Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Tertinggal


__ADS_3

Setelah itu, Sari mengambil secarcik kertas di bawah bantalnya


kemudian memberikan kerta itu pada Bella. Bella yang mengenali kertas itu hanya menunduk diam.


"Semalam Bunda temuin itu di kamar kamu. Bunda nggak nyangka kamu bisa nyembunyiin hal sebesar ini dari Bunda. Apa karna kamu nggak sayang sama Bunda? Makanya kamu nggak mau kasih tau Bunda yang


sebenarnya?"


"Bukan gitu Bund. Aku cuman takut setelah Bunda atau Kak Sisks tau, kalian akan khawatir sama Bella. Ya, walaupun Kak Siska pasti nggak akan peduli" lirih Bella.


"Bella nggak mau buat kalian sedih, aku sayang sama kalian" ucap Bella.


"Bella" lirih Sari dengan mata berkaca-kaca. Bella yang sudah tak bisa membendung air matanya berhambur memeluk Sari.


"Maafin Bunda Bella, kalo aja Bunda tau tentang penyakit kamu ini, dari dulu Bunda akan selalu ada buat kamu. Maafin Bunda yang kurang jagain kamu" ucap Sari.


"Ini bukan salah Bunda, ini salah aku yang selalu ngejauh dari Bunda. Aku selalu ingin di dekat Bunda tapi kata Dokter, umur aku udah nggak banyak lagi dan mungkin bentar lagi aku bakal pergi nyusul Ayah."


"Nggak sayang, kamu nggak boleh ngomong gitu, nggak boleh ya."


"Bunda akan kasih tau Feli dan Kakak kamu soal ini. Bunda yakin, setelah Kakak kamu tau tentang penyakit kamu dia akan luluh dan nggak benci sama kamu."


"Jangan Bunda, jangan kasih tau mereka. Susah payah aku buat semua orang benci sama aku supaya mereka nggak merasa kehilangan aku. Terutama Kak Siska. Aku udah tau kenapa dia benci sama aku Bunda, itu karena Ayah meninggal gara-gara aku. Mungkin penyakit ini balasan karena aku udah buat Ayah pergi" ucap Bella.


"Jangan ngomong gitu sayang. Ayah kamu pergi bukan karena Kamu, tapi karna takdir yang ingin Ayah pergi. Jadi jangan pernah salahin diri kamu ya. Buat penyakit kamu ini, Bunda akan cari Dokter terbaik buat ngobatin kamu. "


"Bunda semuanya udah terlambat, penyakit aku ini udah satadium akhir, aku rasa, aku nggak akan bisa sembuh lagi" ucap Bella.


"Pasti kamu bisa sembuh sayang. Nggak ada yang Nggak mungkin di dunia ini. Kamu harus yakin, semuanya bakal baik-baik aja. Mau ya sayang, demi Bunda dan demi Feli dan juga Kakak kamu."


"Kalo Bunda maksa, Bella mau" ucap Bella tersenyum.


"Kamu pasti bisa sembuh sayang" ucap Sari mengecup kening Bella.


"Tapi Bunda jangan kasih tau siapapun soal ini ya, ini rahasia kita berdua" ucap Bella.


"Yaudah, tapi kamu harus janji satu hal sama Bunda."


"Janji apa Bund?"


"Kamu juga harus berusaha perbaiki hubungan kamu sama Kakak kamu. Bunda yakin lama kelamaan dia akan bisa sayang sama kamu kaya dulu lagi.


"Aku akan coba Bund"

__ADS_1


"Kalo gitu Bella mau ke kamar dulu ya Bund, Bella capek."


"Sarapan dulu sayang"


Ia Bunda. Bunda juga istirahat" ucap Bella berjalan ke arah pintu. Tepat di depan pintu, dia di kejutkan dengan keberadaan Siska yang entah kapan berdiri di sana.


"Gawat! Kak Siska dengar nggak ya? Tapi semoga dia nggak dengar" batin Bella.


"H-hai Kak?" sapa Bella tersenyum. Namun Siska hanya mengacuhkannya dan masuk ke dalam kamar itu lalu menutup pintu kamar Sari.


"Hufftt! Sabar Bella sabar. Ini demi janji lo ke Bunda" ucap Bella. Lalu diapun pergi menuju kamarnya.


