
"Terserah" Bella pun pergi dari sana dengan hati yang kesal dan marah.
"Maafin saya Bu Sari. Saya terpaksa menghukum dia biar dia nggak jadi anak perusuh lagi" ucap Pak Guntur pada Sari.
"Tidak apa-apa Pak. Yasudah, suruh anak-anak bubar, ini sudah larut malam. Besok kita akan ada kegiatan lagi kan?" ucap Sari.
"Baik Bu. Baiklah anak-anak, sekarang kalian semua tidur, ini sudah larut. Besok kita akan ada kegiatan pagi di hutan ini."
"Baik Pak" all.
siswa/i pun masuk ke tenda mereka masing-masing.
*****
"Kamu nggak papa kan sayang? Pasti sakit ya di hajar si Bella?" tanya Findi cemas pada Jack.
"Nggak papa kok Fin, cuman sakit dikit doang" ucap Jack.
"Si Bella itu emang keterlaluan, awas aja, aku bakal balas dia nanti" batin Findi.
"Ini Fin, kita udah dapat apa yang lo mau" Ucap Rion yang baru datang bersama Andi. Dia membawa sesuatu yang di isi di dalam karung.
"Apaan tu Nda? Kok gerak-gerak gitu" tanya Jack yang memperhatikan karung itu.
"Ular Jack" jawab Andi.
"Apa? Buat apaan?" tanya Jack.
"Mana gue tau. Pacar lo tuh, dia nyuruh kita berdua buat nyari ular, nggak tau buat apaan" ucap Andi.
"Itu ular buat apaan Fin?" tanya Jack pada Findi.
"Mau balas dendam"
"Sama siapa? Si cupu Bastian atau Bella?"
"Kalian liat aja besok. Udah sana, kalian masuk tenda gih. Siniin ularnya Rio, selanjutnya biar gue sama teman-teman gue yang urus" ucap Findi. Rio pun memberikan karung berisi ular itu pada Findi.
"Hati-hati Fin, ularnya ada bisanya" ucap Rio.
"Oke. Yaudah sana kalian pergi gih" Jack cs pun pergi meninggalkan Findi cs.
"Emang buat apaan sih tuh ular Find? Lo mau kerjain siapa pake ular itu? Bella atau Bastian?" tanya Sara.
"Bukan mereka, tapi Feli.
"Hah! Feli?" Aril dan Saracsaling pandang mendengar ucapan Findi.
__ADS_1
"Kok Feli ? Kan dia nggak lakuin apa-apa?" tanya Aril.
"Dia emang nggak salah. Gue cuman mau balas dendam ke Bella lewat Feli. Kalian pasti tau kan, kalau salah satu anak kembar terluka maka yang lain juga bakal ngerasain juga. Jadi kita akan balas dendam ke Bella dengan naruh ular ini di tendanya si Feli ucap Findi.
"Kalo gagal gimana? Lo kan tau, di tenda itu bukan cuman ada Feli doang" ucap Sara.
"Gue nggak mau tau, pokoknya lo berdua harus mastiin ular ini matuk si Feli itu" ucap Findi.
"Kenapa lo nggak bongkar aja sih kalo si Bella sama Feli itu kembar sama semua orang? Pasti kan kalau ke bongkar, si Bella pasti bakal malu karna orang-orang udah tau kalo dia punya saudara cupu" ucap Aril.
"Nggak, gue nggak akan lakuin itu. Walaupun gue nggak suka sama Bella dan si Feli, bukan berarti gue harus lakuin itu. Karena gue nggak mau ikut campur urusan pribadi mereka" ucap Findi.
"Yaudah, ayo kita laksanain rencana kita" Findi dan teman-temannya pun pergi menuju tenda Feli i untuk menaruh ular itu di sana.
*****
"Bella" Bella yang sedang duduk di depan api unggun menoleh ke arah Bastian yang berjalan ke arahnya.
"Boleh aku duduk?"
"Duduk aja kalik" ucap Bella. Lalu Bastian pun duduk di samping Bella.
"Maaf ya Bel, gara-gara aku kamu jadi kena hukuman" ucap Bastian.
