Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Rumah Sakit


__ADS_3

"Woyy! Stop lo berdua!!" teriakkan Bella menghentikan aksi Faul dan Randa yang sedang mewarnai wajah Bastian dengan spidol.


"Queen" batin kedua orang itu.


"Lo berdua nggak kapok juga ya. Belum puas kemarin gue hajar hah? Belum puas lo?" ucap Bella.


"A-anu Queen" ucap Rio terbata.


"Anu apa? Lo lupa ya waktu itu gue bilang apa?"


"Nggak Queen, kita nggak lupa "


"Terus? Kenapa lo masih bully orang? Karena lo udah nggak nurut sama omongan gue, jadi Lo berdua bakal dapat akibatnya.


Bugh!!


Bugh!!


Bella melayangkan tendangannya pada dua pria itu cukup keras, hingga mereka tersungkur.


"Itu akibatnya kalo lo berdua nggak dengarin ucapan gue. Sekarang lo masuk ke dalam, lo semua juga" ucapnya pada seluruh siswa yang berada di luar kelas menyaksikan kejadian itu.


"Kok kamu diam aja liat teman-teman kamu di pukul si Bella?" tanya Findi pada Jack.


"Terus aku harus ngapain? Aku juga sebenarnya takut ama dia. Udah, dari pada kita kena juga, mending kita masuk. Pak Ical udah jalan ke sini tuh. Ayo!" Jack menarik Findi untuk masuk kedalam kelas seperti siswa yang lain.


"Ini kaca mata lo Bas" ucap Bella memberikan kaca mata Bastian yang dia ambil dari Radit.


"Makasih Bel, ucap Bastian.


"Sama-sama. Lo masuk kelas gih sana, dan lo ikut gue" ucapnya menyuruh Feli masuk ke dalam kelas.


"Emang mau di bawa kemana Bastian nya?" tanya Feli.


"Lo kepo. Udah sana masuk, ayo Bas!"


Bella pun membawa Bastian ke kantin sekolah yang terlihat sepi karna seluruh Siswa sedang belajar di kelas.


"Kenapa muka temannya jadi hitam begitu neng Bella?" tanya penjaga kantin.


"Biasa Bu, kena bully. Di warnain pake spidol" jawab Bella.


"Wah, memang ya neng, mereka tega sekali lakuin itu sama orang yang nggak punya salah sama mereka. Ya udah, Ibu ambilin air dulu, biar tenta spidolnya ilang pas di lap pake tisu.


"Iya Bu, makasih.


Penjaga kantin itu pun mengambilkan air dan meletakkannya di depan Bella dan Bastian kemudian meninggalkan mereka berdua.


"Sini biar gue bersihin" tawar Bella.


"Nggak usah Bella, aku bisa sendiri kok" ucap Bastian.


"Udah sini, biarin gue bantuin" Bastian pun pasrah dan akhirnya Bella yang membersihkan wajahnya dari tinta spidol.


"Kenapa sih lo nggak lawan pas mereka gituin lo? Kan mereka jadi seenaknya sama lo kalo lo cuman diam aja" ucap Bella.


"Jawabannya seperti yang aku bilang dulu, aku nggak mau cari masalah sama mereka" ucap Bastian.


"Tapi lo nggak ada rasa marah atau dendam gitu? Kenapa?"


"Karena Ibu aku pernah bilang, kita nggak boleh nyimpan rasa benci dan dendam sama orang lain walaupun dia udah jahat sama kita. Karena itu nggak ada gunanya dan malah bikin kita susah sendiri nanti" ucap Bastian.

__ADS_1


"Iya juga sih."


"Emm...apa kamu suka sama hadiah aku? Maaf kalo hadiahnya nggak sebagus sama hadiah lain yang kamu punya."


"Hadiah lo bagus kok, gue suka, makasih ya.


"Sama-sama Bel" ucap Bastian tersenyum.


"Btw, lo kok tau gue suka diary? Mana warnanya warna kesukaan gue lagi."


"Oh itu, di kasih tau Feli. Katanya, kamu suka nulis di diary. Makanya dia nyuruh aku buat kasih diary sebagai hadiah buat kamu. Soal warnanya, juga Feli yang kasih tau. "


"Benar-benar Si Feli, dia pasti sengaja buat gue dekat sama Bastian" batin Bella.


Beberapa menit kemudian, Bella sudah selesai membersihkan wajah Bastian.


"Udah bersih nih Bas."


"Iya makasih ya Bel."


"Sama-sama. Kalau mereka bully lo lagi, lo tinggal kasih tau gue aja. Biar gue yang kasih pelajaran sama mereka, oke" hanya anggukkan dan senyuman yang di berikan Bastian sebagai jawabnya.


"Yaudah lo ke kelas lo gih, pasti Gurunya udah masuk.


"Kamu nggak masuk?"


"Masuk kok, udah sana lo duluan ke kelas lo" ucap Bella. Bastian pun pergi dari kantin menuju kelasnya.


"Malas banget gue masuk kelas, mending gue disini aja pesan makan" ucap Bella.


