
"1"
Brummm! Brummm
"2"
"MULAI"
Brummm! Brummm!
Dua motor melaju dengan kecepatan max setelah seorang wanita menurunkan bendera di tangannya.
"Queen! Ayo Queen!
Sorak teriakan penonton memecah keheningan di kegealapan malam itu. Mereka meneriakkan nama sang pembalap yang sedang susul menyusul dengan lawannya.
"King! Pasti menang!" teriak penonton para mendukung lawan tak mau kalah.
Beberapa saat kemudian suasana kembali hening, hingga sebuah motor sport berwarna hitam berhasil sampai di garis finish di ikuti motor sport berwarna biru di belakangnya.
Para penonton yang mendukung pembalap dengan motor hitam bersorak gembira karna jagoan mereka berhasil sampai garis finish lebih dulu. Kedua pemilik motor itu membuka helm mereka masing-masiing. Keduanya menggunakan topeng di wajah mereka sehingga orang-orang tidak bisa melihat wajah asli mereka. Kedua orang itupun turun dari motornya masing-masiing dan kini mereka saling berhadapan.
"Selamat Queen, seperti biasa, king akan selalu dikalahkan oleh Quen nya" ucap pria yang mengenakan topeng wajah pada gadis yang juga mengenakan topeng wajah di depannya.
"Ih lebay lo King. Mana hadiah gue" ucapnya.
Prok! Prok!
Seorang pria mendekati mereka setelah pria bertopeng menepuk tangannya.
"Kasih pada Quen" orang itupun mengangguk lalu memberikan amplop lumayan tebal pada Bella.
Ya, wanita bertopeng itu adalah Bella.
"Kok tebal amat? Bukannya hadiahnya 5 jt?" tanya Bella sambil membolak-balikkan amplop di tangannya.
"Hadiahnya memang 50 jt plus bonus 150 jt. Anggap aja ini sebagai tanda cinta King untuk Queen nya" ucap King mencium tangan Bella.
"Ih jangan sentuh gue. Ingat ya, lo itu musuh gue, jadi jangan sentuh tangan gue" ucap Bella menarik tangannya dari King.
__ADS_1
"Oh oke, oke musuhku yang cantik" selamat atas kemenangan kali ini."
"Nggak usah banyak basa-basi deh lo. Mana hadiah utamanya" ucap Bella jutek.
"Bawa hadiah Queen kemari" suruhnya pada pria tadi. Lalu pria itupun pergi. Tak lama dia kembali dengan mendorong sebuah motor yang cukup mewah. Membuat Bella tercengang tak percaya.
"Woww! Ini kan motor limited edition? Cuman ada 10 di dunia. Wih keren lo King" ucap Bella berbinar sambil menaiki motor tersebut.
"Iya dong, King gitu loh" ucap sombong.
"Sombong amat lo. Btw lo siapa sih? Dari dulu gue kenal sama lo tapi gue nggak tau muka lo kek gimana" ucap Bella.
"Lo bisa liat muka gue asalakan lo juga harus buka topeng lo" ucap King.
"Ah nggak mau gue. Yaudah deh nggak jadi, gue nggak mau tau siapa lo. Yang penting gue udah dapat hadiah gue" ucap Bella.
"Terserah lo deh. Gue mau balik, selamat bersenang-senang" King pun pergi bersama pria tadi. Dan tak lama, Ana datang menghampiri Bella.
"Eh buset. Motornya keren amat Bel" ucap Ana mengelilingi motor baru Bella.
"Ohi ya dong. Bella gitu loh" ucap Bella.
"Lo jangan muji-muji musuh gue di depan gue, gue nggak suka" ucap Bella ketus.
"Iya, iya maap"
"Nih buat lo" Ana mengenyit bingung saat Bellamenyodorkan amplop tebal tadi padanya.
"Apaan nih? Lo mau gue simpan uang sebanyak ini? Nggak ah Bel, gue nggak mau, gue takut ilang" ucap Ana.
