
yang "Enak nggak Bas?"
"Iya, enak banget" ucap Bastian.
"Nanti kalau lo pulang, bawa kue buat Ibu ya.
"Nggak usah Bel, nggak usah repot" ucap Bastian.
"Nggak kok santai aja. Lagian gue udah tau kalau Bunda gue sama Ibu lo itu sahabatan. Dan Bunda udah nyiapin kue buat Ibu, nanti lo bawa pulang ya."
"Makasih ya Bel."
"Sama-sama, lagian kita kan teman" ucap Bella tersenyum.
"Tapi aku ingin lebih dari teman Bel" batin Bastian.
_____
Acarapun selesai dan para tamu sudah pulang begitu pula dengan Bastian dan Ana yang sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Setelah membersihkan tubuhnya, Bella duduk di atas tempat tidurnya sambil membuka kado-kado ynag baru saja dia dapatkan hari ini.
"Mmm, kayaknya semua kadonya udah aku buka deh, tapi kaya ada yang ganjal. Tapi apa ya? Apa ada yang ketinggalan? Perasaan semuanya udah di buka deh" ucap Bella berpikir.
"Oh iya, kado dari Bastian aku lupa buka" ucapnya. Dengan cepat dia mengambil kado dari Bastian yang dia letakkan di atas meja kecil di kamarnya. Lalu diapun membuka kado dari Bastian itu.
"Diary?" Bella memperhatikan kado dari Bastian yang ternyata adalah diary berwarna merah.
"Bastian itu memang aneh, masa dia ngasih kado diary? Mana warnanya warna kesukaan aku lagi. Pasti Si Feli nih yang kasih tau warna kesukaan aku" ucap Bella.
"Ada suratnya. Coba deh aku buka" Bella pun membaca surat dari Bastian.
###ISI SURAT###
Dear Bella.
Selamat ulang tahun ya Bella, dari pertama kita ketemu, aku udah senang bisa temanan sama kamu. Semoga kamu panjang umur dan sehat selalu. Maaf kalo hadiahnya nggak terlalu bagus. Tapi ini bisa bermanfaat loh buat kamu. Kamu bisa curhat sama diary ini tentang isi hati kamu.
__ADS_1
Bastian.
______
.
Senyuman Bella mengembang setelah membaca surat dari Bastian untuknya. Entah apa yang ada di pikirannya saat ini sampai-sampai dia tidak menyadari keberadaan Feli di kamarnya.
"Hayo, mikirin apa" Bella terlonjak kaget saat mengagetkannya.
"Lo ngapain ke kamar gue hah? Udah gue bilang kan, jangan pernah masuk ke kamar gue" bentak Bella.
"Kok kamu bentak aku sih Kak? Kan kita udah baikan" ucap Feli cemberut. Bella menepuk jidatnya karna melupakan jika mereka baru saja berbaikan.
"Iya, iya maaf. Lagian lo bikin kaget aja, kalo gue jantungan gimana? Lo mau gue cepat...."
"Stop, jangan di lanjut oke. Aku nggak mau dengar kata-kata itu" ucap Feli.
"Tapi---" Bella menghentikan ucapannya saat Feli merebut surat yang masih dia pegang.
"Nggak mau, aku mau baca dulu."
"Nggak boleh, balikin nggak?"
"Enggak"
"Balikin"
"Enggak mau, aku mau baca dulu. Oh ternyata dari Bastian ya ucapnya mulai" membaca surat itu.
"Feli balikin nggak suratnya" Bella mencoba mengambil surat itu dari Feli.
"Jangan ganggu Kak"
"Feli gue bilang balikin. "
__ADS_1
"Enggak mau."
"FELI."
"Ada apa ini? Bella, Feli?" tanya Sari yang berdiri di ambang pintu.
"Bund, Kak Bella dapat surat dari....mmm" sebelum Feli mengatakannya, Bella dengan cepat langsung membekap mulutnya.
"Nggak ada apa-apa kok Bunda, kita lagi main becanda-becandaan kok" ucap Bella.
"Benar? Kalian nggak lagi berantam lagi kan?"
"Nggak kok Bund, kami udah baikan."
"Bunda senang dengarnya sayang. Yaudah, Bunda ke kamar duluan ya, kalian berdua cepat tidur.
"Iya Bunda" jawab Bella. Lalu Sari pun pergi ke kamarnya setelah itu Bella melepaskan dekapannya.
"Hufhh-hufhh! Tangan kamu bau apaan sih Kak?" tanya Feli.
"Bau eek gue, puas lo? Udah sini suratnya" Bella merebut surat itu lalu menyimpannya bersama diary dari Bastian.
"Ihh dasar jorok" ucap Feli.
"Biarin, udah keluar lo, gue mau tidur"
"Jangan dulu tidur Kak, aku mau bicara hal penting. "
"Besok aja ya, gue capek.
"Nggak bisa besok, pokoknya harus malam ini.
"Emang tentang apaan sih?"
"Tentang kejadian semalam, pas kalian nemuin aku di hutan."
__ADS_1
(".....")