Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Feli Dan Bella 2


__ADS_3

"Woyy bantuin gue napa, malah ikut-ikutan ketawa lagi lo" ucap Bastian kesal.


"Bediri aja sendiri, dasar manja" ucap Jack.


"Dasar teman nggak ada ahlak lo" Bastian langsung berdiri dengan kesal.


"Gimana? Jadi nggak taruhannya?" ucap Feli.


"Oke, siapa takut. Ayo mulai" ucap Jack.


"Kalo kalah jangan nangis-nangis ya lo ama Mami lo" ejek Feli.


"Nggak bakalan gue nangis. Gue kan jago main basket, apa lagi lawan kalian mah kecil. Benar nggak Jack?"


"Yo'i Bas" ucap Jack.


"Alah palingan kalah lagi.


"Nggak bakal"


Permainan basket pun di mulai.


"Jack sini bolanya Jack, ucap Bastian meminta bola yang sedang di giring Jack.


"Nih tangkap" Jack melempar bola pada Bastian.


"Ha ayo rebut kalo bisa" sekarang Bastian sedang berhadapan dengan Feli.


"Bastian, liat tuh. Ade siswi cantik" ucap Feli yang mencoba membuat Bastian tidak fokus.


"Alah nggak percaya gue" Bastian pun berhasil mengiring bola melewati Feli.


"Nah mau kemana lo" kali ini Bella vyang menghadang Bastian.


"Eh Ibu kucing, minggir lo, lo nggak bakal bisa rebut bola ini dari gue" ucap Bastian yang berusaha menghindar dari Bella.


"Percuma gue latihan sama Feli kalo nggak bisa rebut bola itu. Entar gue malu-maluin sahabat gue lagi" ucap Bella. Segala cara sudah dia lakukan untuk merebut bola basket itu dari Bastian, hingga sebuah ide muncul di otaknya.


"Bas ada kecoa" teriak Bella.


"Dimana-dimana?" Bastian melompat-lompat tidak jelas karna dia memang takut dengan hewan yang satu itu.


"Di kaki lo."


"Aaaa Mami ada kecoa. Jack tolong gue Jack, ada kecowa" Bastian yang ketakutan langsung melompat ke atas punggung Jack. Bella yang merasa senang telah mengelabui Bastian tak melewatkan kesempatan itu. Bersama Feli, dia memasukkan bola ke dalam keranjang hingga skors mereka lebih unggul dari Jack dan Bastian.


"Yeeeiii kita menang" seru Feli dan Bella girang.


"Eh Bas, turun lo berat tauk" ucap Jack.


"Nggak mau, ada kecowa. Gue takut ama kecoa Jack, ucap Bastian.


"Mana ada kecoa di sini, lo udah di kibulin ama tu anak.

__ADS_1


"Masa sih? Tadi dia bilang ada kecoa.


"Lo liat aja sendiri, nggak ada kan?"


"Iya, ya nggak ada" ucap Bastian yang mencari keberadaan kecoa.


"Iya emang nggak ada kecoa disini, lo itu udah di kerjain. Udah turun, berat banget sih lo" akhirnya Bastian pun turun dari punggung Jack.


"Gara-gara lo, kita jadi kalah" omel Jack.


"Kok nyalahin gue? Gue kan cuman jadi korban si Ibu kucing. Salahin aja tuh orangnya" Bastian menyalahkan Bella.


"Enak aja lo nyalahin teman gue, emang dasar lo aja yang bego. Mana ada kecoa di sekolah yang bersih kaya gini" ucap Feli.


"Tauk, dasar anak Mami lo" ejek Bella.


"Huuu Pangeran sama Raja kodok kalah, yeyeyeye yeyeyeyey" Feli dan Bella menggoyangkan pantat mereka untuk mengejek Bastian dan Jack.


Kring! Kringgg!


"Udah bel masuk, ayo kita ke kelas Feli" ajak Bella.


"Lo berdua siap-siap traktir kita selama sebulan ya. Hati-hati dompetnya ludes entar" ucap Feli. Mereka berdua pun meninggalkan Jack dan Bastian menuju kelas.


"Gawat nih Jack, uang jajan kita pasti bakalan ludes ama tuh dua bocah" ucap Bastian.


"Kita? Lo aja kalik, gue mah ogah neraktir mereka" ucap Jack.


"Lho? Kok gitu? Kan kita yang kalah, masa cuman gue yang harus neraktir mereka? Lo juga dong."


