Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Feli Dan Bella 5


__ADS_3

Byur!


Sebuah mobil yang melaju kencang. Tak sengaja mobil itu melintasi genangan air hujan yang membuatnya menyembur baju Bella. Kini bajunya sudah basah dan kotor akibat ulah pemilik mobil.


"Woyyy!! Berhenti. Lihat nih baju gue jadi basaha gara-gara lo. Tanggung jawab lo" teriak Bella di tengah derasnya hujan. Mobil itu berhenti sejenak, lalu berjalan mundur dan berhenti di depan Bella. Kaca mobil terbuka, menampakkan wujud si pengemudi.


"Masuk"


Tanpa menjawab, Bella pun masuk ke dalam mobil.


"Soryy, gue nggak sengaja."


"Tadinya gue mau marah, tapi setelah gue tau siapa pemilik mobil ini, gue punya penawaran buat lo" ucap Bella.


"Apa?"


"Gue bakal maafin lo, asal lo mau jadi teman gue. Mau jadi teman gue?" ucap Bella mengulurkan tangannya yang basah. Cukup lama menunggu, akhirnya uluran tangannya di balas juga.


"Oke, gue mau"


"Kok ngomongnya datar banget? Senyum dong, kan kita udah jadi teman."


"Iya, gue mau jadi teman lo. Bel....."


"Bella, nama gue Bella. Lo?"


"Feli" ucap Feli sambil tersenyum.


"Nah gitu,. Kalo lo senyum, kan enak di liatnya" ucap Bella.


"Ngomong-ngomong, serumit itu ya hidup lo, sampe lo nyalahin tuhan kaya di pantai tadi?" tanya Bella.


"Iya"


"Boleh gue kasih saran? Seharusnya lo bersyukur, semua yang lo dapat hari ini, itu adalah berkah dari Tuhan. Lo masih punya kesempatan hidup itu juga berkat Tuhan. Tuhan itu sayang sama lo tau nggak."


"Buktinya?"


"Ya buktinya, lo masih di pertemukan sama orang sebaik gue kan?"


"Lo benar juga"


"Apanya yang benar?"


"Tuhan itu sayang sama gue"


"Ya emang benar. Bukan cuman lo, tapi seluruh mahluk di dunia ini. Dan apa yang lo anggap masalah sekarang, itu bukanlah masalah. Tapi itu ujian dari-Nya. Tuhan sengaja nguji lo dengan berbagai masalah dan musibah, supaya lo bisa lebih kuat dan nggak pantang menyerah gitu aja. Lo harus bisa hadapin semua masalah dengan senyuman dan penuhi hidup lo dengan tawa bahagia dan keceriaan" ucap Bella panjang lebar.


"Apa gue bisa lakuin itu?"


"Lakuin apa?"


"Tersenyum dan tertawa. Semenjak nyokap gue meninggal, gue udah ninggalin dua hal itu, gue udah berhenti tersenyum dan tertawa"


"Lo pasti bisa. Karna gue udah jadi teman lo, udah jadi tugas gue buat ngembaliin dua hal itu dalam hidup lo. Tugas gue yang pertama udah selesa.


"Tugas yang mana?" tanya Feli bingung.


"Tugas buat bikin lo tersenyum. Dan gue tadi udah berhasil buat lo tersenyum, iya kan?" Feli mengangguk sebagai jawaban.


"Tapi gue nggak yakin, lo bisa bikin gue ketawa.


"Kita lihat aja nanti"


Beberapa menit kemudian, hujan sudah mulai mereda. Feli memberhentikan mobilnya di parkiran sebuah mall terbesar di Ibu kota. Membuat Bella yang duduk di sampingnya mengenyitkan keningnya bingung.


"Ngapain kita ke sini? Lo mau shopping ya"

__ADS_1


"Jangan banyak nanya, ayo turun"


"Trus baju gue gimana? Kan kotor?"


"Nggak papa, ayo" Bella menurut. Lalu di keluar dari mobil mengikuti Feli yang berjalan masuk ke dalam mall itu. Dalam hatinya, Bella merasa risih saat melewati para pengnjung mall yang kelihatannya dari kalangan berada. Bagaimana tidak, pakaian mereka terlihat begitu mewah dan berkelas. Sedangkan dirinya, hanya memakai dres sederhana yang tidak begitu mahal. Di tambah dengan keadaan pakaiannya yang kotor akibat terkena cipratan air hujan.


"Selamat datang Mbak Feli, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Dia teman saya, tolong pilihkan baju yang cocok untuk dia"


"Baik Mbak" orang itu pun pergi mengambil apa yang di inginkan Feli.


"Lo kenapa bengong? Ayo duduk" Feli membawa Bella duduk di salah satu tempat duduk yang ada di sana.


"Mmm! kita pergi yuk, gue risih di sini. Pengunjung di sini kayanya nggak suka liat gue di sini" ucap Bella menunduk.


"Udah biarin aja mereka mau mikir apa tentang lo. Yang jelas, sekarang lo udah jadi teman gue. Iya kan?"


