
Tok! Tok! Tok!
Be' yang sedang fokus pada laptopnya menoleh ke arah pintu.
"Masuk!"
Seseorang yang tadi mengetuk pintu kamarnya pun masuk setelah di perintahkan. Seorang gadis yang persis sepertinya kini sudah tiduran di atas ranjang milik Bella, siapa lagi kalau bukan twinsnya Feli.
"Ngerjain apaan sih Kak? Serius amat?" tanya Feli
"Tugas sekolah lah apalagi. Terus ngapain lo ke kamar gue? Main langsung tiduran di kasur gue tanpa izin." Bella menatap tajam Feli yang terlihat sedang menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Mau tidur di sini boleh? Soalnya di kamar aku lagi di bersihin karna ada tikus."
"Mmmm"
"Yeeyy. Makasih twinsku yang cantik."
"Asal jangan ganggu. Kalo lo ganggu, gue tendang lo dari sini."
"Nggak bakalan deh."
Keduanya pun diam. Feli yang sedang chatingan dengan Jack sementara Bella kembali fokus pada laptopnya. Tak lama pintu kamar itu kembali terbuka, memperlihatkan Siska yang membawa nampan yang di atasnya terdapat dua susu coklat kesukaan kedua adiknya.
"Yeyy susu. Kakak tau aja kalo aku lagi pengen susu." ucap Feli yang langsung mengambil satu gelas susu yang di letakkan di atas nakas.
"Tadi Bella yang pesan susu ke Kakak. Tapi karna Kakak tau kamu juga ada di sini, jadi Kakak buatin juga buat kamu." ucap Siska.
"Ngomong-ngomong kamu lagi ngerjain apa Bel?"
"Ngerjain laporan buat penelitian mapel kimia."
"Mau Kakak bantu?"
"Emang bisa?"
"Bisalah. Sini Kakak gantiin kamu."
Bella mengangguk lalu berganti tempat dengan Siska.
"Minum obatnya dulu baru susunya di habisin ya." lanjut Siska
"Iya baweil."
Bella pun mengambil obat yang biasa dia minum, Siska dan Feli bingung melihat Rara yang mengambil obat yang bukan resep Dokter.
"Itu obat apa'an Kak? Kok bukan obat biasa kamu minum?" tanya Feli
"Ini itu obat herbal yang di kasih Ibunya Bastian buat gue."
"Emang nggak bahaya?" tanya Siska
"Ya enggak lah Kak, kan di kasih sama Camer, CALON MERTUA!"
Lagi-lagi Bella melontarkan tatapan tajamnya pada Feli yang hanya tersenyum jail.
"Bastian yang cupu itu? Kamu suka sama dia Bel?"
__ADS_1
"Enak aja. Nggak lah. Kita cuman teman doang kok Kak. Bastian sih emang baik, tapi--"
"Tapi?" Siska dan Feli menunggu jawaban dari Rara.
"Ihh apaan sih. Nggak jadi." ucapnya yang menyeruput susu coklat setelah meminum obatnya.
"Dasar gengsian. Bilang aja kamu itu suka sama Bastian. Diliat-liat dia ganteng juga walaupun cupu sih. Tapi kan bisa di poles dikit." ucap Siska.
"Udah deh, kok jadi pada bahas Bastian sih? Mending Kakak selesain tugas aku biar aku cepat tidur, ngantuk nih." ucap Bella
Kurang lebih 30 menit tugas Bella yang di kerjakan Siska pun selesai. Siska lalu ikut duduk di ranjang, di tengah-tengah Feli dan Bella.
"Kakak mau pamit, besok Kakak dan Daniel akan pergi ke korea." ucap Siska membuat kedua adiknya itu langsung menatapnya.
"Apa!!"
"Nggak boleh."
"Iya nggak boleh."
"Kita nggak bakal ngizinin kalian pergi."
Siska tersenyum melihat kedua adiknya yang tak ingin dia pergi itu. Lalu dia memeluk keduanya.
"Kakak harus pergi buat honey moon. Boleh ya?"
Pelukkan Bella terurai, dia menatap Siska dengan mata berkaca-kaca.
"Lo tega ninggalin gue Kak? Gue butuh lo buat nyemangatin gue, padahal gue baru aja ngerasain kasih sayang lo setelah bertahun-tahun tapi lo mau jauhin gue lagi?"
