siska.


"Kamu tenang aja, kebahagiaan Kakak kamu adalah yang utama buat abang. Abang akan selalu jagain dia dan nggak akan nyakitin dia." ucap Daneil.


Acarapun terus berlangsung hingga menjelang malam karna di lanjutkan dengan resepsi pernikahan. Tepat pukul 12 malam seluruh acara pun berakhir dan kini Bella, Feli dan Sari sudah pulang ke rumah. Sementara Siska dan Daneil menginap di hotel tempat acara pernikahan mereka.


"Huuhhh! Capek banget gue hari ini." ucap Bella menghempaskan badannya di atas tempat tidurnya.


Tok! Tok! Tok!


"Bella , kamu udah tidur belum?"


"Belum bunda. Masuk aja, pintunya nggak di kunci kok."


Pintu kamar nya terbuka, lalu Sari masuk sambil membawa nampan yang dia letakkan di atas nakas, setelah itu dia di depan Bella.


"Bunda bawa obat-obatan aku ya?" tanya Bella.


"Iya. Seharian ini kamu sibuk sama acara Kakak kamu sampai kamu lupa minum obat. Sekarang kamu harus minum obat."


"Nanti aku bakal minum kok. Sekarang Bunda tidur aja, Bunda juga pasti capek banget kan?"


"Ya udah. Bunda ke kamar dulu, cepat minum obatnya."


"Oke."


Setelah Sari meninggalkan kamarnya, Bella langsung meminum obatnya.


"Oh iya. Waktu itu kan Bastian kasih gue obat herbal, gue minum itu juga deh." dia pun mengambil obat herbal yang di berikan Bastian tempo hari.

__ADS_1


"Walau rasanya pahit, tapi kalau lo yang ngasih gue bakal minum Bas." ucapnya lalu meminum obat herbal itu


__ADS_2