
"Pantesan gerakkan lo tadi sama kaya gue. Ternyata lo main copas" ucap Bella.
"Mmm Kak, selamat ulang tahun ya buat kamu."
"Selamat juga buat lo. Kenapa lo pergi ke tempat tadi? Lo pasti lagi di tungguin tuh sama Kakak lo yang udah nyiapin pesta buat ultah lo" ucap Bella.
"Biarin aja dia nunggu sampe lumutan, aku nggak peduli. Kalau dia nggak peduli sama kamu, buat apa aku ada di sana. Pokoknya, kita bakal rayain ulang tahun kita berdua kaya dulu lagi. Aku ingin kita kaya dulu lagi Kak, nggak kaya yang sekarang "
"Gue juga pengen kaya gitu. Sebenarnya semua yang gue lakuin selama ini. Balapan, MMA dan sikap gue ke elo, itu cuman topeng doang."
"Maksud kamu? Selama ini kamu juga nggak pernah benci sama aku?" tanya Feli.
"Nggak!! Gue memang iri sama lo karena Kak Sara lebih sayang lo dari pada gue. Tapi bukan berarti gue benci sama lo" ucap Bella.
"Iya aku tau itu. Tapi yang bikin aku bingung, kenapa Kak Sara segitu nggak suka sama kamu? Padahal dulu dia sayang banget sama kita berdua."
"Lo mau tau alasannya?"
"Iya, apa alasannya?" tanya Feli.
"Ayah!"
"Ayah? Maksudnya" Bella menghelai nafas panjang, kemudian dia menceritakan semuanya.
"Jadi gitu ceritanya. Setelah lo tau semuanya, gue mohon jangan benci gue kaya Kak Sara. lirih Bella.
"Nggak ada alasan aku buat benci sama kamu Kak, nggak ada sama sekali" ucap Feli yang memeluk Bella.
"Makasih Feli, lo memang saudara terbaik buat gue" Bella membalas pelukkan Feli.
"Ya ampun Kak" pekik Feli Setelah melepaskan pelukkannya.
"Kenapa?" tanya Bella bingung.
"Hidung kamu berdarah Kak" Feli yang panik segera meraih kotak tisu yang berada di dekatnya lalu memberikannya pada Bella.
"Kenapa kamu bisa mimisan gini sih Kak? Kamu lagi sakit?" tanya Feli Setelah Bella membersihkan darah di hidungnya.
"Ini udah biasa, kalo gue lagi kecapean pasti bakal mimisan gini" ucap Bella.
"Bohong! Jawab jujur Kak, kamu lagi sakit kan? Kasih tau aku, kamu lagi sakit apa?"
"Kangker darah stadium akhir" kedua gadis itu menoleh pada Ana yang berjalan ke arah mereka.
"Maksud lo apa Ana? Jangan bencanda deh."
__ADS_1
"Gue nggak becanda itu memang faktanya Feli. Setahun lalu di saat kita baru aja selesai lulus SMP, Bella di diagnosa mengidap penyakit kangker darah yang saat itu baru stadium 1. Tapi seiring berjalannya waktu, kangker itu makin menjadi dan sekarang udah berubah jadi stadium akhir" jelas Ana.
"Ana udah cukup, jangan ngomong lagi" ucap Bella.
"Nggak Bella, kembaran lo ini harus tau semuanya tentang lo. Apa lo tau Feli? Saat Bella tau tentang penyakitnya, dia nggak mau kasih tau semua orang termasuk keluarganya. Dia tau hidupnya nggak bakal lama lagi, itu sebabnya dia merubah dirinya jadi Bella yang sekarang, Bella yang ingin di benci semua orang agar mereka nggak merasa kehilangan saat dia pergi nanti.
"Jadi ini yang kamu sembunyiin di balik sikap bar bar kamu selama ini Kak?" lirih Feli.
"Ya gitulah. Karena sekarang lo udah tau, plis jangan kasih tau ini sama siapapun termasuk Kak Sara. Karena gue nggak mau dia sedih nanti, ya walaupun itu mustahil" Bella tersenyum hambar.
"Siapa bilang mustahil? Justru kalo kita kasih tau Kak Sara, mungkin aja hatinya bakal luluh, iya kan?"
