
"Dia memang nggak punya salah sama aku, tapi gara-gara dia Ayah pergi."
"Astaga! Cuman itu hah? Cuman itu alasan kamu benci sama Bella? Iya? Asal kamu tau, bukan cuma kamu yang kehilangan, Bella juga kehilangan Ayahnya sama kaya kamu. Seharusnya kamu sebagai Kakaknya, kamu yang nyemangatin dia dan buat dia bahagia dan bukan malah kamu membenci dai. Ingat Siska, kepergian Ayah kalian itu bukan salah Bella, tapi itu sudah jadi kehendak Tuhan."
"Kamu ini kenapa sih Daniel? Dari tadi kamu belain dia mulu? Tunangan kamu itu dia apa aku sih?" ucap Siska marah.
"Ya kamulah. Justru aku nggak belain Bella sama sekali, aku ngomong gini karan kamu adalah tunangan aku dan sebentar lagi kita bakalan nikah. Aku ngomong gini biar kamu berubah dan bisa menerima Bella lagi.
"Itu nggak akan terjadi, aku nggak akan pernah nerima dia sebagai adik aku, karna aku cuma punya satu adik dan itu cuma Feli.
"Huffhh! Yaudah, terserah kamu. Yang penting aku udah ngomong apa yang ingin aku bilang ke kamu. Tapi ingat ini baik-baik, suatu hari nanti kamu pasti akan menerima dia kembali sebagai adik kamu. Semoga hari itu datang, supaya Bella bisa tenang" ucap Daniel membuat Siska terdiam.
"Cepat atau lambat kamu bakal sadar apa yang udah kamu lakuin itu salah, kamu pasti bakal menyesal sendiri, tapi semoga itu belum terlambat" ucap Daniel lagi.
Tak lama Sari datang menemui mereka.
"Kalian berdua kok malah di sini? Ayo kita gabung sama yang lain, bentar lagi acara potong kuenya bakal di mulai" ucap Sari.
"Kalian aja yang ke sana. Aku nggak mau ke sana kalo ada Bella" ucap Siska
"Bunda ngga mau tau alasan kamu. Hari ini adalah ulang tahun adik-adik kamu, kalau kamu nggak ada disana, semua orang pasti bakal mikir yang enggak-enggak tentang kamu. Ayo, acaranya udah mau di mulai" ucap Sari menarik tangan Siska di ikuti Daniel dari belakang.
Sementara itu, Bella dan Feli sudah siap untuk meniup lilin.
"Kak Bunda mana sih?" tanya Feli.
"Nggak tau" balas Bella.
"Ayo Bella, Feli tiup lilinnya" ucap Tasya.
"Bentar Kak, Bunda Kak Siska sama Bang Daniel belum ada di sini" ucap Feli.
"Yaudah, kita tunggu mereka dulu."
Tak lama, yang di tunggu pun datang.
"Bunda kemana aja sih? Kok lama banget" ucap Feli.
"Maaf sayang, tadi Bunda lagi nyari mereka, eh taunya malah mojok" ucap Sari.
"Ayo semuanya, kita nyanyi lagu selamat ulang tahun buat Bella dan Feli.
Lalu semua orang menyanyikan selamat ulang tahun untuk mereka, dan kini tibalah saatnya untuk meniup lilin.
__ADS_1
"Sebelum tiup lilinnya, kalian buat permohonan dulu" ucap Tasya lagi yang di angguki Feli dan Bella.
"Ya Allah, hanya satu yang aku minta. Tolong satukanlah lagi keluarga kami dan buat hubungan Kak Siska dan Bella membaik kaya dulu lagi ya Allah" batin Feli.
"Ya Tuhan, aku tidak minta untuk sembuh. Tapi aku ingin, disisa umurku ini, aku ingin merasakan kebahagiaan walau hanya sebentar Allah agar aku bisa pergi dengan damai", batin Bella.
Mereka berdua pun meniup lilinnya bersama. Setelah itu, di lanjutkan dengan acara potong kue.
"Kamu duluan yang potong Kak.
"Lo aja dulu, baru gue" ucap Bella.