"Ini bukan salah lo kok Bastian. Jadi lo nggak perlu minta maaf" ucap.
"Tapi aku nggak enak sama kamu Bel. Aku yang di kerjain malah kamu yang kamu hukum"
"Ekhem" Bastian dan Bella menoleh ke pada orang yang kini sudah berdiri di depan mereka.
"Mmm Bel, aku ke tenda duluan ya. Saya permisi Bu" Bastian pun beranjak masuk ke dalam tenda. Meninggalkan Bella dan orang itu yang ternyata adalah Sari. Sari pun duduk di samping Bella.
"Kenapa kamu lakuin itu sama Jack dan teman-temannya?" tanya Sari sambil mendekatkan tangannya ke api, karena malam ini terasa sangat dingin.
"Kenapa? Bunda nggak percaya sama aku dan malah percaya sama si ratu bully itu" ucap Bella cemberut.
"Bukan gitu, tapi yang kamu lakuin itu salah" ucap Sari.
"Nggak kok, aku benar. Lagian Si Jack selalu nyari masalah sama Bastian, makanya aku hajar aja dia. Tolong Bunda jangan marah ya, plis percaya sama Bella" rengek Bella
sambil memeluk Sari dari samping.
"Iya Bunda percaya. Walaupun kamu selalu bikin onar, tapi yang ini Bunda percaya. Karna kamu anak kesayangan Bunda" ucap Sari.
"Maafin Bunda ya, Bunda nggak bisa ringanin hukuman kamu"
"Nggak papa, Bella ngerti kok"
__ADS_1
"Oh ya, Bunda bawa selimut ini buat kamu biar Bella nya Bunda nggak kedinginan" ucap Sari sambil memakainkan selimut tebal yang dia bawa pada Bella.
"Makasih Bund. Yaudah Bunda ke tenda Bunda aja, entar Bunda kedinginan disini" ucap Bella melepas pelukkannya.
"Tapi gimana sama kamu? Kamu pasti bakal sendirian di sini"
"Tenang Bunda, karna ada aku" ucap Feli yang tiba-tiba muncul.
"Lo ngapain di sini?" tanya Bella sinis.
"Mau nemanin kamulah semalaman" ucap Feli ikut duduk di samping Bella.
"Tapi sorry ya, gue nggak butuh di temanin ama lo" ucapnya ketus.
"Bella jangan gitu ah, Feli kan baik mau nemanin kamu" ucap Sari.
"Belain aja terus"
"Yaudah, Bunda ke tenda dulu ya. Kalian berdua baik-baik disini, Feli jaga Bella ya"
"Iya Bunda" setelah itu Sari pun pergi masuk ke tendanya.
"Masuk tenda lo gih, gue nggak butuh di temanin di sini" ucap Bella.
"Nggak mau. Walau kamu suka atau nggak, aku bakal nemanin kamu disini"
"Walaupun lo kedinginan?"
"Biar pun aku kedinginan juga nggak papa" jawab Feli tersenyum.
"Aku bakal di sini dan tidur di sini bareng kamu"
"Aku juga" ucap Bastian yang tiba-tiba muncul dan duduk di tengah-tengah Bella dan Feli.
"Lho! Kok lo balik lagi Bas? Mau ngapain?" tanya Bella.
"Mau ikut nemanin kamu, karena biar bagaimanapun ini juga karna aku" ucap Bastian.
"Kita berdua akan nemanin kamu di sini"
"Terserah" ucap Bella yang pasrah dengan keputusan Bastian dan kembarannya itu untuk menemaninya malam ini.
--Skip_Pagi
"Apa semuanya sudah berkumpul?" tanya Pak Guntur pada para Siswa/i yang sudah berkumpul pagi itu.
"Belum Pak, Findi sama teman-temannya , trus Ana sama Meli belum ada"
__ADS_1
"Yaudah, kita tunggu mereka saja" ucap Pak Guntur.
"Aaaa" suara teriakkan dari salah satu tenda menarik perhatian para Siswa/i tanpa memperdulikan Pak Guntur, mereka semua langsung berlari ke sumber suara itu.