-1_Minggu_Kemudian


Hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh seluruh siswa yaitu hari dimana mereka akan melakukan perkemahan sabtu minggu. Sesuai dengan yang sudah di informasikan, mereka semua akan pergi menuju lokasi perkemahan menggunakan Bis sekolah Di parkiran sekolah, Bastian dan teman-temannya sedang menunggu Bis mereka yang akan berangkat sebentar lagi.


"Eh, cupu" Bastian yang sedang duduk di atas sepdanya menoleh pada Jack yang berjalan ke arahnya bersama kedua temannya juga Findi end genk. Btw, si Findi udah nggak di skors lagi ya guys.


"Eh kalian? Kenapa manggil aku Jack?" ucap Bastian.


"Kita ke sini mau minta maaf sama lo karena kita udah bully lo. Iya kan Jack?" ucap Andi.


"Yo'i bro. Lo mau kan maafin kita?" ucap Jack


"Berarti lo mau kan jadi teman kita?" lanjut Jack.


"Iya aku mau kok jadi teman kalian."


"Itu berarti, lo mau bantuin kita kan Cup, eh Bastian?" ucap Jack.


"Emang kalian butuh bantuan apa?"


"Gini Gun, Pak Guntur nyuruh kami buat ngambil barang-barang di ruang bp ke gudang. Lo bantu ngangkatin juga ya, Andi sama Rio bakal nemanin lo kok" ucap Jack.


"Andi, Rio ayo laksanain tugas lo pada entar ke buru bisnya berangkat."


"Siap Bos. Ayo Rio, Bastian" ucap Andi! Lalu mereka bertiga pun pergi ke ruangan BP.


"Sayang, aku sama teman-teman aku duluan ke Bis ya, kamu laksanain aja tugas kamu. Ayo guys" Findi dan kedua temannya pergi meninggalkan Jack.


"Gue pastiin, si cupu itu nggak bakal bisa ikut perkemahan" ucap Jack tersenyum licik. Lalu dia membuat kedua ban sepeda Bastian bocor.


"Hai Feli, Hai Mel" sapa Ana pada Feli dan Meli.

__ADS_1


"Hai Ana.


"Tumben lo nyapa kita, ada apa?" tanya Feli.


"Lo berdua ada yang liat Queen nggak? Soalnya dari tadi gue nyariin dia tapi nggak ketemu. Mana bisnya mau jalan lagi."


"Kita nggak ada yang liat Queen, iya kan Feli?" ucap Meli.


"Iya. Kami juga nggak liat Kak B....maksud gue Queen."


"Perhatian anak-anak! Sebentar lagi bis kita akan berangkat ke tempat kemah. Apa kalian udah siap?" seru Pak Ical.


"Siap Pak!"


"Duh gimana nih, bisnya mau jalan tapi tu anak belum nongol juga" ucap Ana.


"Mungkin dia udah datang dan mungkin juga dia ada di bis sebelah" ucap Meli.


"Benar kata Meli. Mendingan lo balik ke tempat duduk lo aja, bentar lagi kita mau berangkat."


"Yaudah deh" Ana pun kembali ke tempat duduknya. Tak lama, bis pun mulai berjalan meninggalkan area kampus.


*****


"Non Bella bangun Non" ucap pembantu membangunkan Bella.


"5 menit lagi Bi, aku ngantuk banget ini" ucap Bella di balik selimutnya.


"Tapi Non, tadi Ibu nelpon nanyain kalo non udah berangkat atau belum. Katanya bis sekolah udah berangkat non.


"APA?" Bibi terlonjak kaget dengan teriakkan Bella yang tiba-tiba.


"Emang udah jam berapa sih Bi?"


"Setelah delapan non"


"Berarti aku telat dong Bi? Kenapa nggak bangunin dari tadi sih?" ucap Bella yang berlari masuk ke kamar mandi.


"tangga? Kok non Bella marah sih? Kan dianya sendiri yang susah di bangunin" gumamnya.


"BII! SIAPIN BARANG-BARANG AKU" teriak Bella lagi dari dalam kamar mandi membuat Bibi mengelus dadanya lagi karna terkejut.


"Iya Non"

__ADS_1


__ADS_2