
Kini Bella sudah sampai di UKS, tetapi dia tidak menemukan Sari di sana. Tiba-tiba tatapan Bella tertuju pada seorang pria yang tengah di obati oleh petugas UKS.
"Bastin? Lo kenapa? Kok bonyok gini sih?" Bastian terkejut dengan keberadaan Bella di sana.
"Ng-nggak papa kok Bel." jawab Bastian dengan cepat.
"Kamu ngapain ke sini? Ini kan udah waktunya jam pertama?"
"Gue di suruh Bunda ke sini. Ohya, lo liat Bunda nggak? Soalnya gue cari di sini nggak ada."
"Tadi Bu Sari baru aja keluar buat ngangkat telfon." jawab Bastian. Sedangkan Bella hanya ber 'Oh' ria.
"Kak, biar aku aja yang ngobatin Bastian, Kakak bisa pergi." ucap Bella pada petugas UKS.
"Emang kamu bisa Bel? Nanti bukan malah sembuh, tapi malah makin sakit Bastian nya." celetuk Petugas UKS.
"Wah! Malah ngeremehin. Ya bisalah. Ngapain coba punya cita-cita Dokter kalau yang kaya ginian aja nggak bisa. Udah sini kotak obatnya, pergi sana." usirnya. Petugas itu menyerahkan kotak obatnya pada Bella.
"Yeee! Malah ngusir. Yaudah nih, obatin sendiri." petugas itu lalu pergi dengan kesal.
"Ya ngambek dia. Udahlah bodo amat."
"Sini Bas, gue obatin ya."
"Pelan-pelan ya Bel. "
"Iya." Bella pun mulai mengobati luka Bastian.
Aaakh!
"Sakit ya Bas? Maaf deh." Bastian hanya mengangguk.
Saat sedang mengobati Bastian, tiba-tiba tatapan mereka bertemu. Keduanya saling tatap hingga beberapa detik. Hingga beberapa saat kemudian luka di wajah Bastian sudah selesai di obati. Lalu tak lama Sari pun masuk.
"Udah selesai Bas?"
"Udah kok Bu, tadi udah di obatin sama Bella." Ucap Bastian. Sari beralih menatap Bella.
"Ayo ikut."
"Kemana Bund?" tanya Bastian.
"Udah ikut aja. Bas, kamu disini aja dulu sampai jam istirahat. Ibu udah minta izin sama guru yang ada di kelas kamu." Bastian mengangguk dengan tersenyum.
Sari pun keluar dari UKS di ikuti Bella dari belakang. Tak berapa lama mereka telah sampai di ruangan Sari, yaitu ruang kepala sekolah.
"Duduk!" tanpa membantah, Bella duduk di sofa lalu di ikuti Sari yang ikut duduk di sampingnya.
"Ada apa sih Bund? Kok serius banget?" tanyanya menatap sang Bunda.
"Bunda dapat laporan dari Bu Rani, katanya kamu--"
"Aku dorong murid baru sampe jatoh." ucapnya santai sambil mengupas buah apel yang dia ambil di atas meja di depannya.
__ADS_1
"Jadi itu bener?"
"Iya. Habisnya salahnya sendiri, ngapain coba dia ngambil tempat duduk aku? Jadinya kan aku kesal dan dorong dia."
"Tapi kan masih bisa di omongin baik-baik. Nggak semua masalah bisa di selesaikan dengan kekerasan." ucap Sari memberi nasihat.
"Bunda belain Si Rindi itu dari pada aku anak Bunda sendiri?" tanya Bella dengan kesal.
"Bukan gitu. Kamu ingat kan apa pesan Dokter? Kamu itu nggak boleh marah-marah, entar yang ada akan berpengaruh sama kesehatan kamu. Bunda mohon, kali ini aja. Sebelum kamu benar-benar sembuh, kamu harus bisa tahan emosi kamu, Bunda nggak mau liat kamu masuk rumah sakit lagi. Oke!"
Bella tersenyum lalu menyuapi Sari dengan apel yang dia pegang.
"Iya Bundaku yang cantik."
Tok! Tok! Tok!
Keduanya langsung menoleh saat ada yang mengetuk pintu.
"Permisi Bu, saya bawa murid baru." ucap Pak Dio setelah mendekat.
"Oh iya, suruh masuk aja Pak." Pak Dia mengangguk. Lalu mempersilahkan para murid baru untuk masuk. Sementara Bella hanya santai memakan buahnya.
