Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Merayakan Ulang Tahun


__ADS_3

"Cie cie Bastian, bisa benar loh kamu nebaknya. Kira-kira tanda apa ya Ana?"


"Tanda jodohlah Feli" ucap Ana.


...Bastian hanya tersenyum mendengar perkataan mereka. Sedangkan Bella melayangkan tatapan membunuhnya pada dua gadis itu....


"Eh, iya iya. Kita nggak bakal ngomong lagi kok Bel, beneran" ucap Ana yang mulai ketakutan.


"Dari pada kita ngomong nggak jelas di sini, mendingan kita masuk yuk" ucap Feli.


"Tapi kalo Kakak lo marah gimana?" tanya Ana.


"Itu urusan dia. Dia yang punya masalah sama Kak Bella kan? Jadi buat apa aku peduli dia mau marah atau enggak. Yang pasti, hari ini kita berdua bakal rayain ulang tahun kita bareng. Ayo kita masuk."


"Ayo!"


Mereka ber empat pun masuk ke dalam rumah dan di sambut dengan lagu ulang tahun tentunya. Namun saat melihat ada dua Feli, para tamu langsung terdiam dan terlihat kebingungan. Sementara itu, Siska terlihat sangat marah dan tidak suka dengan keberadaan Bella di sana. Mau tidak mau, dia harus menahan emosinya di depan banyak orang.


Sari lalu menjelaskan pada semuanya bahwa dia mempunyai dua anak kembar yaitu Bella dan Feli, dan hari ini adalah hari ulang tahun mereka berdua.


"Kamu kenapa sih Siska? Kok mukanya kaya nggak senang gitu? Padahal ini kan hari bahagia adik-adik kamu" ucap Tasya---sahabat Siska.


"Nggak papa kok. Gue lagi kecapean aja hari ini" ucap Sara.


"Iyalah capek, kan kamu yang nyiapin semua ini untuk mereka. Mereka benar-benar beruntung tau punya Kakak kaya kamu" ucap Tasya. Siska tak menjawab, malah dia pergi meninggalkan Tasya yang terlihat bingung dengan sahabatnya itu.


"Si Siska kenapa sih Daniel? Aneh banget deh dia hari ini" tanya Tasya pada Daniel.


"Mungkin dia benaran lagi kecapean. Udah biarin aja dulu, permisi ya Sya" ucap Daniel lalu dia menyusul Siska.


"Kak Tasya!"


"Hai Feli, Bella, kalian apa kabar."


"Kita baik kok Kak, Kakak gimana?"


"Alhamdulillah, Kakak juga baik-baik aja. Ohya, kemarin pas Kakak dari amerika, Kakak beli kado spesial buat kalian loh."

__ADS_1


"Wah, apa tuh Kak?" tanya Bella.


"Pasti hadiahnya mewah banget kan Kak?" sambung Feli.


"Iya dong, mewah dan Kakak belinya pake cinta, karna ini khusus buat adek-adek Kakak yang cantik-cantik" ucap Tasya.


"Makasih Kak"


"Sama-sama. Eh tapi, kok hari ini ada yang beda ya dari kalian berdua?"


"Kayanya nggak ada yang beda deh Kak, kan kita kembar" ucap Feli.


"Tau nih Kak Tasya ada-ada aja" ucap Bella.


"Bukan gitu dek, maksud Kakak ada yang beda itu karena hari ini kalian keliatan kompak gitu bahagiarnya dan nggak kaya kemarin yang saling cuek dan nge jauh satu sama lain.


"Mungkin itu cuman perasaan Kakak doang kalik, iya kan Feli?"


"Iya. Kami kan emang gini dari dulu. Lagian Kakak kan nggak setiap hari ketemu kita, iya kan?"


"Udah nggak usah boong, Kakak itu kenal kalian dari kecil. Jadi Kakak bisa tau kalo kalian itu lagi boong. Tapi apapun itu, Kakak senang liat kalian akur kaya gini terus, jadi keliatan banget miripnya.


