Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Pulang Kerumah


__ADS_3

"Terima kasih ya Bas, kalo nggak ada kamu aku sama Bunda nggak tau nasib Kak Bella selanjutnya" ucap Feli.


"Sama-sama. Aku juga senang bisa bantuin Bu Sari" ucap Bastian.


Tin! Tinnnnn!


"Woyy! Lo mau balik atau nggak? Lama banget sih ngobrolnya" teriak Belladari dalam mobil.


"Bentar Kak. Bastian, aku sama Kak Bella pulang dulu ya. Sekali lagi terima kasih buat bantuannya."


"Iya. Hati-hati Feli, Feli pun menyusul Bella ke dalam mobil.


Selama di perjalanan hanya ada keheningan antara Bella dan Feli. Feli yang fokus menyetir, sedangkan Bella? Entahlah, sepertinya ada sesuatu yang dia pikirkan saat ini.


"Kak"


"Hmm?" dehemnya.


"Maafin aku ya, karena udah buat kamu marah" ucap Feli.


"Sebenarnya gue nggak marah sama lo Feli. Gue hanya marah sama diri gue sendiri. Gara-gara gue, lo sama Kak Sisks sampe kehilangan Ayah. Seharusnya lo yang marah sama gue, bukan sebaliknya. Tapi gue beruntung karena gue masih punya lo yang masih peduli sama gue, gue sayang lo Feli" batin Bella.


"Kak, kamu dengarin aku kan?"


"Udah deh Feli. Mendingan lo fokus nyetir aja. Gue nggak mau mati sia-sia karena lo nggak fokus" ucap Bella.


"Iya, maaf Kak"


Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah sampai di rumah. Bella turun dari mobil lebih dulu meninggalkan Feli. Saat dia membuka pintu, tiba-tiba Siska yang sudah berdiri di ambang pintu langsung mendorong Bella hingga tersungkur ke lantai.


"Kak Bella" Feli yang baru keluar dari mobil langsung membantu Bella berdiri.


"Bagus Bel, bagus. Lo pikir rumah ini hotel apa? Seenaknya lo pergi dan balik lagi ke sini. Mendingan lo itu nggak usah pulang sekalian karena gue muak liat muka lo disini" teriak Siska.


"Emang ini rumah lo hah? Ini rumah Bunda, jadi lo nggak ada hak ngusir gue dari sini" ucap Bella.


"Minggir" Bella menerobos masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Siska yang berdiri di depan pintu. Namun saat akan menaiki tangga, ucapan Feli menghentikan langkahnya.


"Kak, temuin Bunda. Dia semalam demam dan nggak mau makan karena khawatir sama kamu. Bunda nunggin kamu pulang di kamarnya Kak"


Degh!!


Air mata yang semula dia tahan di depan Siska kini berhasil mengalir di pipinya saat mendengar kondisi sang Bunda. Perkataan Bastian kembali tergiang di telinganya. Dia benar-benar takut jika benar Bundanya akan meninggalkannya sepert Ayahnya. Tasnya yang dia pegang kini terlepas dan jatuh ke lantai. Dia pun segera berlari menuju kamar Sari.

__ADS_1


"Kenapa kamu bawa dia pulang sih Feli? Kamu tau kan, dia itu pembawa sial di rumah kita" ucap Siska.


"Kakak nggak akan biarin dia dekatin Bunda" ucap Siska yang ingin mencegah Bella namun Feli langsung menahan tangannya.


"Cukup Kak. Sampai kapan Kakak terus benci sama Bella? Apa salah dia sama Kakak sampe Kakak terus cari ribut sama dia? Aku mohon Kak, satu hari aja Kak. Aku cuman minta Kak Siska jangan cari ribut sama Bella. Setidaknya lakuin ini demi aku dan demi kondisi Bunda. Plis Kak, aku mohon" Siska tak menggubris ucapan Feli. Dia hanya diam dan kemudian pergi menuju kamarnya.


*****


Bella membuka perlahan pintu kamar Sari yang tidak di kunci. Terlihat Sari yang sedang berbaring di atas tempat tidurnya dengan mata terpejam. Perlahan Bella berjalan ke arah Sari dan duduk di sampingnya. Dia meraih tangan Sari lalu mengecupnya.