"Udah, lo berdua aja yang potong kuenya bareng." usul Ana.
"Ide bagus tuh, ayo kalian berdua potong kuenya" ucap Daniel.
"Iya Bang" ucap Bella dan Feli lalu memotong kuenya secara bersama-sama.
,"sekarang kalian kasih potongan kue kalian sama orang yang kalian sayang" ucap Tasya.
"Lo duluan Feli" suruh Bella. Feli menurutinya, kemudian memberikan potongan kue pertama untuk Sari, kemudian Siska dan Daniel, dan yang terakhir adalah Bella.
Dan sekarang adalah giliran Bella untuk memberikan potongan kuenya. Potongan kue pertama sudah pasti untuk sang Bunda.
"Makasih Bunda" ucap Bella lalu melepaskan pelukkannya.
"Ayo buka mulut lo" ucap Bella pada Feli.
"Makasih Kak" ucap Feli menerima kue dari Bella. Bella pun berjalan ke arah Siska.
"Cih, dia pikir gue bakal sudi nerima kue dari dia? Itu nggak akan terjadi. Liat aja, aku bakal permaluin dia di depan banyak orang" batin Siska. Dia lalu memalingkan wajahnya ke samping saat Bella berhenti di depannya.
"Lo kenapa Kak? Lo pikir gue bakal ngasih lo kue? Gue juga malas kalik kalo harus ngasih buat lo" bisik Bella di dekat telinga Siska. Siska pun langsung menatapnya tajam yang hanya di balas senyuman oleh Bella, dia lalu menghampiri Daniel yang berdiri di samping Siska.
"Kue ini gue kasih buat Abang gue yang ganteng" ucap Bella.
"Makasih Bel" ucap Daniel menerima potongan kue Bella.
"Dan ini buat Kak Tasya" Bella menyuapi Tasya kue.
"Makasih Bella sayang" ucap Tasya.
"Makasih juga karena Kak Tasya selalu sayang sama aku. Andai Kak Tasya yang jadi Kakak aku, pasti rasanya bahagia banget" ucap Bella.
__ADS_1
"Kamu kan memang adik Kakak Bel. Selamanya kamu dan Feli adik kesayangan Kakak" ucap Tasya lalu memeluk Bella. Siska tiba-tiba saja pergi dari sana setelah Bella dan Tasya melepas pelukkannya.
"Yang terakhir buat teman gue yang paling best" ucap Bella menyuapi Ana Namun.
"Makasih Bel.
"Makasih juga karena lo udah mau sabar hadapin sifat gue selama ini" Bella memeluk Ana.
"Sama-sama, gue juga senang kok bisa dapat teman sebaik lo" ucap Ana tulus.
"Ohya Kak, kamu belum nyuapin seseorang loh" ucap Feli.
"Siapa? Kak Siska? Malas ah."
"Bukan, ayo sini ikut aku" Feli pun menarik Bella untuk menghampiri Bastian.
"Maksud aku, kamu belum nyiapin Bastian."
"Loh kok gue? Lo ajalah Feli" bisik Bella.
"Nggak bisa Kak, kue aku udah habis. Tinggal punya kamu yang masih ada tuh" Feli menunjuk piring di tangan Bella.
"Udah cepetan suapin" desaknya.
"Iya, iya." ucap Bella pasrah.
"Mmm! Bas, gue boleh nyuapin lo kue ini kan?" tanya Bella.
"Mau aja Bas, kapan lagi coba di suapin sama Queen Bella" ucap Feli. Bella yang kesal menginjak kaki kembarannya itu.
"Aduhh Kak, bisa nggak sih nggak usah pake nginjak kaki segala? Sakit nih" keluhnya.
"Bodo amat. Udah sana lo."
"Iya, iya" Feli lalu meninggalkan Bastian dan Bella.
"Kasian Feli, Bella pasti kakinya sakit" ucap Bastian.
"Biarin aja. Ayo gue suapin lo" ucap Bella menyuapi Bastian.
"Enak nggak Bas?"
"Iya, enak Bella.
__ADS_1