
"Kamu salah Kak. Dari dulu sampe sekarang, dia tetap sayang sama kamu. Apa kamu lupa, dulu waktu kita kecil dia selalu lindungin kamu dari anak-anak nakal. Dia yang ngobatin luka kamu pas kamu jatuh dari sepeda. Itu udah cukup jadi bukti kalo dia sayang sama kamu" ucap Feli.
"Itu dulu, tapi sekarang, dia benci sama gue. Dia udah buat gue benci sama dia dan gue juga benci sama lo karena lo bisa dapat kasih sayang dari Kakak dari pada gue" ucap Bella.
"Kak--"
"Udah deh Feli, gue nggak mau ribut sama lo. Ayo kita pergi" ucap Bella lalu keluar dari ruangan itu. Feli menghembuskan nafas panjang kemudian turun dari brankar untuk menyusul Bella.
*****
"Ayo turun" ucap Bella memberhentikan motornya di depan sebuah Cafe.
"Ngapain kita ke sini Kak?" tanya Feli. setelah turun dari motor Bella.
"Kita makan dulu, habis itu baru pulang.
"Tapi aku nggak lapar Kak."
"Tapi gue lapar dari kemarin belum makan gara-gara Kakak lo. Lagian Dokter tadi bilang kalo lo harus makan tepat waktu. Udah jangan banyak bacot, ayo kita makan" Bella langsung menarik tangan Feli. Setelah menemukan meja yang pas, mereka langsung memesan makanan. Kini mereka sedang menikmati makanannya masing-masiing.
"Makanannya enak ya Kak" ucap Feli yang tampak asik menyantap makanannya. Bella tak kunjung menjawab, membuat Feli mereasakan ada yang aneh menatap Bella yang sedang menatap ke tempat lain.
"Kak! Lagi liatin apaan sih?" tanya Feli.
"Lo mau tau kan, apa alasan kenapa gue nggak suka lo pacaran sama Jack?
"Emang alasannya apa?"
"Liat aja sendiri di lantai dua di belakang lo" tunjuk Bella.
"Emang ada apa sih di--"
Deghh!
"Jac-Jack, Findi" Air mata Feli tak tertahan saat melihat ke lantai dua Cafe ini. Di sana terlihat Jack yang sedang makan dengan Findi sambil saling suap-suapan mesra. Mereka tampak menikmati kemesraan mereka tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di sana.
"Lo udah liat sendiri kan, itu alasannya Jack mutusin lo karena dia udah pacaran sama Findi di belakang lo. Gue udah tau ini dari lama. Gue nggak mau kasih tau lo karena gue nggak mau ikut campur urusan lo" ucap Bella.
__ADS_1
"Kenapa dia bisa se tega itu sama aku Kak? Padahal aku sayang banget sama Jack" lirih Feli.
"Udah nggak usah cengeng. Mending lo hapus air mata lo, samperin mereka cepat"
"Nggak bisa Kak, aku malu samperin mereka. Kamu nggak liat muka jelek gini habis nangis. Yang ada, aku yang di permaluin" ucap Feli.
"Trus? Lo cuman diam aja liat mereka mesra-msraan gitu? Ayo samperin, rusakin mukanya si Findi yang sok cantik itu" suruhnya.
"Aku nggak bisa Kak. Kamu aja ya, yang nyamperin mereka?" pinta Feli.
"Yaudah! Sini kuncir rambut lo" Putri pun melepaskan kunciran rambutnya lalu memberikannya pada Bella.
(Note: jadi ceritanya Rara rambutnya di urai ya)
"Selesai" seru Bella setelah menguncir dua rambutnya."
"Tinggal ini yang belum" ucap Feli melepaskan kaca matanya kemudian memakaikannya pada Bella.
"Kok gue ngerasa jadi cupu ya hari ini, hihi!" batin Bella.
"Udah mirip lo belum?" tanya Bella.