"Oh iya lupa. Maaf ya sayang, ini hadiah buat Feli, dan ini buat Bella" Tasya memberikan hadiah pada keduanya.


"Wihh kamera limited edition, Kakak tau aja apa yang kami suka" ucap Feli.


"Tau dong, kalian kan dari kecil emang suka foto-foto kan? Jadi Kakak beli aja Kamera sebagai hadiah ultah kalian."


"Makasih buat hadiahnya Kak, aku bahagia banget dapetin ini dari Kakak" ucap Bella kemudian dia dan Feli memeluk Tasya.


"Sama-sama sayang, apa sih yang enggak buat Bella sama Feli? Kalian udah Kakak anggap kaya adek Kakak sendiri. Ya udah, Kakak mau ke Bunda kalian dulu ya. Soalnya Kakak belum nyapa Bunda pas datang ke sini" pamit Tasya.


"Iya Kak" Tasya lalu pergi meninggalkan Feli dan Bella.


"Andai aja ya, Kakak kita itu Kak Tasya. Pasti gue bakal bahagia di kasih kado dari Kakak di ultah kita" ucap Bella.


"Udah deh, mending sekarang kamu temuin tuh si Bastian, kayanya dia keliatan risih di sini."

__ADS_1


"Lah kok gue?"


"Ya nggak tau. Udah sana temuin orangnya"


"Iya, iya bawel banget sih lo" ucap Bella lalu dia menghampiri Bastian yang tengah berdiri tak jauh dari mereka.


"Mm Bas, nih minum buat lo" ucap Bella memberikan segelas minuman pada Bastian dan Bella.


"Ma-makasih" ucap Bastian.


"Iya, sama-sama."


"Mm! Bel, a-aku mau kasih kado buat kamu Bo-boleh kan?" ucap Bastian ragu.


"Bolehlah Bas, kan lo teman gue juga. Terus hadiahnya mana?" tanya Bella. Bastian lalu mengeluarkan hadiahnya.


"Ini hadiah dari aku. Maaf kalo hadiah ini bukan hadiah yang kamu inginkan, tapi aku berharap kamu terima ya."


"Apa ini Bas?"


"Mmm ini hadiah sederhana doang, kamu buka nanti aja. Kalo gitu aku pamit pulang dulu ya, kasian Ibu sendirian di rumah" ucap Bastian.


Bella memperhatikan hadiah yang di berikan Bastian padanya. Tanpa sadar, seulas senyuman terukir di bibirnya.


"Ternyata nih cowok baik banget. Walaupun penampilannya agak berbeda dari cowok lain, tapi setidaknya dia berusaha untuk menjadi yang terbaik" batin Bella.


"Eh jangan pulang dulu Bas, kita potong kue dulu" ucap Bella menghadang Bastian.


"Tapi---"


"Kak ayo, acara potong kue udah mau di mulai" panggil Feli.


"Iya, iya. Ayo Bas" ucap Bella yang tanpa sadsr dia menggenggam tangan Bastian lalu mereka menuju tempat pemotongan kue.


Sementara di tempat lain, terlihat dua orang yang sedang meributkan sesuatu.


"Mau sampai kapan kamu kaya gini terus Siska? Kamu itu udah keterlaluan sama Bella. Apa salah dia sampai segitunya kamu benci sama dia? Padahal dia nggak tau apa-apa" ucap Daniel.

__ADS_1


"Dia memang nggak punya salah sama aku, tapi gara -gara dia Ayah pergi."


"Astaga! Cuman itu hah? Cuman itu alasan kamu benci sama Bella? Iya? Asal kamu tau, bukan cuma kamu yang kehilangan, Bella juga kehilangan Ayahnya sama kaya kamu. Seharusnya kamu sebagai Kakaknya, kamu yang nyemangatin dia dan buat dia bahagia dan bukan malah kamu membenci dia. Ingat Siska, kepergian Ayah.


__ADS_2