"Bu, baksonya satu sama jus mangga nya satu."


"Baik neng.


Bella kini sedang menyusuri koridor yang sedikit ramai. Setelah mengisi perutnya di kantin, dia memutuskan untuk pergi ke kelasnya karena sebentar lagi akan masuk jam istirahat. Saat sedang asik berjalan, tiba-tiba dia tak sengaja melihat ke arah tiang bendera dimana Findi terlihat berdiri sambil hormat di sana.


"Akhirnya gue berhasil ngerjain Si Findi. Gue kerjain lagi ah" dengan tersenyum jahil, dia berjalan menghampiri beberapa siswa yang sedang duduk di depan kelas mereka. Saat melihat Bella, mereka terlihat ketakutan.


"Nggak usah takut ama gue, gue nggak makan orang kok. Gue ada kerjaan buat lo pada, mau nggak?"


"Kerjaan apa Queen?"


"Liat noh Si Findi lagi di hukum disana. Lo harus kerjain dia."


"Tapi Queen, kami semua takut sama Findi."


"takut kenapa sih? Udah kalian lupain rasa takut kalian, ini kesempatan emas buat balas Si Findi, dia kan pernah bully kalian juga, jadi kalian harus balas dong. Mau nggak?"


"Queen benar guys, kita harus balas apa yang udah dia lakuin sama kita."


"Iya, iya kami setuju Bella.


"Oke. Lo semua tunggu sini, gue bakal balik lagi" ucap Bella kemudian pergi kembali ke kantin untuk mengambil sesuatu dan tak lama dia kembali dengan sebuah plastik hitam di tangannya.


"Apa itu Bella? Kok baunya nggak enak banget" tanya salah satu dari mereka.


"Ini itu tomat busuk, buat ngelemparin Si Findi" ucap Bella.


"Tapi Bella, kalau kami kena marah guru gimana? Apa lagi Findi kan anak donatur terbesar di sekolah kita."


"Udah Lo semua tenang aja. Kalau ada yang nanya, bilang aja gue yang suruh. Nih!" Bella memberikan plastik itu pada mereka. Setelah itu para siswa itu menghampiri Findi yang sudah kepanasan.

__ADS_1


"Mampus Lo Findi, ini baru permulaan. Kalau Lo berani ngusik gue atau teman-teman gue, gue bakal lakuin sesuatu yang lebih dari ini" batin Bella.


Puk!


"Aaaa......baju gue!!" Pekik Findi saat sebuah tomat busuk mengenai seragamnya.


"Heh!! Siapa yang lempar tomat ini hah?" Tanyanya dengan marah.


"Itu pantas buat Lo. Tukang bully kaya Lo emang cocok di lemparin tomat" ucap siswa.


"Lo berani sama gue? Awas aja, Lo bakal gue keluarin dari sekolah ini.


"Nggak usah dengarin dia guys, ayo lempar lagi.


Puk! Pu."


k! Puk!


Kini seluruh tubuhnya menjadi sasaran tomat busuk itu. Sementara dari kejauhan Bella tertawa puas berhasil mengerjai Findi.


"Hajar terus biar kapok" seru Bella.


"Oh, jadi kamu disini" ucap Sari sambil menjewer kuping Bella.


"Aduh-aduh, Bunda sakit. Aaa" ringisnya.


"Ayo ngaku, habis bikin ulah apa lagi kamu hari ini?"


"Nggak ada Bunda, beneran" ucap Bella.


"Jangan bohong. Tadi Bu Rani lapor ke Bunda kalau udah bikin dia kesal lagi hari ini dan kamu udah keluar kelas dan nggak balik-balik. Habis dari mana kamu?"


"Habis dari kantin Bunda, lapar soalnya. "


"Plis Bund, lepas doang. Sakit kuping aku" pintanya. Dan akhirnya Sari melepaskan jewerannya.


"Makanya jadi anak itu jangan nakal di sekolah.


"Iya, iya. Habisnya Bu Rani ngeselin Bund, masa aku nggak di bolehin keluar bentar, kan aneh" ucapnya sambil mengusap kupingnya yang masih terasa panas.


"Bella...Bella, Bunda udah bosan dengan kelakuan kamu yang bikin kesal semua guru setiap hari.


"Habisnya seru Bund."


"Yaudah terserah kamu aja. Bentar lagi jam istirahat, kamu ikut Bunda dulu yuk."


"Kemana Bund?"


"Kita mau ke rumah sakit sayang. Hari ini jadwal pertama kamu terapi.


"Tapi Bund, aku--"


"Bunda nggak mau dengar kata tapi. Kamu udah janji sama Bunda bakal berusaha sembuh kan?"


"Iya"


"Ya udah. Kamu ambil tas kamu gih, kayaknya kita nggak bakal balik lagi. Habis dari rumah sakit kita langsung pulang ke rumah "


"Iya Bund"


Bella pun berjalan menuju kelas untuk mengambil tasnya. Setelah itu dia dan Sari langsung menuju rumah sakit menaiki mobil Sari.

__ADS_1


--Diperjalanan


__ADS_2