"Nggak tau, gue nggak mau berharap dulu" ucap Bella.
"Mending kalian berdua kaya gini aja, enak di liatnya kalo dekat gini" ucap Ana.
"Ana benar Kak. Mulai hari ini, kita jangan kaya orang asing lagi ya? Aku mau ada di samping kamu dan jadi penyemangat kamu buat sembuh.
"Oke deh, tapi lo masih harus jadi Feli yang ini, jangan bongkar hubungan kita dulu.
"Nggak di minta pun, aku akan tetap jadi aku yang sekarang. Asal kamu harus sembuh."
"Gue bakal berusaha buat sembuh kok, lo tenang aja" ucap Bella.
"Mumpung hari ini Ultah kalian, gimana kalo kita rayain bertiga" ucap Ana.
"Sama. Badan gue juga masih sakit nih" lanjut Feli.
"Lah terus? Ultahnya nggak di rayain?"
"Di rayain lah. Lo ikut kita pulang ke rumah. Di sana Kak Sara udah nyiapin pesta ulang tahun" ucap Feli.
"Tapi kan dia rayain ulang tahun lo, bukan gue.
"Bodo amat. Pokoknya ulang tahun kita berdua bakal di rayain. Ayo kita pulang.
"Eh eh! Lo mau pulang dengan muka bonyok gini? Yang ada, Kakak lo bakal nyalahin Bellq lagi liat lo gini" ucap Ana.
"Itu mah gampang. Ayo" mereka bertiga pun meninggalkan rumah sakit.
*****
"Mau kemana Bas?" tanya Lilis saat Bastian keluar dari kamarnya dengan pakaian rapih.
"Emm! Anu Bu, Feli ngajak aku ke rumahnya buat ngerayain ulang tahun dia dan Bella" ucap Bastian.
__ADS_1
"Oh! Ternyata Feli peka juga ya sama perasaan kamu" ucap Lilis membuat Bastian tersenyum malu.
"Yaudah, kamu pergi sekarang gih. Entar telat loh" suruh Lilis.
"Iya Bu. Assalamualaikum."
Bastian pergi menggunakan ojek online. Di perjalanan, dia berhenti sebentar untuk membeli sesuatu.
"Semoga Bella suka dengan hadiah aku. Walaupun harganya murah, setidaknya ini berguna buat dia" ucap Bastian.
Beberapa menit kemudian, dia pun sampai di rumah Bella. Suasana yang ramai membuatnya merasa minder karena penampilannya yang berbeda dari orang-orang yang ada di sana. Dia pun memutuskan untuk tetap berdiri di luar.
"Bastian!" Bastian menoleh ke arah sumber suara.
"Hai Ana" sapanya pada Ana yang baru saja datang menaiki motor Bella.
"Lo baru datang ya?"
"I-iya. Baru aja"
"Kok masih di luar? Kenapa nggak masuk?" tanya Ana.
"Nanti aku masuk kok" jawabnya.
Beberapa detik kemudian, sebuah mobil berhenti di dekat mereka. Lalu keluarlah Bella dan Feli dari sana. Mereka menggunakan gaun yang sama dan wajah yang sangat mirip membuat Bastian kebingungan. Pasalnya, sebelum pulang, Feli dan Bella pergi ke salon terlebih dahulu.
"Hai Bas" sapa Feli dan Bella.
"Ha-hai" Bastian menggaruk kepalanya karena merasa kebingungan.
"Lo berdua sih, pake acara kembar segala, si Bastian kan jadi bingung yang mana Bella mana Feli" ucap Ana.
"Itu masalah dia. Pokoknya dia harus bisa bedain mana Bella mana Feli."
"Nah Bas, lo bisa nggak bedain mereka.
"Mmm, aku coba deh" ucap Bastian.
"Yaudah pilih, yang mana Bella.
"Yang kiri Feli yang kanan Bella" ucap Bastian setelah mencari perbedaan di antara mereka. Kedua saudara itu saling menatap lalu salah satu dari mereka mendekati Bastian.
"Ternyata kekuatan cinta memang nyata ya" bisik Feli.
"Ja-jadi aku benar ya?" tanya Bastian memastikan.
__ADS_1
"Iyaa!" jawab tiga gadis itu bersamaan.