Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Melampiaskan Kemarahan


__ADS_3

Senin pagi sebelum membantu Lilis berjualan bakso, Bastian meminta Izin untuk mengembalikan mobil Bella ke rumahnya. Hari ini mereka sengaja di liburkan dari sekolah entah apa sebabnya.


Sesampainya di rumah Bella, Bastian mendapati rumah itu terlihat ramai dan di hiasi dengan banyak balon. Dia yang penasaran pun menghampiri salah satu pekerja di sana.


"Maaf Pak, kalo boleh saya tau, di sini ada acara apa ya? Kok rumahnya di hias?" tanya Bastian.


"Oh! Anu Mas, yang punya rumah mau ngadain pesta ulang tahun. "


"Siapa yang ulang tahun Pak?"


"Liat aja tulisan di sana" Bastian lalu menoleh pada tulisan yang di tunjuk orang itu.


"Ulang tahun Feli? Itu berarti, hari ini juga ulang tahun Bella dong. Tapi kenapa cuman nama Feli yang ada di sana? Harusnya nama Bella juga ada di sana" batinnya bertanya-tanya.


"Bas" Bastian menoleh pada Sari lalu menyalaminya.


"Selamat pagi Bu" sapanya.


"Pagi Bas. Gimana kabar Ibu kamu?" tanya Sari.


"Alhamdulillah baik kok Bu. Sekarang Ibu lagi jualan" ucap Bastian.


"Terus kamu nggak bantuin Ibu kamu? Ini kan masih hari libur sekolah?" tanya Sari.


"Habis ini saya mau bantu kok Bu. Saya ke sini cuman mau ngembaliin mobil Bella yang semalam dia pinjamin ke saya. Ohya, Bella nya ada Bu?"


"Bella nggak ada, dia pagi-pagi udah nggak ada di rumah. Yaudah kunci mobilnya titipin ke Ibu aja, biar nanti Ibu yang kasih sama Bella.


"Oh iya, ini Bu" Bastian menyerahkan kunci mobil Bella pada Sari.


"Mmm Bu, apa hari ini ulang tahun Bella sama Feli ya?" tanyanya.


"Iya. Emang kenapa Bas?"

__ADS_1


"Nggak papa Bu. Saya cuman bingung aja, kenapa cuma nama Feli yang ada di sana?"


"Sebenarnya, Kakak mereka yang mengadakan acara ini. Tapi hanya khusus untuk Feli. Kamu tau kan, gimana hubungan Sara dan Bella? Sampai-sampai hanya ulang tahun Feli yang di rayakan" ucap Sari.


"Segitu bencinya ya Bu, Kak Sara sama Bella.


"Ya begitulah.


"Kalau gitu saya permisi ya Bu, Assalamualaikum" Bastian pun pergi meninggalkan Sari.


"Jadi hari ini ulang tahun Bella ya. Mmm, aku pengen banget kasih kado buat dia. Tapi apa ya?" gumamnya sambil menyulusuri jalanan untuk ke warung bakso Lilis yang tak jauh dari sana.


_____


"Assalamualaikum Bu" Bastian yang baru saja sampai langsung menghampiri Lilis yang tampak sibuk dengan para pembeli.


"Walaikum salam. Gimana Bad? Udah di kembaliin mobilnya?" tanya Lilis.


"Tapi kenapa muka kamu kaya sedih gitu? Pasti karna nggak bisa ketemu Bella kan?"


"Iya sih Bu. Tapi bukan itu juga yang bikin aku sedih. Aku sedih karena hari ini ulang tahun Bellq, aku pengen banget kasih dia hadiah tapi aku takut dia nggak mau nerima hadiah dari aku Bu" ucap Bastian.


"Oh gitu? Yaudah gini aja, kamu kasih saja sesuatu yang mungkin dia suka. Pasti Ibu yakin, Bella bakal terima hadiah dari kamu" ucap Lilis.


"Tapi apa yang di sukai Bella ya Bu? Aku bingung soalnya.


"Ya kamu cari taulah."


"Iya deh Bu. Nantik aku pikiran kado buat Bella. Sekarang aku mau bantu Ibu dulu" ucap Bastian bangkit dari lalu membantu pekerjaan Lilis.


*****


"QUEEN AYO KALAHIN DIA."

__ADS_1


Sorak teriakkan orang-orang yang mendukung Bella terdengar riuh di sana, di timpat dimana kompetisi MMA sedang berlangsung.


Bella mengikuti kompetisi ini hanya untuk melupakan sejenak kesedihan dan luka di hatinya. Rasa kesal dan marah dia lampiaskan pada lawannya. Dia terus memukul dan menghajar lawan tanpa ampun sedikit pun. Bayang-bayang Sara terus muncul hingga membuatnya tak bisa mengendalikan diri. Hampir lawannya mati di tangannya jika saja wasit tidak segera memisahkan mereka. Bella pun di nyatakan sebagai pemenangnya karena lawannya yang tumbang.


"Lo kenapa sih Bel? Kok lo keliatan marah banget?" tanya Ana. Setelah turun dari ring pertarungan, Ana membawa Bella ke sebuah ruangan yang hanya ada mereka berdua di sana.


"Nggak papa kok.


"Ayolah Bel, cerita ada masalah apa lagi? Lo berantam lagi sama Bunda lo?"


"Udah gue bilang, gue nggak papa. Udah deh Ana, lo jangan peduliin gue" ucap Bella lalu melepaskan topeng yang melekat di wajahnya.


"Lo bilang apa? Jangan peduliin lo? Gimana gue nggak peduli, lo itu sahabat gue dan lo juga lagi sakit Bel" ucap Ana membalikkan badan Bella yang semula membelakanginya kini menghadapnya. Alangkah terkejutnya Ana saat melihat darah segar mulai mengalir dari hidung Bella.


"Bella lo mimisan lagi. Ini pasti karena kecapean. Bella minum obat dulu, biar mimisannya berhenti" ucap Ana panik.


"Nggak usah. Udah cukup selama ini gue bergantung sama obat terus. Gue udah bosan minum obat Ana.


"Tapi Bel, kalo nggak minum obat, darahnya nggak bakal berhenti" ucap Ana.


"Biarin darah ini terus mengalir Ana, gue juga udah nggak peduli sama hidup gue. Untuk apa gue hidup kalau nggak ada yang peduli sedikitpun sama gue. Percuma hidup, tapi nggak pernah di harapin.


"Jangan ngomong gitu Bel. Omongan lo itu seakan gue nggak pernah peduli sama lo. Apa selama ini lo nggak pernah nganggap gue" tanya Ana.


"Bukan gitu Ana. Gue bersyukur punya lo yang selalu ada buat gue, terima kasih banget. Mungkin hidup gue udah nggak lama lagi, jadi gue minta lo cari teman yang lain yang lebih baik dari gue."


"Nggak mau, bagi gue nggak ada teman sebaik lo. Ayolah Bel, minum obat lo ya. Pliss!" mohonnya.


"Nggak Ana, biarin aja.


"Tapi----"


"Udahlah Ana, gue males debat ama lo. Pokoknya gue nggak mau minum obat lagi titik. Ayo kita pergi, udah waktunya gue tanding lawan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2