"Hadeh, gini nih, nasib punya sobat ke dia" omel Bastian. Lalu menyusul Jack ke kelas mereka.


*****


"ASSALAMULAIKUM WAHAI SELURUH PENGHUNI NERAKA! PANGERAN JACK DAH PULANG" teriak Jack setelah memasuki rumahnya.


"Walaikum salam. Astagfirullah. Kamu itu bisa nggak, pulang sekolah jangan teriak-teriak? Bikin sakit kuping Mama tau nggak" omel Lilis.


"Tau, sakit nih kuping Abang gara-gara kamu" sambung Lian.


"Hehe maap Mah, Bang. Yaudah, aku ke kamar dulu ya. Capek."


"Iya. Nanti Mama antar susu kamu ke kamar ya.


"Oke Mah" ucap Jack bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya.


"Malu woyy, udah gede kok masih minum susu" cibir Lian.


"Biarin, wle!" Ucap Jack sambil menjulurkan lidahnya pada Lian.


"Udah ah Lian, jangan di ledekin terus adik kamu" ucap Lilis.


"Iya Mah. Aku juga mau ke kamar" Lian pun pergi ke kamarnya begitu juga dengan Lilis yang pergi ke dapur.

__ADS_1


--Kamar_Jack.


"Huhh segar habis mandi" ucap Jack yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan baju santainya. Dia pun langsung berbaring di tempat tidur.


Ting!


[Pangeran Arab, jangan lupa ya traktirannya]


"Apa-apaan nih si Ibu kucing, udah tau curang malah minta traktir. Minta aja sana sama si Bastian, gue mah ogah" ucap Jack kesal setelah membaca isi pesan dari Bella.


"Ada apa nih? Kok kamu keliatan kesal?" tanya Lilis yang datang membawa susu Jack.


"Gimana nggak kesal coba Mah, masa Aku kalah lagi main basket.


"Pasti di kalahin Bella lagi?" tebak Lilis.


"Bukan cuma Bella, si Feli malu juga. Mereka menang karna main curang Mah" ucap Jack.


"Yaudah nggak usah kesal gitu. Itu artinya kamu kurang pinter mainnya. Udah minum susunya, Mama mau ke kamar pengen bobo siang" Lilis pun meninggalkan kamar Jack.


"Apa benar ya, gue belum pinter main basket sampe di kalahin sama mereka? Au ah, bikin puyeng lama-lama di pikirin" setelah menghabiskan susunya, dia pun beranjak untuk tidur siang.


--Rumah_Bastian.


"Assalamualaikum" terdengar suara Bastian yang masuk ke dalam rumah. Dia pun langsung di sambut oleh Abangnya yang bernama Deo.


"Walaikum salam, tumben lo diam aja? Nggak teriak-teriak kaya biasanya? Kesambet jin apaan lo?" ucap Deo.


"Jin lo. Minggir" Bastian berjalan meninggalkan Deo, dia pergi menuju meja makan di mana kedua orang tuanya sedang makan siang di sana. Dia pun menyalami tangan mereka bergantian.


"Udah pulang Bas? Kok nggak teriak-teriak lagi kaya biasanya? Trus kenapa itu mukanya di tekuk gitu?" tanya Ajeng.


"Di putusin pacar lagi kamu Bas?" tanya Ferdy.


"Mana ada dia di putusin pacar Pih, yang ada dia yang mutusin pacar-pacarnya. Jawab Bas cewek ke berapa lagi lo putusin hari ini?" tanya Deo.


"Sok tau lo Bang. Gue lagi kesal ya, jangan sampe lo gue gorok ntar" ancamnya.


"Waduh, sadis benar lo."


"Eh kok kalian jadi ribut sendiri sih"


"Bang Deo tuh Mih, dia bikin aku kesal" adu Bastian pada Maminya.


"Deo...."


"Iya Mih, iya. Yaudah aku ke kamar dulu" Deo pun pergi meninggalkan ruang makan.


"Aku juga ke kamar Mih, Pih."


"Eh jawab dulu kenapa kamu kesal?" tanya Ferdy.


"Gue nggak boleh cerita sama Mamih sama Papih kalo gue kalah main basket, apa lagi kalo di kalahinnya ama cewek. Bisa-bisa kena ledek entar" batin Bastian.

__ADS_1


"Nggak ada kok Pih. Ya udah aku ke kamar dulu" Bastian pergi menuju kamarnya.


__ADS_2