Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Perkemahan


__ADS_3

"Kita bicara di tempat lain yuk Bunda, takut ada yang liat" ucap Feli.


"Yaudah, kita ngobrol di tenda Bunda aja. Ayo" mereka pun pergi menuju tenda Sari.


"Mau ngomong apa sayang?" kini mereka sedang duduk di dalam tenda.


"Bund, Bella nggak ikut ya? Soalnya dari sekolah tadi, aku belum liat dia" ucap Feli.


"Oh Bella? Bunda kira kamu mau ngomong apa. Soal Bella, tadi Bunda telfon Bibi di rumah dan katanya Bella lagi tidur. Mungkin sekarang dia lagi di jalan."


"Ishh dasar Bella kebo, dari dulu nggak pernah berubah" ucap Feli.


"Kamu kan tau Bella itu sering pulang larut malam tiap hari. Mungkin itu yang bikin dia sering telat bangun."


"Iya sih Bund"


"Cuman itu yang mau kamu omongin?"


"Iya Bund, kalau gitu aku mau lanjut bantuin Meli bikin tenda dulu ya.


"Iya sayang. Satu lagi, kamu harus jaga diri kamu ya, Bunda takut kamu kenapa-napa di hutan ini.


"Siap Bund" ucap Feli. Setelah itu diapun, keluar dari tenda Sari.


"Kenapa perasaan aku jadi nggak tenang gini ya? Semoga tidak terjadi apa-apa sama anak-anakku" ucap Sari.


--Skip


Beberapa menit kemudian, Bastian dan Bella sudah sampai di tempat perkemahan.


"Bella!" Bella dan Badtian yang baru turun dari motor menoleh ke arah Sari yang berjalan menghampiri mereka.


"Aku duluan ya Bel, makasih tumpangannya" ucap Bastian berjalan pergi.


"Sama-sama Bas."


"Sayang? Kamu beneran datang?" tanya Sari.


"Iya lah Bund. Emang kenapa Bunda nanya gitu?" tanya balik Bella.


"Nggak, Bunda cuman takut aja ada apa-apa sama kamu selama di sini. Bunda takut keadaan kamu tambah parah disini."


"Bunda jangan khawatir, aku baik-baik aja kok. Lagian aku bosan di rumah."


"Yaudah, tapi kamu harus pake jaket tebal ya kalo malam, biar nggak kedinginan" ucap Sari.


"Iya Bunda"


Bella, Bunda boleh minta tolong sama kamu nggak? Tolong selalu ada di dekat Feli, jagain dia ya. Nggak tau kenapa tiba-tiba perasaan Bunda nggak enak tentang kalian. Jadi Bunda mohon kalian selalu bersama dan kamu harus jagain dia.


"Nggak mau ah Bund, malas. Dia kan udah gede, pasti bisalah jaga diri sendiri. Lagian aku ini bukan baby sitter yang harus jagain dia tiap waktu" ucap Bella.


"Bunda tau gimana hubungan kalian selama ini. Tapi Bunda mohon, kali ini aja turutin Bunda ya. Tolong jagain dia demi Bunda. Mau kan?" mohon Sari.


"Oke aku mau, tapi ini cuman demi Bunda" pasrahnya.

__ADS_1


"Makasih sayang, kamu memang anak kesayangan Bunda" ucap Sari lalu mengecup kening Bella.


"Jaga diri kamu juga"


"Iya Bundaku sayang. Yaudah aku ke teman-teman dulu, bye Bunda" Bella akhirnya menuju tempat di mana seluruh siswa sedang sibuk mendirikan tenda.


*****


"Dari mana lo Feli?" tanya Meli pada Feli yang baru saja datang.


"Kepo lo Mel"


"Yeyy suka-suka gue dong."


"Ck dasar ratu kepo. Udah selesai belum tenda kita?"


"Belum nih, ini gara-gara lo nggak mau bantuin gur" ucap Meli cemberut.


"Udah deh, nggak usah cemberut gitu. Kerja yuk kerja". Mereka berdua pun mendirikan tenda bersama.


--skip_Selesai


"Ekhemm" Feli dan Meli yang sedang beristirahat setelah mendirikan tenda menoleh pada dua gadis yang sedang berdiri dengan gaya sombongnya.