"Bu--Bunda" mata Sari yang terpejam perlahan terbuka saat mendengar suara Bella. Tangannya terangkat mengusap kepala Bella.


"Bella udah pulang?"


"Hiks....Bunda, maafin Bella Bunda maaf.....hiks! Gara-gara Bella, bunda jadi demam kaya gini, Bella nggak mau Bunda pergi kaya Ayah, Bella nggak mau kehilangan Bunda" tangis Bella pecah di pelukkan sang Bunda.


(.....?)


"udah sayang, Bunda udah maafin Bella kok. Bella harus janji sama Bunda, jangan bikin bunda khawatir sama Bella ya" mengusap air mata Bella dengan lembut.


"Iya Bunda, Bella janji" ucap Bella.


"Bunda sayang sama Bella."


"Cie yang lagi manja sama Bunda" goda Feli yang datang membawa nampan berisi makanan di tangannya.


Bella segera melepaskan pelukkannya pada Sari dan kembali memasang muka datarnya. Ketahuilah, Bella akan bersifat manja dan cengeng hanya di depan Sari dan akan kembali dingin pada orang lain.


"Kamu bawa apa sayang?" tanya Sari.


"Bawak makanan kesukaan Bunda. Karena Kak Bella udah pulang, jadi Bunda harus makan dan minum obat" ucap Feli meletakkan nampan itu di atas nakas.


"Makasih sayang"


"Iya Bunda" jawab Feli tersenyum.


"Ngapain lo masih disini? Pergi sana?" ucap Bella menatap Feli sinis.


"Bella jangan gitu sama adek kamu" tegur Sari.


"Tau nih Kak Bella. Ini kan kamarnya Bunda, bukan kamar kamu. Jadi kamu nggak ada hak ngusir aku" ucap Feli.


"Nggak usah banyak bacot deh lo. Mendingan lo keluar dari sini, lo itu ganggu gue sama Bunda tauk.

__ADS_1


"Jangan ngegas juga dong Kak. Aku ke sini cuman mau minta ijin sama Bunda" ucap Feli tak kalah sewot.


"Emang Feli mau minta ijin ke mana sayang?" tanya Sari.


"Aku mau ke rumah Meli Bund, boleh kan Bund?"


"Boleh dong sayang. Tapi pulangnya jangan kesorean ya."


"Iya Bunda. Kalo gitu Feli jalan dulu, Bunda cepat sembuh ya."


"Kalo ada Bella yang jagain Bunda, pasti Bunda cepat sembuh. Iya kan Bella?


"Iya" jawab Bella datar.


"Aku pergi dulu Kak, jagain Bunda ya" ucap Feli lalu meninggalkan kamar itu.


"Sekarang Bunda makan ya" ucap Bella mengambil makanan di atas nakas.


"Bunda nggak mau sayang. Bunda pengen muntah kalo makan" tolak Sari.


"Bunda jangan kaya anak kecil dong. Pokoknya Bella akan paksa Bunda buat makan. Kalo nggak, Bella nggak mau ngomong sama Bunda" ucap Bella.


"Tapi sayang....."


"Pliss Bund, demi Bella. Biar Bella yang akan suapin Bunda ya."


"Yaudah, Bunda akan makan demi kamu" ucap Sari.


"Kalo gitu, Bella suapin Bunda ya. Aakk" Sari membuka mulutnya menerima suapan demi suapan yang di berikan Bella. Setelah selesai makan, Bella membantu Sari kembali berbaring di tempat tidur.


"Sekarang Bunda harus Istirahat biar cepat sembuh. Bella mau ke kamar dulu" ucap Bella.


"Bella tunggu" cegah Inul memegang tangan Bella yang akan pergi. Bella pun kembali duduk di samping Sari.


"Bunda mau nanya sesuatu sama kamu. Boleh?"


"Tanyain aja Bund, Bellq pasti akan jawab semuanya" ucap Bella.


"Bella janji nggak akan bohong sama Bunda dan akan jawab jujur?"


"Bunda. Bella janji akan jawab jujur dan nggak akan bohong sama Bunda" ucap Bella menggenggam tangan Sari.


Setelah itu, Sari mengambil secarcik kertas di bawah bantalnya

__ADS_1


kemudian memberikan kerta itu pada Bella. Bella yang mengenali kertas itu hanya menunduk diam.


__ADS_2