Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Feli Dan Bella 3


__ADS_3

Tok! Tok Tok!


Feli mengetuk pintu rumah Bella, dan tak lama Siska keluar membukakan pintu.


"Mau ngapain?" tanya Siska datar.


"Mmm mau ngajak Bella jalan-ja---"


"Nggak boleh. Saya nggak akan izinin dia keluar apa lagi sama kamu" ucap Siska jutek.


"Aduh Kak, jangan jutek-jutek napa Kak, aku kan cuman mau ngajak Bella jalan-jalan masa nggak boleh sih? Plis ya Kak, izinin ya" ucap Feli memegang tangan Siska, namun Siska menepisnya dengan kasar.


"Udah saya bilang Bella nggak akan pergi atau keluar kemanapun, ngeti kamu. Satu lagi, jauhin adik saya. Saya nggak mau sikap buruk kamu mempengaruhi adik saya. Sejak dia kenal dan dekat sama kamu, dia jadi sering ngomong keras sama saya demi belain kamu. Udah sana pergi, jangan ganggu adik saya lagi"


Brakk!


Siska menutup pintu rumah dengan keras. Mendengar kata-kata Sisks tadi, membuat Felo terdiam cukup lama. Hingga akhirnya dia masuk ke dalam mobilnya yang ternyata sudah ada Bella di sana. Ya Bella meminta Feli untuk membuat Sisks sibuk bicara, sedangkan dia akan keluar rumah melalui pintu belakang.


"Ayo cepat jalan Feli, entar keburu Kakak gue sadar kalo gue udah kabar" ucap Feli. Tanpa menjawab dan menatap Bella, Feli menyalakan mesin mobilnya lalu melajukannya ke tempat tujuan mereka yaitu sebuah mall di jakarta. Selama di perjalanan, Feli hanya diam tanpa bicara, dia masih memikirkan kata-kata Siska tadi. Bella yang merasa aneh dengannya memutuskan untuk bicara.


"Feli"


"Hmmm"


"Lo kenapa? Ada masalah? Kenapa lo diam aja dari tadi?" tanya Bella.


"Nggak ada masalah kok, gue lagi fokus nyetir" jawab Feli.


Tiba-tiba......


"FELI AWASSS!" teriak Bella saat mobil Feli hampir saja menabrak seorang Nenek yang ingin menyebrang jalan.


Cttt!


Suara mobil yang di rem mendadak oleh Feli.


"Hufff....alhamdulillah" ucap Bella lalu menoleh pada Feli.


"Lo itu kenap sih Feli? Lo liat kan, kita hampir aja nabrak orang" bentak Bella.


"Maaf Ra" ucap Feli menunduk.

__ADS_1


"Au ah, gue mau liat Nenek itu dulu" Bella pun turun menghampir sang Nenek yang terduduk di jalanan.


"Nenek nggak papa kan? Ada yang luka Nek? Maaf ya Nek, tadi teman saya nggak sengajak" ucap Bella.


"Nggak papa Nak, cuman kaki Nenek lecet dikit"


"Kami antar ke rumah sakit ya Nek, biar lukanya di obati."


"Nggak usah Nak, Nenek nggak papa kok."


"Nggak Nek, kalo di biarin malah jadi infeksi. Nenek ikut ke rumah sakit aja ya, jangan khawatir soal biayanya, biar kami yang tanggung" ucap Bella.


"Baiklah Nak, Nenek mau jika tidak merepotkan.


"Nggak sama sekali kok Nek, bentar ya Nek" Bella berdiri lalu mendekati jendela mobil.


"Feli, Neneknya luka, kita antar ke rumah sakit ya."


"Iya Bel, suruh masuk aja" jawab Feli. Bella pun lalu membawa Nenek itu masuk ke dalam mobil. Mereka pun menuju rumah sakit terdekat. Di perjalanan, Bella sudah memberi tahu Jack dan Bastian jika dia dan Feli tidak jadi jalan-jalan malam ini.


--RS


"Dok, tolong obati luka Nenek ini ya" ucap Bella.


"Nek, kami tunggu Nenek di luar ya. Jangan kemana-mana kalo kami belum nyamperin Nenek, oke" ucap Bella.


"Iya Nak, terima kasih ya Nak.


"Sama-sama Nek, ayo ikut gue" Bella menarik Feli meninggalkan Nenek yang sedang di obati oleh Dokter.


--Taman_Rs


Bella membawa Feli untuk duduk di bangku taman rumah sakit.


"Lo kenapa sih Feli tadi? Gara-gara lo nggak fokus, Nenek itu hampir aja celaka" tegas Bella.


"Iya, gue minta maaf.


