
"Maaf maaf dan maaf," hanya itu kata yang mampu di ucapkan Bella berkali-kali.
"Ani gue saat itu dilema, gue bingung harus lakuin apa. Kalo gue nerima dia, gimana sama lo? Gue nggak mau kehilangan teman sebaik lo Ni. Gue pikir dia cuman becanda don kejadian itu---" ucapan Bella terhenti saat Ani menutup mulutnya dengan tangannya.
"Jangan di lanjut Bel, plis!"
"Tapi dia pergi karena gue dan ninggalin lo. Ini salah gue Ni."
"Nggak, dia yang bodoh karna udah bunuh diri demi lo, tapi yang dia lakuin itu sia-sia. Gue juga bangga sama lo Bel, setelah kejadian itu gue semakin merasa beruntung punya sahabat kaya lo."
"Dan itu alasannya lo masih bertahan jadi sahabat gue walaupun gue udah rebut cinta pertama lo."
"Karena gue sayang sama lo."
"Dan gue juga sayang sama lo Ni."
Mendengar itu, Ani langsung melepas pelukannya. Dia menatap lekat wajah Bella.
"Lo bilang apa barusan Be?"
"Gue bilang, gue juga sayang sama lo Ni." seketika senyuman Ani mengembang.
"Kenapa? Ada yang salah sama omongan gue?"
"Nggak. Tapi gue bahagia. Tanpa lo sadar, itu adalah kalimat yang lo ucapin pertama kali setelah sekian lama kita sahabatan tauk!"
"Ah masa sih?"
"Iya. Kenapa baru sekarang sih lo ngomong manis kaya gitu ke gue?"
"Ya mana gue tau. Mungkin baru hari ini gue sayang sama lo."
__ADS_1
"Apa? Jadi selama ini lo nggak sayang sama gue?"
"Ihh apaan sih Ni, gue cuman ngomong manis dikit doang lo udah mulai lebay." ucap Bella
"Terserah lo deh. Btw thanks udah jadi sahabat gue."
"Thanks juga buat lo. Tapi gue mau nanya, kenapa tiba-tiba lo berubah tadi pas Rindi nyinggung gue?" tanya Bella
"Nggak tau. Tapi pas dia ngomong gitu, gue jadi keingat kejadian itu dan gue tiba-tiba jadi pengen marah dan bicara kasar sama lo tadi. Maaf ya Bel."
"Iya nggak papa. Tapi apa maksud si Rindi ngomong gitu ya? Apa dia tau tentang masa lalu kita?"
"Nggak mungkinlah, dia kan nggak satu SMP dengan kita. Tapi Findi iya, mungkin aja dia tau dari Findi."
"Iya sih lo benar. Pokoknya mulai sekarang lo harus pintar nyari cowok, jangan sampe cowok yang lo suka itu juga suka sama gue, entar bunuh diri lagi tuh cowok kalo gue tolak."
"Nggak mungkinlah. Ya kalik gue suka sama Bastian."
"Ihh kok Bastian sih? Au ah gue ngambek." ucap Bella kesal dengan bibir yang di monyongkan.
Kring! Kring! Kring!
"Ayo ke kelas, dah bel tuh."
Keduanya lalu meninggalkan rooftop dengan saling bergandengan menuju kelas. Saat melihat Bella dan Ani yang baik-baik saja bahkan tertawa bersama, membuat Rindi merasa sangat kesal.
"Sialan! Ternyata ucapan gue nggak berhasil buat mereka berantem. Nggak papa, mungkin rencana ini gagal, tapi masih ada rencana lain yang bakal berhasil. Gue pastikan kehancuran yang akan lo dapatkan Bella gumamnya sambil menat ke arah Bella yang duduk di bangku yang tak jauh darinya.
*****
Jam istirahat telah tiba. Seperti biasa Bastian, Bella, Meli, Ani, Ani dan Jack kini sedang menikmati makanan di kantin sekolah.
__ADS_1
"Kak pulang sekolah nanti aku mau pulang bareng Jack. Jadi Bunda yang akan nemenin kamu ke rumah sakit." ucap Feli
"Emang lo udah ijin sama Bunda?" tanya Bella
"Udah dan di ijinin kok. Bawa aja mobil aku, soalnya aku sama Jack naik motor."
"Gue ikut temanin lo ya Bel!" ucap Ani
"Boleh, biar sekalian nganterin lo pulang."
"Emangnya kamu mau ngapain ke rumah sakit Bel?" tanya Bastian
"Mau cekup. Doain ya guys, semoga ada kabar baik soal penyakit gue."
"Amin. Kita selalu doain yang terbaik buat lo Bel." ucap Jack
Mereka terus mengobrol hingga tiba-tiba ...
"Boleh gue gabung?" mereka semua langsung menoleh pada orang tersebut yang ternyata adalah Alex.
Bella melirik Bastian, terlihat pria yang dilirik pun menggeleng menandakan ketidak setujuannya. Bella tersenyum lalu kembali melihat Alex.
"Nggak boleh!"
"Tapi--"
"Lo budek ya? Kami nggak ngijinin lo gabung disini. Lagian disini udah penuh, nggak ada tempat buat lo." ucap Bella lagi
"Bel, kok lo gitu sih sama ayank gue?" bisik Ani
"Udah sana pergi. Banyak tuh tempat yang kosong, jangan disini." ketus Bella lagi yang tak menghiraukan ucapan Ani.
__ADS_1
"Iya gue bakal duduk di tempat lain. Sory udah ganggu kalian." ucap Alex lalu duduk di meja yang kosong.
"Sialan! Cantik-cantik galak juga tuh cewek. Tapi nggak papa, gue pasti bakal luluhin dan milikin dia nanti." gumamnya yang masih tak melepaskan pandangannya dari Bella.