Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Rumah Sakit


__ADS_3

Aril dan Sara mengangguk kemudian mereka bertiga meninggalkan parkiran sekolah.


*****


Disinilah Pak Guntur membawa Badtian, Bella dan Ana. Yaitu di sebuah gudang lama yang ada di sekolah mereka.


"Pak, kok kita ke sini sih Pak? Mau ngapai kami di sini?" tanya Bella.


"Heh! Jangan banyak nanya. Sekarang kalian harus bersihin gudang ini sampai bersih" tefas Pak Guntur.


"Tapi Pak, ini kan kotor banget, bapak nggak liat apa?" protes Bella.


"Jangan protes. Kalian bersihin gudang ini atau ngepel semua kelas dan ruang guru? Ayo pilih yang mana" ucap Pak Guntur.


"Udah deh Bell, nggak usah protes lagi. Emang lo mau ngepel lantai seluruh kelas? Nggak kan. Gue mah ogah" bisik Ana.


"Yaudah deh Pak, kami bersihin gudang ini aja" ucap Bella dengan cemberut.


"Nah gitu baru bagus. Yaudah kalian muai aja, Bapak balik lagi semuanya udah bersih.


"Iya Pak" ucap Anz dan Bastian kecuali Bella.


Setelah Pak Guntur pergi, mereka pun mulai mengerjakan tugas masing-masiing. Ana yang bertugas menyapu lantai, Bastian bertugas untuk mengangkat meja dan kursi. Sedangkan Bella, dia bertugas untuk merapikan buku-buku yang sudah tidak terpakai lagi.


"Ck, tinggi bangat bukunya. Gimana bersihinnya coba" ucap Bella yang kesusahan mencapai buku yang ada di rak paling atas.


"Gue punya ide" Bella mengambil salah satu bangku kemudian menaiki bangku tersebut untuk mengambil bukunya.


"Ihh, nggak nyampe juga lagi. Ayo dong bisa" ucap Bella yang masih kesusahan mengambil buku.


Karena terlalu banyak bergerak, membuat kaki bangku tersebut mulai patah karna rapuh. Bella pun kehilangan keseimbangan dan akhirnya dia pun terjatuh. Namun dengan sigap, Bastian langsung menangkapnya. Akhirnya terjadilah tatap-tatapan di antara mereka berda. Buku-buku yang tadi ingin di gapai Bella pun akhirnya jatuh dan menimpa Bastian. Namun Bastian tidak merasakan apa-apa. Dia masih dalam posisi menatap Bella yang kini ada di pelukkannya.


"Ekhem! Ekhemm! Woy udah napa tatap-tatapannya? Kasian nih gue yang jadi nyamuk disini" ucap Ana membuat Bastian dan Bella tersadar. Bastian melepaskan Bella. Tiba-tiba jantung mereka berdegup kencang saat mengingat kejadian tadi.


"Ma-maksih Bad. Maaf ya, lo ja-jadi ketimpa buku" ucap Bella yang tiba-tiba gugup dan canggung pada Bastian.


"I-iya nggak papa kok" ucap Bastian sambil memperbaiki kaca matanya.


"Ya Tuhan jantung gue kok jadi deg-degan gini sih!" batin Bella berusaha mengontrol jantungnya.

__ADS_1


Tak lam mereka pun melanjutkan hukuman mereka sampai jam istirahat tiba.


*****


Setelah jam pelajaran terakhir selesai, Bella kini sedang membereskan buku-bukunya. Karena bel pulang sudah berbunyi 3 menit yang lalu.


"Bella" panggil Ana yang berlari masuk ke kelas Bella dengan nafas yang tidak beraturan dan terlihat panik.


"Napa lo Ana? Tumben lo langsung nyamparin ke kelas? Biasanya juga lo nungguin gue di parkiran" tanya Bella bingung.


"Itu Ra.....anu"


"Anu apa sih? Bicara yang jelas Ana.


Ana berusaha menetralkan nafasnya kemudian melanjutkan ucapannya.


"Itu, si Feli. Dia....dia pingsan Bel, dan sekarang lagi di bawa temannya ke rumah sakit" mendengar ucapan Ana, Bella langsung membereskan bukunya dengan cepat. Kemudian dia dan Ana segera menuju rumah sakit.