"Ka-kalian m-mau ngapain ke sini?" tanya Meli takut-takut, sedangkan Feli tampak biasa saja.


"Ada keperluan apa Ana dan Queen Bella yang terhormat datang ke tenda kami?" tanya Feli.


"Idih lebay lo. Jelasin Ana" ucap Bella.


"Jangan iktut-ikutan alay deh lo Ana" ucap Bella menatap tajam Ana.


"Iya, iya. Jadi kita berdua ke sini karena kita mau se tenda sama kalian. "


"Apa??" pekik Meli dan Feli bersamaan.


"Kalian mau se tenda sama kita?" tanya Feli.


"Kenapa? Lo nggak suka? Sebenarnya gue juga nggak mau kalo bukan TERPAKSA" ucap Bella.


"Iya Feli. kita berdua lupa bawa tenda. Berhubung tenda kalian gede, pasti muatlah buat kita ber4. Boleh kan kita se tenda sama kalian? Mel, Feli?"


"Gue sih silahkan aja ya Ana. Tapi kasian nih teman gue kaya tersiksa gitu kalo ada kalian, apa lagi liat dia tuh jadi ketakutan kan dia" ucap Feli sambil menunjuk Bella dengan bibirnya.


"Maksud lo muka gue ini bikin orang ketakutan gitu? Mau gue hajar lo hah!!" ucap Bella marah.


"Silahkan kalo berani?" ucap Feli santai sambil memainkan ponselnya.


"Lo---"


"Udah-udah, kok malah ribut gini sih. Lo juga Bel, diam napa" ucap Ana.


"Kalo kalian mau se tenda sama kita nggak papa kok silahkan aja" ucap Meli.


"Yakin lo nggak takut Mel? Entar kalo tidur lo di jadiin samsak tinju ama dia" ucap Feli.

__ADS_1


"Bukan Meli, tapi lo yang bakal gue tinju sekarang" ucap Bella kesal.


"Kalian lanjut aja ya bertengkarnya, gue mau cari makan dulu, bye" ucap Ana keluar dari tenda.


"Gue ikut Ana" ucap Meli menyusul And. Kini tinggalah Bella dan Feli di dalam tenda.


"Tadi katanya ada yang mau hajar aku? Ayo silahkan" tantang Feli.


"Ck lo kenapa sih? Selalu bikin gue marah dan kesal terus hah?"


"Soalnya aku suka aja liat kamu kesal gitu. Apa lagi kalo kamu marah" ucap Feli.


"Terserah lo"


"Kak"


"Hmm"


"Kamu suka Bastian ya?" ucap Feli tiba-tiba.


"Enak aja, ya enggaklah" ucap Bella.


"Tapi kok pipinya merah. Cie cieee" godanya.


"Ihh lo nyebelin banget sih"


Bugh! Bugh!


Bella memukul Feli dengan bantal yang ada di dalam tenda itu.


Tanpa mereka sadari, ternyata Meli dan Ana sedang melihat tingkah mereka dari luar.


"Ana, kok gue ngerasa mereka itu kaya mirip ya? Menurut lo gimana?" tanya Meli.


"Mereka emang mirip goblok"


"Maksud lo?" tanya Meli tak paham.


"Lo mau tau rahasia? Tapi lo harus janji, nggak boleh ada yang tau kecuali kita ber4."


"Iya gue janji. Cepat kasih tau apa rahasianya?"


"Feli sama Bella, mereka anak kembar.


"Hah? Kembar? Lo serius Ana?" tanya Meli tak percaya.


"Yaelah dibilangin nggak percaya. Ya serius lah gue, masa gue boong sih."


"Tapi kenapa sikap mereka kaya nggak saling kenal setiap kali ketemu? Dan kenapa juga Feli penampilannya beda sama Bella?"


"Kalo alasan Feli gue nggak tau kenapa dia milih berpenampilan cupu kaya yang kita liat selama ini. Sedangkam alasan Bella, dia nggak ingin ada yang tau hubungan mereka. Karena Bella benci sama Feli."


"Benci kenapa emang?"


"Benci karena Kakak mereka lebih sayang Feli dari pada Bella. Itu sih yang gue tau selama gue kenal Bella.

__ADS_1


"Kalo emang benci, kenapa setiap ada yang ngebully.


__ADS_2