Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Rencana Findi


__ADS_3

"Kalian ingat kan, apa tugas kalian?" tanya Findi pada kedua temannya.


"Oke Find"


"Ingat ya, jangan sampe ada yang liat lo berdua nyulik dia. Kalo sampe itu terjadi, lo berdua bakal tau akibatnya.


"Kalian tau kan, harus bawa dia kemana?"


"Iya, kita tau kok.


"Udah saatnya pulang. Gue tunggu lo berdua di rumah.


"Maksud lo, kita harus ninggalin dia sendirian di sini?" tanya Aril.


"Ya biarin aja, mati juga gue nggak peduli."


*****


"Ayo-ayo masuk semuanya. Nggak ada yang ketinggalan kan?" ucap Pak Ical.


"Nggak ada Pak!" all.


"Bagus. Yaudah, semuanya masuk bis. Bentar lagi kita jalan pulang."


Semua siswa mengangguk, lalu mereka satu persatu masuk ke dalam Bis sekolah untuk pulang.


"Ayo Ana, lo ikut gue naik motor. Sekalian kita ke tempat biasa, gue mau kasih pelajaran sama si King, karena udah berani bikin gue mabuk malam itu" ucap Bella.


"Trus barang-barang gue taruh mana?" tanya Ana.


"Ya bawalah, masa mau di tunggal sih" ucap Bella.


"Iya, ya. Yaudah ayo, Bis udah jalan duluan tuh."


Motor yang di naiki Bella dan Ana pun mulai melaju meninggalkan area perkemahan mereka dua hari ini. 2 jam perjalanan, kini motornya sudah sampai di sebuah tempat pelatihan bela diri. Di sana terlihat banyak sekali orang yang sedang belajar atau mempermantap seni bela dirinya. Tempat ini lah yang selalu di datangi Bella dan Ana di saat tidak ada panggilan balapan atau di saat mereka ada masalah, mereka selalu datang dan melampiaskan segala beban hidup di sini dengan cari bertarung bela diri.


Ting!


[Hallo Queem, pa kabar lo?seminggu tanpa lo, rasanya hidup gue bagaikan taman tak berbunga. Anjay]


[Nggak usah banyak bacot, di mana lo?]


[Di tempat biasa, gue tunggu lo ke sini]


"Ana, si King chat gue.


"Trus?"


"Dia udah nungguin di tempat biasa."


"Lo duluan aja ke sana, gue mau ganti kostum dulu.


"Oke"


Bella dan Ana pun berpisah. Ana berjalan menuju tempat di mana King berada.


"Wihh, nyali lo kuat juga" ucap Ana pada seseorang yang saat ini tengah bersedekap dada dan jangan lupakan topeng yang terpasang di wajahnya.


"Lo pikir gue takut ama teman lo itu? Cih, kaga bakalan gue takut.

__ADS_1


"Ohya, kita liat aja nanti" ucap Ana tersenyum remeh.


Beberapa saat kemudian, Bella pun datang dengan topengnya. Dia berjalan menghampiri dua insan yang tengah cekcok itu.


"Hai King, akhirnya lo datang juga" ucap Bella.


"Seorang King pasti akan datang jika Queen-nya yang meminta."


"Bacot lo. Hari ini gue akan kasih lo pelajaran karna udah buat gue mabuk waktu itu" ucap Bella datar.


"Oh malam itu? Iya sih gue emang yang bikin lo mabuk. Habisnya lo menggoda sih.


"Banyak bacot lo."


Bugh!


Tanpa aba-aba, Bella langsung melayangkan tendangannya pada perut King.


"Sialan" desis King.


Dia pun langsung melayangkan pukulan balasan, namun Bella dengan sigap langsung menghindar dan berbalik memukul wajah King.


Bugh! Bugh! Bugh!


"Hajar terus Queen, jangan kasih ampun" sorak Ana.


Bella meliriknya lalu mengangkat kedua jari jempolnya ke arah Ana.


"Queen awas di depan lo" pekik Ana saat King akan melayangkan pukulannya lagi.


Bugh!


*****


"Hiks...Bella, semoga kamu nggak papa" batinnya terisak.