--Rumah_Sakit


Bella dan Ana di beri tahu oleh salah satu suster bahwa Feli di bawa ke ruang pemeriksaan. Saat akan sampai di ruang pemeriksaan, langkah mereka terhenti saat melihat Meli berdiri di depan ruangan itu.


"Gimana nih? Kalo kita ke sana, bisa-bisa dia tau hubungan gue sama Feli. Gue nggak mau ada yang tau siapa Feli di hidup gue" ucap Bella.


Setelah Meli pergi, Bella segera menghampiri Ana.


"Lo ngomong apa sama dia, sampe dia mau pergi?" tanya Bella.


"Itu mah nggak penting, yang penting, dia udah pergi" ucap Ana.


"Lo emang best Ana.


"Ana gitu loh!" ucap Ana.


"Permisi! Dengan keluarga pasien" ucap Dokter yang keluar dari ruangan itu.


"Saya Kakaknya Dok. Gimana keadaan dia Dok" tanya Bella.


"Adiknya tidak apa-apa. Dia pingsan karena telat makan, saya sudah memberikan suntikan. Tolong pola makannya di jaga, sepertinya dia tidak makan beberapa hari. Kalo gitu saya permisi" ucap Dokter.

__ADS_1


"Terima kasih Dok" ucap Bella. Dokter pun pergi


"Lo masuk aja Bel, gue mau pulang duluan. Sebelum kalian pulang, ajak dia makan dulu" ucap Ana.


"Iya. Lo hati-hati"


"Siap Quen" ucap Ana lalu meninggalkan Bella.


Setelah kepergian Ana, Bella perlahan membuka pintu ruangan dan tampaklah Feli yang sudah bangun dari pingsannya. Dia pun duduk di kursi samping brankar sambil bersedekap dada.


"Lo marah ama gue?" tanya Bella.


"Enggak" jawab Feli tanpa menatap Bella.


"Udah deh, lo itu nggak usah boong. Lo marah kan sama gue karna gue, lo dan Jack sampe putus. Buktinya, lo nggak makan dari kemarin karena nangisin dia terus sampe pagi" ucap Bella.


"Siapa bilang aku nggak makan karena nangisin Jack?"


"Ini buktinya, lo pingsan karena telat makan" ucap Bella.


"Kamu salah Kak, aku nggak makan karena kamu juga belum makan dari kemarin" ucap Feli membuat Bella terdiam.


"Jadi lo mogok makan bukan karena Jack ? Tapi karna gue?" tanya Bella lirih.


"Iya. Aku tau karena Kak Siska kamu nggak sempat makan di rumah, makanya aku juga nggak mau makan" ucap Feli.


"Dasar bego lo. Kalo gue nggak makan lo jangan ikut-ikutan dong. Kalo lo sakit gimana hah?. Dengar ya, walaupun kita ini kembar, tapi gue lebih kuat dari pada lo. Jadi jangan sok kuat nahan lapar seharian" ucap Bella sambil menoyor kepala Feli.


"Aduh! Sakit Kak" ringis Feli.


"Akhirnya setelah bertahun-tahun, kita bisa kaya gini lagi Kak. Aku senang bisa liat kamu yang selalu peduli sama aku. Walaupun cuman sementara" batin Feli sambil tersenyum.


"Kenapa lo senyam-senyum gitu?" tanya Bella.


"Makasih ya Kak, karena udah peduli sama aku" ucap Feli.


"Siapa juga yang peduli ama lo? Gue kaya gini karena gue nggak mau lo kenapa-napa. Kalo lo kenapa-napa, yang ada gue yang bakal kena omelan Kakak lo itu" ucap Bella.


"Dia Kakak kita berdua Kak"

__ADS_1


"Sorry ya. Dia itu bukan Kakak gue, tapi dia Kakak lo. Karena dia lebih sayang lo dari pada gue.


"Kamu salah Kak. Dari dulu sampe sekarang, dia tetap sayang sama kamu. Apa kamu lupa, dulu waktu kita kecil dia selalu lindungin kamu dari anak-anak nakal. Dia yang ngobatin luka kamu pas kamu jatuh dari sepeda. Itu udah cukup jadi bukti kalo dia sayang sama kamu" ucap Feli.


__ADS_2