"Bukan, tapi ini buat lo. Nih, ambil" ucap Bella lagim
"Buat gue? Ini kan hadiah lo? Masa lo kasih ke gue sih?" tanya Ana.
"Udah deh Ana, nggak usah pura-pura nolak. Gue tau kok lo lagi butuh uang banyak buat operasi tumor bokap lo kan? Udah terima aja duit ini. Sebenarnya, selain motor, gue juga ingin ikut balapan ini karena gue pengen bantuin lo" Ucap Bella lalu melepaskan amplop itu di tangan Ana.
"Tapi Bel, ini kan hadiah lo, kerja keras lo"
"Nggak papa buat lo aja. Lagian, rekening gue udah full nggak cukup buat ngisi lagi" ucap Bella.
__ADS_1
Ana yang terharu langsung memeluk Bella.
"Lo emang sabahat terbaik gue Bel. Makasih makasih makasihhh banget" ucap Ana lalu melepas pelukkannya.
"Udah nggak usah mewek. Kita pulang yuk, udah jam 2 pagi nih" ucap Bella melirik arloji di tangannya.
"Lo mau balik kemana? Rumah lo atau rumah gue?" tanya Ana.
"Rumah gue aja deh. Kasian si nyokap pasti lagi nungguin"
"Terus dua motor ini lo bawa pulang gimana caranya?" tanya Ana.
"Nih, lo bawa pulang dulu motor Bang Daniel Besok pulangin ke rumahnya" ucap Bella menyerahkan kunci motor Daniel pada Ana.
"Oke sip. Ayo balik" mereka berdua pun meninggalkan tempat yang mulai sepi itu dengan Ana yang menaiki motor Daniel sedangkan Bella, dengan motor baru tentunya.
******
Tepat pukul setengah tiga pagi Bella baru sampai di rumah. Setelah di dalam rumah baru dia melepaskan topengnya.
Saat meliewati ruang tengah, dia menghelai nafas panjang saat melihat Sari yang tertidur di Sofa. Dia pun pergi dan kembali membawa selamat di tangannya kemudian memakaikannya di tubuh Sari.
"Kayanya Bunda sengaja kerjain tugas dari sekolah di sini biar bisa nungguin gue, eh taunya malah ketiduran" batin Bella melirik tumpukkan berkas di atas meja di depan Sari.
Bella pun meninggalkan Sari Yang sedang tertidur. Dia segera menaiki anak tangga menuju kamarnya. Saat akan membuka pintu kamarnya, Bella terlihat kesal saat pintu kamarnya tidak bisa di buka.
"Ini pasti ulah Kak Siska lagi nih. Dia tau gue pulang larut, makanya dia sengaja ngunciin kamar gue biar gue nggak bisa masuk kamar" ucap Bella yang kesal.
Di tengah kekesalannya, Bella berniat untuk mencari kunci cadangan. Namun langkahnya terhenti saat melihat pintu kamar Feli yang masih sedikit terbuka.
"Benar-benar nih anak, kalo ada pencuri masuk kamar dia gimana coba" gumam Bella kemudian dia masuk ke dalam kamar Feli Terlihat Feli yang tertidur di lantai dengan posisi menyandar di ranjang miliknya. Bella di buat geleng-geleng kepala mekihat mata Feli yang sembab dan masih terlihat bekas air mata di pipinyam
"Gini nih, orang yang lagi putus cinta. Sukanya nangis mulu dari pagi ketemu pagi" ucap Bella.
Dia pun berusaha memindahkan Feli ke atas tempat tidur tanpa membuat dia terbangun. Setelah selesai, dia pun membaringkan tubuhnya di samping adiknya itu. Dia memutuskan untuk tidur di kamar feli karena badannya sudah terasa lelah dan matanya pun terasa berat.
--Skip_Pagi
Byuurr!
__ADS_1