"Bukan itu maksud gue. Maksud gue, udah mirip Feli yang cupu atau belum?" kesal Bella.
"Udah mirip banget" ucap Feli.
"Oke, gue akan samperin mereka. Eh, tapi kalo pacar lo bonyok gimana? Lo tau kan, kalo gue marah gimana? Bisa-bisa, mukanya udah nggak ganteng lagi."
"Mantan Kak, M A N T A N" ucap Feli menekan kata terakhir.
"Biarin aja dia bonyok, biar tau rasa. Sekalian si Findi juga di bonyokin Kak" ucap Feli.
"Serius lo? Kalo Jack kenapa-napa gimana? Yakin nggak bakal nangis?" tanya Bella memastikan.
"Nggak bakalan. Udah cukup mereka nyakitin aku, sekarang nggak lagi. Udah sana Kak, kamu balasin sakit hati aku sama mereka"
"Lo kok jadi aneh gini sih? Kesambet ya?" tanya Bella bingung.
__ADS_1
"Ih dasar cerewet banget si Kak. Ayo sana, labrak mereka" ucap Feli sambil mendorong Bella.
"Iya-iya" ucap Bella kesal kemudian berjalan ke lantai dua.
"Kok jadi ketukar gini? Kan gue Bella bukan Feli. Harusnya dia dong yang ngelabrak mereka, bukan gue. Emang gue pacarnya Jack apa" gumam Rara sambil berjalan ke arah meja Jack dan Findi.
Braak!!!
Bugh!!
Semua yang ada di cafe itu seketika menoleh ke arah meja Jack dan Findi. Mereka berdua yang awalnya tampak saling suap-suapan langsung terkejut saat Bella menggebrak meja dan langsung menonjok wajah Jack hingga pria itu tersungkur ke lantai.
"Jack, kamu nggak papa kan? Ayo bangun" ucap Findi membantu Jack berdiri.
"Feli, lo kurang ajar banget ya jadi orang. Kenapa lo mukulin Jack hah?" tanyanya dengan suara lantang.
"Jaga nada bicara lo kalo nggak mau gue permaluin di depan semua orang" ucap Bella. Jack yang melihat itu tampak tidak percaya kalo yang berdiri di depan mereka adalah Feli.
"Dan lo" menunjuk wajah Jack. "Jadi ini alasan lo mutusin gue hah? Lo mutusin gue karena lo udah pacaran sama Findi. Cih, gue pikir selama ini lo itu bisa berubah Jack. Gue pikir lo nge hargain hubungan kita selama ini, tapi ternyata gue salah, lo itu cowok brengsek Jack Putra Admaja" ucap Bella.
"Feli, gue--"
Plakk!
Ucapan Jack terhenti saat Bella menampar Findi dengan keras.
"Kurang ajar lo cupu" teriak Findi. Dia ingin membalas tamparan itu, namun Bella langsung menahannya lau memutar tangannya ke belakang.
"Lepasin gue" teriak Findi.
"Feli, lepasin dia" teriak Jack.
"Lo mau gue lepasin cewek murahan ini? Nggak akan, dia udah selalu perlakuin gue dengan seenaknya dia di sekolah setiap hari, dia selalu bulyy gue. Dan, lo nggak pernah lakuin apapun, lo cuman bisa diam aja walaupun lo tau gue ini pacar lo Jack. Tapi hari ini, gue akan balas semuanya" ucap Bella.
"Kalian lihat dua orang ini? Mereka berdua sama-sama murahan, si Jack play boy kampungan dan si Findi si cewek mu**an yang sukanya sama Om- Om" ucap Bella pada semua pengunjung Cafe.
"Heh, jaga omongan lo ya, gue nggak kaya gitu" teriak Findi.
__ADS_1
"Ohya, nggak kaya gitu? Padahal semalam gue liat sendiri loh, lo keluar dari klub sambil pelukkan sama orang yang lebih tua dari lo. Ucap Bella.