Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Selalu Aku Disalahkan


__ADS_3

"Bund, emang harus sekarang ya terapinya? Aku kan masih pengen di sekolah dulu" ucap Bella yang duduk di samping Sari yang sedang menyetir.


"Iya. Soalnya Dokternya mau ke luar kota nanti siang. Jadi Bunda mau kamu terapi sebelum Dokternya keburu pergi. "


"Pokoknya Bunda mau kamu sembuh dan sehat lagi kaya dulu" ucap Sari membelai rambut Bella.


"Tapi kalo aku nggak sembuh gimana Bund?" Tanyanya lirih.


"Kamu pasti sembuh sayang, Bunda yakin itu. Karena anak Bunda yang paling kuat" ucapnya tersenyum.


"Ohya, kamu lagi ikutan balapan sama MMA?"


"Iya. Malam ini juga aku ada balapan Bund, hadiahnya gede loh!"


"Apa kamu bisa ninggalin dua hal itu?"


"Ninggalin? Ya enggaklah Bund, itu udah jadi pekerjaan aku, aku nggak bisa ninggalin."


"Tapi sayang, itu nggak baik buat kesehatan kamu. Bunda mohon tolong berhenti ya" ucapnya memohon.


"Mmm..... yaudah deh, aku bakal berhenti demi Bunda dan demi kesehatan aku" Sari tersenyum lebar ketika Bella mau menurutinya.


Mereka terus mengobrol hingga tiba-tiba Sari menginjak rem mobil dengan tiba-tiba saat beberapa pria bermotor berhenti di depan mereka.


"Kurang ajar. Siapa sih mereka, nggak tau apa orang lagi buru-buru" ucap Bella kesal. Dia berniat ingin turun, namun Sari melarangnya.


"Jangan turun Bel, Bunda rasa mereka itu begal" ucap Sari.


Para pria itupun turun dari motor mereka lalu menyuruh Bella dan Bundanya untuk turun dari mobil.


"Woyy, keluar Lo. Serahin mobil Lo" ucap salah satu pria sambil mengetuk kaca mobil.


"Bel gimana ini, Bunda takut."


"Bund, Bunda tenang ya. Ada aku kok disini, aku bakal lindungin Bunda. Aku bakal lawan mereka."


"Nggak, jangan Bella. Mereka bisa lukain kamu."


"Udah Bunda tenang aja, aku nggak bakal kenapa-kenapa kok" ucap Bella sambil keluar dari mobil.


Bella pun mulai bertarung melawan para pria itu yang jumlahnya sekitar 6 orang dengan postur tubuh yang cukup besar dari Bella. Dengan santai Bella menghajar mereka satu persatu hingga merekapun kalah.

__ADS_1


"Syukurlah Ya Allah" ucap Sari lega.


Saat Bella akan masuk ke dalam mobil, satu dari orang-orang yang dia kalahkan tiba-tiba bangun dan hendak memukul Bella dari belakang dengan menggunakan kayu .


"Bella awas di belakang kamu" teriak Sari. Namun sepertinya Bella tidak mendengar teriakannya, membuatnya turun dari mobil dan langsung memeluk Bella dari belakang. Alhasil, Sari lah yang menjadi sasaran orang itu.


Bugh!


"Bundaaa!" Teriak Bella yang melihat Sari sudah terbaring pingsan.


"Kurang ajar Lo."


Bugh! Bugh! Bugh!


Dengan amarah yang memuncak, Bella menghajar orang itu sampai benar-benar tak berdaya di buatnya. Ke 6 pria itu segera melarikan diri dengan motor mereka. Segera Bella menghampiri Sari.


"Bunda bertahan ya, Bella pasti bakal selamatin Bunda.


Dengan susah payah, Bella memasukkan Bundanya ke dalam mobil lalu membawanya ke rumah sakit terdekat.


*****


Satu tamparan keras di terima Bella yang sedang menunggu Dokter yang memeriksa Sari keluar.


"Kak Lo apa-apaan sih hah? Datang-datang main nampar gue aja" ucap Bella marah.


"Lo apain Bunda hah? Lo apain?" Tanya Siska dengan nada tingginya. Saat tau sang Bunda masuk ke rumah sakit membuatnya sangat marah.


"Maksud Lo apa hah? Gue sama sekali nggak ngapa-ngapain Bunda. Tadi tuh ada begal yang cegat kita di jalan. Gue berusaha lawan mereka, tapi tiba-tiba Bunda nolongin gue."