"Jangan nangis dong, lo kan adik barbar gue, masa gitu aja nangis." ucapnya sambil memeluk Bella lagi.
"Kakak janji nggak bakalan lama. Palingan cuman sebulan doang. Kalian kan tau, kami pengantin baru dan Bunda juga udah pengen nimang cucu dari Kakak."
"Tapi kan di Jakarta bisa, kenapa harus jauh-jauh ke kores segala?" tanya Feli setelah mereka berpelukan.
"Itu Karna Kakak dari dulu pengen ke korea. Boleh ya Kakak pergi?"
"Ya udah boleh. Tapi ada syaratnya." ucap Bella tiba-tiba.
"Apa?"
"Pulang dari korea Kakak harus udah hamil dan anaknya juga harus kembar."
"Lah kok gitu sih syaratnya? Kalo Kakak belum hamil terus kalo hamilnya nggak kembar gimana?"
"Ya nggak tau. Setuju nggak nih syaratnya?"
"Yaudah deh setuju. Udah larut nih, Kakak ke kamar dulu. Kalian berdua jangan begadang, nggak baik buat kesehatan apalagi buat Bella, ya."
Setelah itu Siska keluar dari kamar meninggalkan kedua adiknya yang bersiap untuk tidur.
"Selamat tidur Kak."
"Selamat tidur."
Keesokan harinya di rumah Bastian, terlihat Bastian baru saja turun dari kamarnya dan menghampiri kedua orang tuanya di meja makan.
__ADS_1
"Pagi Pah, Pagi Bu."
"Pagi juga Bas." balas Aris dan Lilis.
"Alex udah berangkat Bu? Soalnya Bas liat ke kamarnya dia udah nggak ada."
"Alex baru aja berangkat." jawab Lilis
"Oh Yaudah Bas juga mau berangkat dulu."
"Nggak sarapan dulu Bas?" tanya Aris
"Nggak Pah. Nanti aku sarapan di kantin aja."
"Yaudah. Tapi kamu ke sekolah di antar supir ya. Nanti siang Papa akan belikan kamu motor supaya besok kamu bisa berangkat sendiri."
"Nggak perlu Pah, Bas juga nggak butuh motor. Naik sepedaa udah cukup buat Bastian ."
"Kalo itu mau kamu, Papa nggak akan maksa."
"Ohya Bastian, ini obat buat Bella. Di kasih lagi ya buat dia, mungkin yang kemarin udah mau habis." ucap Lilis sambil memberikan sebuah kantong plastik hitam.
"Iya Bu, nanti Bastian kasih ke Bella. Kalo gitu Bastian berangkat. Assalamualaikum."
"Walaikum salam."
Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, Bastian segera memacu sepedanya untuk berangkat ke sekolah.
Tiba-tiba Bastian menyadari jika rumahnya berdekatan dengan komplek rumah Bella. Dia pun memutuskan untuk ke rumah Bella sebelum pergi ke sekolah.
*****
"Kalian hati-hati di sana, jangan lupa kabarin Bunda kalo udah nyampe korea." pesan Sari saat Siska dan Daniel akan memasuki mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara internasional Soekarno-Hatta.
"Pasti Bund. Setiap saat Daniel dan Siska akan kasih kabar ke Bunda." ucap Daniel
"Jangan lupa juga pesanan Kak Bella ya Kak." ucap Feli.
"Emang Bella pesan apa sama Kakak kamu?" tanya Sari.
"Itu loh Bund, yang Bunda mau dari Kak Siska tapi harus kembar."
"Oh Bunda ngerti. Kamu mau ponakam kembar Bel?"
"Iya Bunda. Biar seru." jawab Bella
"Yaudah. Nanti Abang bakal minta Kakak kalian buat cetak anak yang banyak." Ucap Daniel yang langsung mendapat tatapan tajam dari Siska.
"Gampang banget ya ngomongnya. Kamu pikir aku ini mesin pencetak anak yang bisa ngasih kamu anak yang banyak yang kamu mau?"
"Eh maaf sayang. Aku kan cuman becanda."
"Udah-udah, kok malah berantem sih? Kalian cepat berangkat gih, entar ketinggalan pesawat loh." ucap Sari.
"Iya Bund."
"Kakak berangkat ya, jaga Bunda." ucap Siska pada Feli dan Bella.
__ADS_1