Para murid baru itu kini sudah berdiri di depan Bella dan Sari.
"Oh jadi kalian murid baru pindahan dari SMA Angkasa itu?" tanya Sari.
"Iya Bu. Nama saya, Bio.
"Saya Faisal Bu."
"Dan saya Alex." ucap Alex. Tatapannya dan Bella sempat bertemu, namun Bella hanya membuang muka.
"Cantik juga tuh cewek. Kayanya gue nggak asing sama mata cewek itu." batin Alex.
"Baiklah. Pak Rangga, tolong antarkan murid-murid ini ke kelas 11 MIPA 3."
"Baik Bu. Ayo anak-anak, Bapak akan antarkan kalian ke kelas baru kalian.
Pak Rangga pun meninggalkan ruangan kepala sekolah di ikuti ke empat murid baru itu.
"Ya udah Bund, aku juga pergi ya." Sari mengangguk, lalu Bella melangkah pergi meninggalkan Sari .
*****
Merasa bosan berada di UKS, akhirnya Bastian memutuskan untuk pergi ke kelasnya.
"Bastian tungguin gue." panggil Bella yang berlari ke arah Bastian.
"Ada apa Bel?" tanyanya setelah Bella sudah berada di depannya.
"Lo mau kemana?" tanyanya balik.
"Mau ke kelas. Kamu?"
__ADS_1
"Gue mau ke kantin. Temenin gue yuk."
"Tapi---."
"Nggak ada tapi-tapian. Lo nggak usah ke kelas. Ini itu udah mau istirahat. Ayo!"
Bastian hanya pasrah saat Bella langsung menariknya menuju kantin. Sesampainya di kantin, tampak suasana di sana sangat sepi. Hanya ada beberapa siswa saja karena ini belum waktunya jam istirahat.
"Bu, pesan bakso sama jus jeruknya lima ya."
"Lima? Emang buat siapa aja?" tanya Bastian.
"Buat gue, buat elo, Ani, Meli dan Feli." Bastian hanya manggut-manggut.
Tak lama bel istirahat pun berbunyi. Kantin yang tadinya sunyi kini mulai berisik dengan kedatangan para siswa yang ingin mengisi perut mereka. Bakso pesanan Bella pun sudah datang bersamaan dengan datangnya Feli, Jacky, Meli dan Ani. Mereka ber 4 duduk di tempat Bastian dan Bella duduk.
"Wihh bakso. Enak nih." seru Ani yang langsung menyantap baksonya.
"Tapi kok cuman lima? Buat Jacky mana Kak?" tanya Feli.
"Aduh gue lupa. Gue nggak tau kalo Jacky juga ikut makan bareng kita. Lo pesan sendiri aja nggak papa kan Ky?"
"No problem Bel." ucap Jacky. Lalu dia menyenggol lengan Meli yang duduk di sampingnya.
"Apa?"
"Pesenin bakso buat gue dong Mel."
"Katanya No problem. Ujung-ujungnya nyuruh gue juga." ucap Meli kesal.
"Nggak usah banyak bacot. Udah sana pesenin dari pada lo cuman main HP aja."
"Ihh nyebelin banget sih pacar lo Feli."
"Udah pasrah aja napa." ucap Feli. Dengan rasa kesal, Meli akhirnya memesan bakso untuk Jacky.
"Eh guys, katanya ada murid baru ya?" tanya Ani.
"yang di kelas kalian itu kan?" tanya Feli.
"Iya. Tapi ada lagi tauk. Kayanya ada 4, cowok semua. Aaaa! Siapa tau di antara mereka ada yang cakep-cakep." ucap Ani.
"Yang cakep ada. Tapi mau nggak ama lo?" canda Bella.
"Pasti mau lah. Gue kan cantik, pintar bela diri pula, siapa coba yang nggak mau ama gue." ucap Ani.
"Iya, iya."
Tak jauh dari meja mereka, terlihat seseorang yang terus memperhatikan mereka. Dia adalah Alex yang sedeng bersama teman-temannya.
"Eh Bos, itu bukannya Si cupu yang tadi pagi itu ya?" tanya Bio.
"Mungkin." jawab Alex singkat.
__ADS_1
"Ternyata cewek yang tadi itu punya kembaran. Tapi dia yang mana ya? Gue jadi bingung." batin Alex yang terus memperhatikan wajah Bella dan Feli yang membuat dirinya kebingungan.