*****


"Kurang ajar lo, beraninya main belakang" ucap Bella sambil memegang pipinya yang baru saja terkena pukulan dari King.


"Terserah gue dong. Tangan, tangan gue, kenapa lo yang sewot.


"Sialan lo King.


Bugh! Bugh! Bugh!


Pertarungan antara Bella dan King pun semakin sengit. Tampaknya, Bella mulai kewalahan menghadapi pria itu. Namun dia tak menyerah, hingga akhirnya dia berhasil melumpuhkan King. Bahkan pria itu kini terlihat meraung kesakitan.


"Makanya, jangan sok jago. Queen di lawan. Ayo Ana.


"Aw aja lo Queen. Gue bakal balas semuanya" teriak King setelah Bella dan Ana meninggalkannya di sana. Mereka berdua keluar dari tempat itu.


"Rasain tu Si King. Gue puas liat dia kaya tadi" ucap Bella.


"Iya, gue juga sama.


"Btw, sekarang kita cari makan yuk Bel, udah malam nih. Gue lapar."


"Mmm!! Gimana ya, gue nggak bisa deh kayanya. Gue mau langsung pulang" ucap Bella.

__ADS_1


"Cepat banget? Ini kan masin nggak terlalu malam. Lo tumben pulang jam segini?" tanya Ana heran.


"Lo tau kan keadaan gue gimana? Gue nggak mau bikin nyokap gue khawatir."


"Alaah, dulu aja lo nggak peduli ama nyokap lo.


"Itu kan dulu, sekarang mah beda lagi.


"Iya, iya yang udah baikan ama nyokap. Yaudah deh, antarin gue pulang kalo gitu."


"Oke! Ayo naik.


Ana pun menaiki motor Bella yang akan mengantarnya pulang.


*****


"Assalamualaikum" salam Bastian yang baru saja pulang. Dia di sambut hangat oleh sang Ibu.


"Walaikum salam! Udah pulang Bas?" tanya Lilis menghampiri Bastian.


"Iya Bu, alhamdulillah" Bastian menyalami tangan Lilis.


"Ibu baik-baik aja kan selama Bastian nggak ada?" tanya Bastian yang kini sudah duduk bersama Lilis di ruang tamu rumahnya yang tidak terlalu besar.


"Iya Bas. Tapi saat malam itu, saat Ibu nelfon kamu. Ada dua orang yang mau rampas uang Ibu."


"Apa Bu? Trus Ibu nggak papa kan? Mereka nggak nyakitin Ibu kan?" tanyanya cemas.


"Ibu nggak papa kok. Soalnya waktu itu ada yang nolongin Ibu.


"Siapa Bu? Apa Ibu kenal sama orangnya?"


"Ibu nggak kenal karna orang itu pake topeng wajah" jelasnya.


"Apa ada kejadian lagi Bu?"


"Sebaiknya aku jangan dulu kasih tau Bastian soal orang yang mirip dengan dia di club malam itu. Aku nggak mau dia kepikiran dan nanya-nanya yang aneh-aneh" batin Lilis.


"Bu?"


"Eh! Enggak ada kok Bas."


"Syukurlah kalo gitu Bu."


Ting!


Bastian merogoh saku celananya untuk melihat pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. Seketika wajahnya berubah menjadi panik.


"Bu, Bastian harus pergi dulu."


"Mau kemana? Kok kaya panik gitu?"


"Nati pulang aku ceritain. Assalamualaikum" segera Bastian menyalami Lilis lalu keluar rumah untuk menghentikan ojek. Lalu ojek itu membawanya entah kemana.


*****


Setelah mengantarkan Ana pulang, Bella kini sudah tiba di rumahnya. Dia pun segera masuk, namun dia terkejut melihat Sari yang menangis sambil memeluk Sara. Melihat kedatangan Bella, Sara langsung berdiri dan.....


Plakk!

__ADS_1


Wajah Bella terpaling saat tamparan keras itu mendarat di pipinya. Ya, Sara menamparnya hingga cukup keras.


"Apa-apan sih lo Kak?" tanya Bella menatap tajam Sara.


__ADS_2