"Dan seharusnya Lo yang ada di dalam, bukan Bunda. Dari kecil sampai sekarang, cuman Bunda yang selalu sayang sama Lo Bel, tapi ini yang Lo kasih ke Bunda? Dulu Lo udah renggut Ayah dari gue, dan sekarang Lo mau renggut Bunda juga? Dasar Lo pembawa sial tau nggak " teriak Siska. Rasanya sesak di hati yang di rasakan Bella saat ini saat mendengar kata-kata Siska yang begitu menyakitinya.


"Kak gimana keadaan Bunda?" Tanya Feli yang baru saja datang dengan wajah cemas dan khawatirnya.


"Kakak juga nggak tau Feli. Tapi ini gara-gara dia, Bunda sampe masuk rumah sakit gara-gara nolongin dia, dia itu pembawa sial. Dia pasti sengaja lakuin itu biar Bunda pergi kaya Ayah dulu. Asal kamu tau Feli, Ayah kita itu pergi juga gara-gara nyelamatin dia."


"Nggak Feli, tolong percaya sama gue, gue nggak bermaksud kaya gitu" ucap Bella sambil memegang tangan Feli. Namun Feli menepisnya dengan kasar.


"Kak Siska itu memang benar Kak, kamu itu pembawa sial. Mending sekarang kamu pergi dari sini, aku nggak ma keadaan Bunda tambah buruk gara-gara kamu " ucap Feli.


"Feli lo--" ucapan Bella terhenti saat Siska dan Feli langsung membelakanginya begitu saja. Dengan air mata yang sudah membasahi pipinya, Bella berlari keluar dari rumah sakit dan menangis sejadi-jadinya di taman yang ada di area rumah sakit.

__ADS_1


"Seharusnya Bunda nggak nyelamatin aku, seharusnya aku yang kena, bukan Bunda. Hiks...hiks!. Kenapa Feli? Kenapa Lo marah sama gue? Padahal gue berharap Lo yang belain gue dari Kak Siska, tapi Lo malah ikutan benci sama gue" ucapnya.


"Boleh duduk?" Tanya Seseorang. Tanpa mengeluarkan kata-kata, Bella menggeser tubuhnya, membiarkan orang itu duduk di sampingnya.


"Aku punya tisu, kamu hapus air mata kamu pake ini ya" orang itu menyodorkan selembar tisu pada Bella.


"Kenapa Bas? Kenapa hidup gue nggak pernah bahagia. Dulu gue kehilangan Ayah, gue juga di benci sama Kakak gue sendiri. Sekarang, Bunda juga terluka gara-gara gue sampe-sampe Feli juga ikutan benci sama gue. Apa gue nggak pantas bahagia Bas? Jawab Bas, apa gue nggak pantas?"


"Jangan ngomong gitu Bel. Semua orang pantas bahagia dan berhak bahagia" ucap Bastian.


"Tapi gue nggak Bas" ucap Bella.


"Ssttt...udah Bel, udah"


Tanpa sadar, Bastian membawa Bella ke pelukannya dan membiarkan dirinya menangis sepuasnya disana.


"Kamu sayang Bunda kamu kan?"


"Lebih dari nyawa gue sendiri. Bunda itu hidup gue, segalanya buat gue."


"Kalau gitu kamu jangan nangis dong, jangan nyalahin diri kamu sendiri. Aku yakin Bu Sari nggak suka liat kamu kaya gini" ucap Bastian.


"Kak Bella!" Panggil Feli yang sudah berdiri depan Bella. Bella pun berdiri dan langsung memeluk Feli.


"Feli, gue mohon percaya sama gue. Gue nggak bermaksud buat...."


"Udah Kak, aku tau kok. Aku tau kamu sesayang apa sama Bunda. Tadi tuh aku cuman pura-pura doang buat ngerjain kamu" ucap Feli.


"Ihh dasar nyebelin Lo" ucapnya kesal.


"Udah ah, ayo masuk."


"Kemana?"


"Kedalam, Bunda udah siamun dan lagi nyariin kamu tuh."


"Terus Kak Siska?"


"Udah biarin aja dia. Ayo, kamu juga ikut masuk Bas"


Bastian mengangguk. Lalu mereka pun berjalan menuju ruangan di mana Sari berada.

__ADS_1


__ADS_2