
-Flashback_On
Saat itu setelah pulang sekolah, Bastian mengendarai sepedanya menuju warung baksonya. Namun saat di perjalanan, dia melihat Findi dan kedua temannya sedang mengobrol bersama beberapa pria.
"Mau ngapain ya mereka? Jangan-jangan mereka mau rencanain sesuatu."
Bastian lalu menguping pembicaraan mereka tanpa mereka ketahui.
"Ingat ya, kalian harus bawa cewek ini jauh dari kota ini." ucap Findi sambil memperlihatkan foto Feli.
"Tapi bagaimana kami membawanya Bos?"
"Itu sangat mudah. Kalian harus datang ke sekolah saya dan menyamar sebagai Polisi. Lalu kalian pura-pura menangkap Feli atas kasus pembunuhan orang yang bernama Wulan. Lalu setelah itu kalian bawa dia pergi, terserah mau kalian apain dia."
Para pria itu pun mengerti tugas mereka dan kemudian pergi setelah menerima uang dari Findi.
"Lo yakin bakal berhasil Fin?" tanya Sara.
"Gue yakin seratus persen. Kemarin kita gagal nyekap Bella di hutan. Sekarang kita harus berhasil nyingkirin Feli. Karena dia adalah satu-satunya orang yang akan bisa merebut Jack dari gue." ucap Findi.
"Maksud lo apa sih?" tanya Sara.
"Gue tau selama ini Jack itu cuman pura-pura cinta sama gue dan dia masih ada hubungan sama Feli. Jadi gue harus nyingkirin Feli dari hati dan pikiran Jack."
Dari tempat persembunyiannya, Bastian di buat terkejut. Kemudian dia menjauhi tempat itu.
"Gawat, Feli dalam bahaya. Aku harus kasih tau Jack, siapa tau dia mau bantu." Bastian lalu menelfon Jack kemudian memberi tau apa yang baru saja dia ketahui.
"Lo tenang aja Bas, gue nggak akan biarin itu terjadi." ucap Jack di sebrang telfon.
Setelah itu, Bastian melanjutkan perjalanannya kembali menuju warung bakso.
Sementara di rumah sakit, Bella sedang berada di taman bersama Feli.
Ting!
Feli segera melihat pesan yang baru saja masuk. Dia tampak kaget dengan isi pesan tersebut.
__ADS_1
"Kenapa lo? Pesan dari siapa sih?" tanya Bella.
"Dari Jack." Feli memperlihatkan pesan itu pada Bella.
"Wah, benar-benar ya Si Findi."
"Terus gimana dong Kak? Kalo mereka berhasil bawa aku gimana?"
"Nggak bakalan selama masih ada gue. Ini udah saatnya membongkar semua kejahatan Findi." Feli menatap Bella bingung.
"Maksud kamu apa? Aku nggak ngerti."
"Bukan apa-apa. Pokoknya lo harus ngomong ke Bunda buat ngizinin gue pulang hari ini."
"Tapi kan kamu masih belum sembuh Kak."
"Lo mau gue bantu atau enggak?"
"Mau lah."
"Yaudah lakuin apa yang gue suruh. Oh ya, kasih ini sama Jack." Bella memberikan sebuah benda kecil pada Feli. "Apa ini Kak?"
-Falshback_Off
"Emang bukti apa sih itu Kak?" tanya Feli.
"Biar aku yang jawab. Bukti yang Bella kasih ke kamu itu adalah bukti rekaman dimana Findi membunuh Wulan dengan sangat keji." ucap Jack, Feli hanya manggut-manggut mengerti.
"Terima kasih ya Bas, kamu udah nolongin aku."
"Sama-sama Feli, kita kan teman. Jadi udah sewajarnya aku bantu kamu." ucap Bastian.
"Ada apa ini? Kenapa tadi ada polisi?" tanya Sari yang baru saja turun dari mobilnya.
"Polisi itu nangkap Findi Bund, karena dia orang yang udah bunuh Wulan." ucap Bella.
"Apa? Tapi bukannya Wulan bunuh diri?" tanya Sari.
__ADS_1
"Itu bohong Bu. Semua itu hanya akal-akalan Findi aja buat nutupin kejahatannya." ucap Sari.
"Ya sudah, kalian masuk kelas kalian. Ibu akan ke kantor polisi dulu."
Mereka berempat dan semua siswa yang berada di sana menurut lalu masuk ke kelas masing-masing.
"Bella tunggu." panggil Bastian menghentikan langkah Bella. "Ada apa Bas?"
"Emm, aku lupa kasih ini sama kamu." ucap Bastian sambil memegang sebuah kantong kresek di tangannya.
"Apa ini Bas?"
"Ini obat herbal yang di buat Ibu khusus untuk kamu. Di minum setiap hari ya, semoga setelah minum ini kondisi kamu bisa makin baik." Bella menerima kantong itu. "Makasih ya Bas, gue bakal minum kok. Bilang sama Ibu, terima kasih buat obatnya."
Bastiam mengangguk. Lalu dia pun masuk ke kelasnya karena Guru jam pertama mereka sudah berada di dalam kelas. Bella juga masuk ke kelasnya yang ternyata hari ini Guru mapel pertama tidak masuk membuat kelas sedikit berisik. Namun saat Bella masuk, semuanya menjadi diam.
"Udah nggak usah takut, gue nggak bakal marah kok. Lanjutin aja." ucap Bella sambil duduk di bangkunya. Kelas pun kembali berisik setelah mendengar ucapan Bella.
"Kenapa lo Bel? Tumben lo nggak marah liat kelas berisik gini?" tanya Ani.
"Hari ini gue lagi bahagia, jadi nggak mood buat marah-marah." ucap Bella sambil menyimpan kresek yang di berikan Bastian.
"Dari siapa?"
"Bastian."
"Oh, pantesan lo bahagia hari ini, ternyata karena Bastian ya?" goda Ani.
"Ihh apa'an sih Ni. Bukan itu juga kalik."
"Terus lo bahagia karena apa?"
"Gue bahagia karna setelah sekian lama akhirnya Kakak gue udah sayang lagi sama gue."
"Wah, gue ikut bahagia dengarnya Bel. Jadi lo harus semangat buat sembuh demi orang-orang yang sayang sama lo termasuk gue. Oh ya, gue juga minta maaf karena selama lo di rawat, gue nggak datang jenguk lo. Beberapa hari lalu gue ikut orang tua gue ke Sidrap." Ucap Ani.
"No problem, tapi lo harus datang di nikahan Kakak gue. Awas kalo nggak datang. Gue hajar lo." ucap Bella memperlihatkan kepalan tangannya.
__ADS_1
"Iya-iya, gue janji bakal datang demi bestie gue ini." ucap Ani.
Beberapa hari kemudian acara pernikahan Siska dan Daniel pun berlangsung. Acara yang seharusnya di gelar minggu lalu harus tertunda karna kecelakaan yang menimpa Siska dan Daniel. Kini acara tersebut di gelar di sebuah hotel berbintang dengan tema pernikahan yang terlihat mewah. Banyak tamu yang di undang dari pihak Daniel begitupun dari pihak Siska. Sahabat serta keluarga dekat maupun jauh juga turut serta menghadiri acara yang sakral itu.