"Iya. Tapi---"


"Udah nggak usah di pikirin. Ohya, gue mau minta maaf soal yang tadi"


"Soal baju gue ini?"


"Iya"


"Gue udah maafin kok. Lagian kan sekarang kita udah jadi teman" ucap Bella.


"Permisi Mbak. Ini baju-baju yang Mbak Feli minta. "


"Terima kasih" orang itu mengangguk lalu meninggalkan mereka.


"Nih ambil, pilih yang lo suka"


"Lho! Kok gue?"


"Sebagai tanda maaf gue karna udah bikin baju lo kotor. Ambil dan ganti baju lo sekarang. Entar lo masuk angin."


"Ambil nggak? Kalo nggak mau, gue putus pertemanan ama lo" ancamnya.


"Kok gitu?"


"Ya harus gitu. Yaudah ambil, ruang gantinya ada di sebelah sana. Jangan pikirin harganya, gue yang bayarin.


"Serius?"


"Iyalah, masa gue boong. Ayo pilih satu, gue tunggu lo di sini.


"Tapi lo nggak bakal ninggalin gue dengan baju-baju ini kan? Gue udah pake bajunya, eh malah gue yang di suruh bayar."


"Enggaklah. Ayo buruan"


"Iya, iya" setelah memilih baju yang dia inginkan, Bella segera masuk ke dalam ruangan ganti. Selang beberapa lama, dia pun keluar menemui Feli.


"Udah?"


"Iya. Makasih ya bajunya"


"Sama-sama. Ayo ikut gue" Feli menarik tangan Bella ke sebuah restorant yang ada di lantai 3 mall itu.


"Gimana nih makannya" tanya Bella.


"Lo nggak bisa makan steak ya?" tanya Feli, Saat ini mereka sedang menikmati steak, menu makanan yang di pesan Feli.


"Eh, eh! Kok malah loncat si dagingnya" seru Bella yang berusaha memakan steak miliknya.


"Hahaha! Lo lucu banget sih, masa makan steak aja nggak bisa. Hahaha" tawa Feli yang melihat tingkah gadis di depannya itu.

__ADS_1


"Siapa bilang gue nggak bisa?" tanya Bella menatap Feli tajam.


"Itu buktinya" ucap Felibyang masih tertawa terbahak-bahak.


"Bisa kok. Nih liat" Feli menghentikan tawanya, melihat Bella yang tampak asik memakan steaknya.


"Lah, tadi katanya nggak bisa?"


"Sengaja, biar bisa bikin lo ketawa lepas kaya tadi" ucapan Bella membuat Feli terdiam sejenak.


"Tugas kedua gue sebagai teman lo udah berhasil. Gue udah kembaliin tawa itu dalam hidup lo lagi kan?"


"Iya. Lo berhasil. Dan mulai hari ini, gue akan jadiin lo sahabat dan tempat curhat gue. Dalam se hari, lo udah bisa kembaliin Feli yang dulu. Lo emang hebat Bel."


"Makasih Fel. Gue senang, bisa punya sahabat kaya lo."


"Gue juga"


Setelah selesai makan, mereka pun keluar dari mall itu dan masuk ke dalam mobil.


"Kok lo keluar gitu aja? Baju sama makanannya kan belum lo bayar?. Lo mau kabur ya."


"Enak aja. Gue nggak kabur kok, ini kan mall punya gue."


"Hah! Jadi ini punya lo?" ucap Bella tak percaya.


"Iya. Lebih tepatnya punya almarhum nyokap gue yang dia kasih buat gue sebelum dia meninggal" ucap Feli.


"Oh gitu"


"Btw, rumah lo dimana?"


"Di kompleks****"


"Wahh, berarti kita se kompleks dong.


"Emang rumah lo yang mana?"


"Rumah yang paling besar dan mewah, itu rumah gue."


"Berarti tetanggaan dong? Gue sama keluarga gue baru aja pindah, dan rumah kami ada di depan rumah yang lo bilang tadi. Jadi itu rumah lo?"


"Iya. Jangan bilang kalo kita satu sekolah juga? Lo pasti sekolah di SMA harapan kan?"


"Kok lo tau?"


"Ya taulah. Wali kelas gue bilang bakal ada siswi baru di kelas kami. Jangan-jangan itu juga lo kan?"


"Mana gue tau. Tapi yang jelas gue bakal sekolah di sana besok"


"Semoga kita sekelas biar lo bisa duduk sebangku sama gue.


"Besok kita berangkat bareng ya, sekalian gue mau numpang sarapan di rumah lo" ucap Feli.


"Kok sarapan di rumah gue? Kan lo punya rumah?"


"Rumah gue sepi tiap pagi"


"Oh gue ngerti. Yaudah, lo boleh sarapan di rumah gue setiap hari"


"Makasih"


"Sama-sama "


Mobil Feli pun sampai di rumah Bella.


"Daah"

__ADS_1


"Daahh Feli, sampe jumpa besok" Bella melambaikan tangannya pada Feli yang sudah masuk ke dalam halaman rumahnya.


___________________


__ADS_2