"Lo ada masalah lagi di rumah? Atau tadi Kak Siska ngomong sesuatu sama lo? Soalnya tadi lo masuk mobil, lo diam aja pas udah bicara ama Kakak gue" ucap Bella


"Emang Kakak gue ngomong apa?"

__ADS_1


"Nggak papa, dia cuman nyuruh gue jauhin lo doang" ucap Feli.


"Lo seharusnya nggak kabur dari rumah tadi.


"Trus gue harus gimana? Gue pengen jalan-jalan, tapi Kakak gue nge larang gue keluar. Soalnya tadis siang gue habis berantam ama dia.


"Soal?" tanya Feli.


"Karna dia jelek-jelikkin lo. Ya gue nggak terima lah, makanya gue ama Kakak gue berantem.


"Seharusnya lo bersyukur, Kakak lo masih sayang dan peduli tentang lo. Sedangkan gue? Hufft..... Jangankan nyapa, kita serumah tapi nggak pernah ketemu. Gue nggak pernah lagi nge rasain kasih sayang Kakak gue. Lo beruntung Kakak lo masih perhatian sama lo. Sementara Kakak gue nggak pernah tuh merhatiin gue, nanya keseharian gue di sekolah juga nggak pernah. Semenjak nyokap gue meninggal, bokap gue jadi sering sibuk sama kerjaannya, dia nggak peduli kabar gue gimana. Sedangkan Kakak gue, dia jadi lebih sibuk sama kuliahnya. Bahkan hari ini, gue nggak tau kapan dia pulang kuliah dan kapan dia pergi keluar. Dia juga nggak pernah kasih tau gue mau kemana, seakan gue nggak pernah ada" ucap Feli sendu.


"Lo jangan berpikiran buruk dulu tentang mereka. Siapa tau bokap lo emang lagi sibuk kerja kan? Dan Kakak lo, mungkin aja dia emang lagi sibuk kuliah, kan bentar lagi dia mau dekripsi. "


"Kalo bokap, gue bisa ngerti. Tapi sesibuk itu kah dia sampe nggak pernah nanyain kabar gue? Dan Kakak gue, gue tau dia juga lagi fokus buat skripsi, tapi seenggaknya, dia bisa luangin waktu dikit aja buat gue. Tapi nggak, dia malah asik-asikkan sama teman-temannya."


"Beda ama Kakak lo. Walaupun dia sibuk kuliah, tapi dia selalu di rumah bareng lo. Kadang-kadang gue suka iri liat hubungan lo sama Kakak lo. Walaupun dia keliatan galak dan nyeremin kalo marah, tapi dia keliatan sayang banget sama lo" mendengar curhatan Feli, Bella tak bisa berkata apa-apa. Dia mengelus pungung Feli dengan lembut.


"Gue.....gue nggak tau mau ngomong apa Feli. Tapi gue merasa prihatin sama kondisi keluarga lo. Gue nggak nyangka, di balik sikap ceria lo, ada duka terpendam di hati lo.


"Makasih Bel. Gue bersyukur banget, di saat gue terpuruk, gue di pertemukan ama lo. Semenjak ada lo di hidup gue, gue bisa sedikit lupain masalah gue. Karna lo juga, gue bisa jadi Feli yang sekarang, Feli yang pendiam dan dingin, kini berubah jadi Feli yang ceria. Itu semua karna lo. Makasih ya lo udah mau jadi teman gue" ucap Feli memeluk Bella dari samping.


"Sama-sama. Gue juga beruntung punya lo sebagai sahabat gue."


"Ohya, soal Kak Siska nyuruh lo buat jauhin gue, jangan di dengar ya. Gue nggak mau kita jadi jauh karna cuman lo sama si dua bego itu teman gue" ucap Bella.


"Siapa dua bego?"


"Siapa lagi kalo bukan si pangeran Arab sama si Raja kodok."


"Iya, iya. Gue nggak akan jauhin lo kok.


"Dan ucapan kasar Kak Siska jangan di masukkin hati ya. "


"Iya Ibu kucing.


"Pokoknya mulai hari ini, nggak ada sedih-sedih lagi. Dan lo juga harus tebuka sama gue. Lo bisa curhat ke gue tentang masalah lo, jangan pendam sendiri. Kita akan hadapi suka duka kita bersama. Setuju?" ucap Bella.


"Setuju. Apapun yang terjadi, apa pun suka duka kita, kita akan selalu bersama" ucap Feli.


Setelah mengobrol cukup panjang x lebar, mereka pun kembali masuk ke dalam rumah sakit untuk menemui Nenek yang tadi hampir di tabrak Feli.

__ADS_1


--2_Bulan_Yang_Lalu


__ADS_2